Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
17. Perpisahan


__ADS_3

Waktu menunjukkan sudah tengah malam, namun Qiara belum juga pulang. Kevin yang sangat gelisah benar-benar tidak bisa tidur. Pikirannya mengingat-ingat kejadian apa gerangan yang telah terjadi sehingga membuat Qiara meninggalkan dirinya tapa pamit dan pesan.


Flass off


Siang itu Qiara dan Kevin pergi makan siang bersama di sebuah restoran langganan Kevin. Qiara yang merasa bahagia tidak lepas dari menatap Kevin. Pria tampan itu selalu memanjakan dirinya dengan limpahan cinta.


"Sayang, kita udah menikah lama loh.. Kapan kamu berencana mendaftarkan pernikahan kita? Aku mau jadi istri kamu yang sah secara hukum juga, bukan hanya secara agama." Kevin yang mendapatkan pertanyaan tersebut gelagapan.


"Maafkan aku sayang, Mamah dan Papahku masih belum setuju dengan pernikahan kita. Aku gak berani sayang, maafkan aku." Kevin menundukkan kepalanya dengan sedih.


"Jadi pernikahan kita akan selalu begini? Kalau kamu tidak bisa meyakinkan keluarga kamu Mas?" ada nada kecewa di hati Qiara.


Laki-laki yang dia cintai, ternyata tidak mau memperjuangkan pernikahan mereka. Qiara yang hatinya terluka meletakan garpu dan sendok nya. Hilang sudah nafsu makannya.


"Aku ke toilet dulu, Mas!" Kevin mengangguk dan membiarkan Qiara ke toilet sendirian.


Di toilet, Qiara menangis tersedu-sedu. Perasaan yang terluka memang tidak pernah bisa menahan air mata untuk terus keluar dari pelupuk matanya. Selama setengah jam Qiara hanya menangis saja. Setelah perasaannya di rasa agak membaik. Qiara memutuskan untuk keluar dari sana.


Dalam perjalanan kembali ke mejanya bersama Kevin, Qiara bertabrakan dengan seseorang.


"Maafkan saya, saya tidak sengaja!" Qiara yang saat itu hatinya lagi sedih, tidak menanggapi pria yang menabrak dirinya. Dia yang mengangguk dan meninggalkan pria itu sendiri.


"Qiara?" mendengar pria itu memanggil namanya, Qiara repleks menengok dan mencari sumber suara. Qiara terkejut saat menyadari bahwa pria itu adalah David. Laki-laki yang menemui dirinya beberapa hari kemarin.


"Anda? Maaf.. Pikiran saya sedang tidak fokus tadi. Anda bersama siapa di sini?" Qiara yang mulai mendapatkan dirinya kembali mulai bisa di ajak komunikasi.


"Kamu habis nangis ya?" tanya David kwatir.


"Apa kamu benar perduli sama aku?" tanya Qiara sendu. Ditanya hal itu malah membuat Qiara jadi ingat kembali dengan kesedihan yang kini dia rasakan, menusuk ke relung hatinya. Tanpa sadar, Qiara menangis kembali.

__ADS_1


"Kenapa kau menangis?" David sudah panik. Dia memang paling tidak bisa, kalau melihat seorang wanita menangis. David yang sedar kecil memang hanya hidup berdua dengan sang Grandfa. Selalu luluh kalau lihat perempuan menangis.


"Bisa minta tolong, untuk membawa aku pergi dari sini?" Qiara yang masih tersedu tidak mampu lagi rasanya untuk menemui sang suami. Suami yang bahkan tidak tahu, mau dibawa kemana rumah tangganya. Hati Qiara rasanya sakit sekali.


"Ayolah, aku akan membantumu!" David lalu membawa Qiara, Qiara yang memang tidak mau bertemu dengan Kevin, sengaja meminta kepada David agar pergi melalui pintu belakang.


Flass on


Kevin yang mengingat kejadian tadi siang mendadak hatinya merasa pilu. "Apa Qiara marah ya, gara-gara aku belum juga mendaftarkan pernikahan kami secara sah? Apa Qiara marah karena statusnya sebagai istri siriku?." David mendesah frustasi.


Bukan karena tidak cinta. Tapi Kevin hanya ingin dapat restu dari orang tuanya. Kevin yang kelelahan, tanpa sadar dia terlelap di sofa ruang tamu.


Sementara itu, di hotel milik keluarga David


Qiara yang sudah kembali ke kamarnya, masih belum bisa memejamkan matanya. Pikirannya masih berpetualang. Mengingat pernikahan dirinya dengan Kevin. Mengingat tentang orang tuanya. Qiara sungguh tertekan karena semua masalah seakan tidak bisa menemukan titik temu.


"Apa yang aku harus lakukan? Bagaimana pun, bayiku butuh seorang ayah!" Qiara yang keasyikan melamun, jadi tidak sadar dengan kehadiran David di kamarnya. Hotel itu memang miliknya. Jadi dia bisa keluar masuk dengan mudah. David yang tengah mengamati Qiara hanya mampu menarik nafas kasar.


