Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
38. Kevin Di Serang


__ADS_3

Pagi itu Kevin sudah bersiap akan berangkat ke apartemen yang di yakini adalah tempat tinggal Qiara. Tapi saat sampai di sana, Kevin sungguh sangat kecewa. Apartemen itu kini di tempati oleh sepasang Kakek nenek yang berasal dari Meksiko.


Kevin kebingungan, kemana lagi dirinya akan mencari istrinya yang sudah dia rindukan sangat lama. "Aku akan melihat CCTV gedung, siapa tahu merekam kepergian Qiara dari gedung ini!" dengan penuh keyakinan Kevin menuju ruangan keamanan gedung, tetapi nihil.


"CCTV gedung mengalami ke rusakan pada malam tadi. Tidak bisa merekam apapun. Kami juga tidak paham ada apa sebenarnya." Kevin lalu kembali ke hotel tempat dia menginap bersama Arjun. Kevin sungguh frustasi karena kehilangan jejak Qiara. Padahal Kevin tadi malam sudah bahagia, dirinya akan bertemu dengan istrinya. Tapi semua musnah sudah.


"Kenapa begitu susah menemukan kamu, sayang?" jerit hati Kevin dengan mata berkaca-kaca.


"Tuan, saya rasa Nyonya pasti dalam keadaan baik-baik saja. Sepertinya ada yang membantu Nyonya untuk menghindari kita!" ucap Arjun.


"Pasti David! Aku dengar David adalah ketua mafia di negara ini. Tidak heran kalau dia bisa melakukan ini semua. Anak buahnya pasti handal dalam menghack CCTV gedung ini, sehingga mati total saat mereka meninggalkan gedung ini!" analis Kevin dengan geram.


"David memang selalu ingin bersaing dengan Tuan. Bahkan di Pratama Group kabarnya sekarang saham dia nomor dua terbesar setelah Pak Andi Pratama, selaku owner. Entah apa yang dia incar, saya sungguh tidak paham!" cicit Arjun.


"Sudahlah, aku gak perduli masalah saham. Aku hanya ingin bertemu dengan istriku. Cobalah, kau kirim detektif lebih banyak lagi. Cari alamat Qiara sekarang, dia pasti memeriksa kandungan. Kita bisa melacak lewat itu!" saran Kevin antusias.


"Baik, Tuan! Akan saya kabari kalau ada info baru! Saya permisi!" Arjun lalu undur diri untuk melakukan tugas yang diberikan oleh Kevin.


Setelah selesai, Kevin memilih untuk tidur saja. Hati dan jiwanya sangat lelah. Berpisah dengan Qiara sungguh sangat menyiksa dirinya.


"Qi, anak kita pasti akan lahir sebentar lagi. Aku betul-betul ingin mendampingi kamu, saat kelahirannya. Kamu di mana, sayang?" Kevin menatap foto dirinya dan Qiara yang ada di ponsel


"Hanya kamu yang bisa buat hidupku bahagia. Please kembali sama aku, sayang?! Semua yang kamu lihat itu gak bener, aku gak pernah khianatin cinta kita. Hanya kamu, wanita yang akan selalu ada dalam hatiku. Selamanya!" Kevin terus bermonolog sendiri. Hanya dengan begitu, hatinya merasa tenang.

__ADS_1


Sementara itu, Qiara kini tinggal di manstion yang diberikan oleh David! David mengancam akan menikahi Qiara secara paksa kalau menolak. Akhirnya dengan berat hati, Qiara pindah ke sana.


Keamanan di manstion itu amat canggih. Anak buah David yang merancang dan membangun. Kelas internasional. Qiara merasa nyaman di sana. Tidak perlu takut dengan Kevin lagi.


"Nak, maafkan Mamah! Bukan maksud Mamah, memisahkan kamu dengan Papah kamu! Tapi papah kamu udah bikin mamah sakit hati, sayang! Papah mengkhianati cinta mamah! Hiks hiks!" Qiara menangis sambil mengelus perutnya yang semakin membuncit.


David yang memang memasang CCTV di setiap sudut mantion tersebut, selalu memantau agar tahu apapun aktifitas yang Qiara lakukan.


"Kau masih mencintai Kevin? Bahkan setelah hatimu terluka. Kamu sungguh bodoh, Qiara!" rutuk David merasa kesal dan cemburu.


Melihat air mata Qiara, hati David terasa sakit luar biasa. "Kenapa tangisan kamu bukan untukku?" David mengambil ponselnya.


"Aku tadi mengirim foto kepadamu, beri pelajaran orang tersebut, suruh dia supaya pergi dari negara ini!" perintah David kepada anak buahnya.


David menatap layar besar yang ada di kamarnya. Qiara kini tengah tertidur, matanya sembab. Hati David rasanya pilu.


"Aku akan lakukan apapun buat kamu, Qi! Aku hanya ingin melihat kamu bahagia!" ucap David.


Setelah mematikan layar besar tersebut, David memutuskan untuk memanggil para anak buah yang bertugas sebagai Intel di dalam organisasi yang sekarang dia Warisi dari Grandfa nya.


"Selidiki apa yang sedang dilakukan orang ini di sini. Aku ingin kalian menggagalkan semua upaya dia. Supaya dia bergegas pergi dari negara ini!" perintah David kepada mereka.


Setelah itu David pergi ke kamar mandi dan berendam di bathtub. Pikirannya kacau dan semrawut, semua gara-gara Qiara yang sekian lama masih tidak mau menerima cintanya.

__ADS_1


"Apa aku harus membunuh Kevin, agar kamu mau membuka hati kamu untuk ku?" monolog David dengan tatapan kemarahan. Sungguh, melihat Qiara yang menangis karena memikirkan Kevin, hati David benar-benar cemburu dan terluka.


Sementara itu, Kevin yang baru saja makan malam bersama rekan-rekannya, tiba-tiba datang sebuah mobil hitam lengkap bersama delapan orang yang berpakaian hitam, langsung memukuli Kevin dan Arjun. Keduanya memang hanya pria biasa, hanya dalam lima menit, mereka sudah tumbang dan babak belur.


"Go a way you from here, never for come again! Understand?" ucap salah satu dari mereka sambil terus memukul Kevin yang sudah tidak berdaya.


Untung ada mobil patroli polisi, sehingga para mafia itu pergi dari sana.


Kevin dan Arjun langsung di bawa ke rumah sakit.


Polisi mengamankan CCTV di sekitar tempat kejadian, tapi saat di periksa tidak ada apapun yang terekam kamera hanya blank saja. Kamera selama kejadian itu mati seketika.


Polisi kebingungan, karena tidak bisa menangkap atau menemukan informasi tentang para pelaku penyerangan. Arjun dan Kevin sampai saat ini masih pingsan dan belum bisa dimintai keterangan terkait insiden itu. Karena insiden itu, semua agenda Kevin di batalkan. Hal itu mengundang para wartawan untuk meliput.


Saat ini Qiara sedang menonton televisi, saat Qiara menonton berita, berita terkait penyerangan Kevin yang sedang di putar.


"Dua orang pemuda asal Indonesia tadi malam sekitar pukul 22.00 mendapatkan serangan dari para mafia yang tidak di kenal, polisi mengalami kesulitan karena CCTV di sekitar tempat kejadian perkara mati dalam radius 2 KM. Sehingga menyulitkan para penyelidik kepolisian untuk mengindentifikasi para penyerang. Saat ini kedua korban tengah di rawat secara intensif di Unit gawat darurat, dan masih dalam keadaan koma." Lalu gambar Kevin dan Arjun yang tengah berbaring di rumah sakit di sorot oleh kamera.


"Kevin dan Arjun? Ya Allah, siapa orang yang begitu keji melakukan hal itu?" Qiara menutup matanya, ngeri melihat keadaan Kevin yang sangat mengenaskan.


"Ada apa, Qi?" tanya David yang tiba-tiba sudah ada di samping Qiara.


"Itu, tadi ada berita di televisi tentang warga Indonesia yang di Serang oleh para mafia. Kasihan sekali, sampai saat ini masih koma. Wajahnya babak belur, jadi sulit untuk di kenali oleh pihak penyelidik!" dusta Qiara, tentu Qiara tahu kalau orang yang di Serang itu adalah Kevin, dan Qiara juga tahu siapa yang melakukan hal itu. David!

__ADS_1


__ADS_2