David yang melihat Qiara sudah terlelap dalam tidurnya, lalu memberanikan dirinya untuk mendekati Qiara. Di usapnya wajah cantik Qiara yang masih menunjukkan bekas menangis tadi.


"Kamu sungguh kasihan sekali!" David mencium mata Qiara. Pelan-pelan karena tidak mau mengganggu tidur Qiara. David juga tidak mau, kalau nanti Qiara mengetahui aksinya, yang mencuri ciuman dari Qiara.


"Aku pasti akan berusaha untuk membahagiakan kamu. Walaupun kamu sudah menikah, aku akan selalu menjadi Guardian Angel untuk kamu!" Satu kali lagi, David mencuri ciuman dari Qiara. Saat ini bibir Qiara yang menjadi sasaran David. Pelan tapi berkesan di hatinya.


Qiara yang sebenarnya hanya pura-pura tidur, merasa berdesir hatinya, saat menyadari bahwa David mencium dirinya kembali. Bibirnya dikulum oleh David dengan lembut. Tanpa Qiara sadari, dia membalas ciuman David yang lembut dan intens. Ciuman yang memabukkan bagi Qiara.


David yang sadar bahwa Qiara membalas ciuman yang dia lakukan, seakan lupa diri. Dia menaikan tubuhnya ke kasur Qiara. Niatnya akan melakukan hal lebih dari sekedar ciuman. Tapi David langsung terkejut saat melihat Qiara yang membuka matanya dan melotot ke arahnya.


"Apa yang akan kamu lakukan huh? Dasar pria mesum!" Qiara langsung memukul David dan mengejar David yang malah berlarian di kamar yang dia tempati.

__ADS_1


"Aku gak sengaja. Maafkan aku!" ucap David di sela-sela kejar-kejaran. David yang sudah kelelahan akhirnya menyerah dan membiarkan Qiara memukuli dirinya. Qiara yang terlalu bersemangat tanpa sadar kesandung dan dirinya jatuh ke kasar, tepat di atas tubuh David.


Saat hendak bangun, David malah mengunci tubuhnya dengan pelukan yang erat. David sudah bersiap akan mencium Qiara lagi, nafas Qiara sudah memburu. Bagaimana tidak? Posisinya saat ini sungguh membuat canggung.


David mencium Qiara lagi, sekarang lebih lembut lagi dari pada tadi. Qiara berusaha berontak, tetapi David memegang tengkuk David dengan kuat. Mau tidak mau Qiara hanya bisa pasrah dengan perbuatan David yang kurang ajar.


"Bibir kamu sangat manis, aku jadi candu tahu gak sih?" David mau mencium Qiara lagi. Tapi Qiara sudah lari dari atas tubuhnya. David yang kecewa lalu duduk di kepala ranjang Qiara.


"Ah.. kamu gak asyik deh!" protes David gak suka.


"Aku sudah punya suami, Ok! Jangan kamu berani macam-macam sama aku!" David lalu menarik nafas kesal. Ingat Qiara istri orang membuat dia frustasi. Jadi ingat lagi keinginan Grandfa, untuk menikahi Qiara.


"Pernikahan kamu cuma siri. Gak diakui oleh negara. Biar aku yang akan menikahi kamu secara sah!" Qiara merasa terkejut bukan kepalang.


"Dasar pria gila! Menikah sana sama Susan Kamu! Jangan coba-coba ganggu pernikahan aku sama Kevin!" Qiara jadi berang dengan niat David yang menurutnya aneh.


"Kamu kan, yang meminta aku bawa kamu ke sini. Apa kamu lupa?" David mendekati Qiara.


"Jangan mendekat!" Qiara yang melihat tatapan lapar David sudah ketakutan sendiri.


David memang sangat ingin menyentuh Qiara. Sudah seminggu dia berpisah dengan Susan. Itu artinya selama itu dia tidak menyentuh wanita. David memang bukan pria baik. Baginya hubungan badan dengan wanita di luar nikah adalah hal biasa.


"Jangan mendekati aku!" Qiara sudah ketakutan saat melihat David yang semakin dekat dengan dirinya. Namun sial, sekarang Qiara sudah berdiri di tembok, tidak ada ruang bagi dirinya untuk lari lagi. David yang sudah di dekatnya langsung tersenyum licik. Melihat ketakutan di mata Qiara, hatinya merasa senang.


"Aku berasa punya mainan baru," monolog David.


"Kamu pasti sudah berpikiran jorok yah?" David keluar dari kamar Qiara dengan terbahak-bahak.


Senang hatinya sudah ngerjai Qiara yang menurutnya sangat lucu dan menggemaskan.

__ADS_1


"Dasar pria gila!" Qiara langsung lari ke depan pintu. Menguncinya dan melarikan dirinya ke kasur. Berusaha untuk tidur. Tapi pikirannya tidak bisa di ajak kompromi. Ciuman David sampai sekarang masih membekas di hatinya.


"DASAR PRIA MESUM!" Teriak Qiara kesal.


__ADS_2