Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
46. Kevin Galau


__ADS_3

Hari ini Kevin sama sekali tidak bisa berkonsentrasi untuk menyelesaikan pekerjaannya pikirannya hanya tertuju kepada Qiara. Kevin sudah mendengar tentang lamaran yang diajukan oleh David untuk Qiara dan hatinya sungguh sangat merasa sedih merasa kehilangan tetapi Kevin tidak tahu harus melakukan apa.


"Aku berharap kamu bahagia Qiara! Walaupun bukan bersamaku tapi aku harap kamu dan anak kita bisa menemukan kebahagiaan yang Hakiki!" Kevin menyusut air matanya yang mengalir tanpa permisi.


" Tuan klien yang ingin menemui Tuhan sudah datang Apakah Tuhan sudah siap untuk menemuinya?" tanya sekretaris Kevin di ujung pintu. Kevin terhenyak dari lamunannya kemudian tersenyum ke arah sekretarisnya.


"Suruh mereka masuk aku sudah siap menerima mereka!"


Champion kemudian merapikan jasnya dan duduk menuju sofa sementara itu kliennya sudah datang dan mengucapkan salam kepada Kevin.


" Selamat siang Mister Smith Saya harap anda menikmati waktu anda di Indonesia!" ucap Kevin lalu mempersilahkan tamunya tersebut untuk duduk Kevin kemudian memerintahkan sekretarisnya untuk menyediakan minuman serta cemilan.


"Baiklah, Tuan!" sekretarisnya lalu keluar.


Sekitar tiga jam mereka terlibat dalam rapat dan pembicaraan mengenai bisnis yang akan mereka kerjakan bersama Kevin sedang merencanakan untuk invansi ke Amerika dan Mr.Smith ini adalah rekanan yang akan membantu Kevin melakukan rencananya tersebut.


Baiklah Kevin senang bekerja sama dengan anda akan kami tunggu proposal anda Semoga kita bisa kerjasama dengan baik ya!" kemudian Kevin mengantarkan kliennya sampai pintu ruangan nya.


Kevin kembali diam setelah semua kesibukan itu berlalu, hati Kevin kembali sepi dan sunyi. Kevin menata foto pernikahannya bersama Qiara hanya sebuah foto sederhana, ketika dirinya menikah secara agama bersama seorang ustad yang dikenal oleh Kevin.


" Setelah kehilanganmu baru terasa betapa pentingnya kamu apakah kamu juga pernah memikirkan aku Qi?" Kevin terus bermonolog.


tanpa terasa waktu terus bergulir waktu pulang pun David masih saja melamun hingga akhirnya David memutuskan untuk kembali ke panthousenya kembali ke sunyian. Mengusik relung hatinya. Sementara di luar hujan semakin deras sama seperti hati Kevin yang saat ini sedang pilu dan galau merindukan Qiara beserta anaknya.


David menatap keluar jendela menikmati suara rintikan hujan ya Ada banyak cerita di balik hujan ada banyak Kerinduan di balik hujan dan kini Kevin menatap hujan seakan sedang mencemooh dirinya yang lebih memilih menangis seorang diri daripada memperjuangkan kekasihnya yang kini telah direbut oleh pria lain.

__ADS_1


Kevin menciptakan sebuah puisi untuk dirinya yang saat ini kesepian dan kesunyian


hujan


kala rintiknya jatuh di atas genting-genting


Di sana tersimpan hati yang patah


Entah berapa lama Kesunyian itu


Akan merengkuh jiwaku


Kupanggil namamu


Di setiap hembusan nafasku


Tetapi aku pun sadar


Bahwa aku tidak bisa hidup tanpamu


Wahai hujan


Sampaikanlah kerinduanku


Untuk Kekasihku yang aku cintai

__ADS_1


Kevin menghelan nafas dalam-dalam ya sejak saat itu David menjadi seorang puitis yang menemani hari-harinya dalam kesepian dan duka.


"Kevin, apa kamu lupa, kalau kamu memiliki janji temu dengan Stella? Aduh, kamu ini sungguh keterlaluan! Membuat anak gadis orang menunggu sampai dua jam!" tiba-tiba Mamah Kevin sudah masuk ke ruangan Kevin. Kevin menghembuskan nafas kasar. Malas mendengar ocehan Mamahnya yang judulnya selalu sama setiap hari.


"Berapa kali Kevin bilang, Kevin tidak mau di Jodohkan! Kevin ini sudah trauma, Mah! Kevin hanya ingin sendiri. Melewati hidup Kevin! Kevin tidak butuh wanita!" ucap Kevin geram. Mamahnya Kevin langsung mengeluarkan bair matanya. Ah, sandiwara yang sudah di hapal oleh Kevin di luar kepala.


"Lebih baik mamah pulang! Kevin sudah cape kerja seharian! Kevin mau istirahat, Mah!" Kevin lalu memegang bahu mamahnya dan membimbing mamanya untuk keluar dari kamarnya. Setelah itu Kevin nengunci pintu kamarnya, tidak memperdulikan teriakan mamahnya sama sekali. Sampai akhirnya Mamanya merasa kesal dan pergi meninggalkan Panthouse milik Kevin.


" Dasar anak nggak tahu di untung! Diurusin sama orang tuanya, bukannya berterima kasih, malah marah-marah! Coba mau lihat bagaimana dia melanjutkan hidupnya setelah ditinggal pergi oleh istrinya!" mamahnya Kevin kemudian pulang ke rumah dengan misuh-misuh.


Kevin kembali ke dalam keheningan hidupnya menelisi kembali masa lalunya mengingat kembali segala kenangannya tetapi tetap saja Kevin tidak bisa menemukan ketenangan, ada rasa rindu kepada istri dan anaknya yang kini telah direbut oleh David.


Sementara itu di kediaman Atmajaya mamanya Kevin marah-marah kepada sang suami yang tampak cuek dengan nasib anaknya semata wayang.


" Papa ini kenapa sih? Kayaknya nggak pernah mikirin kebahagiaannya Kevin! Sekali-kali, Papa tuh harus mikir dong Pah! Anak kita tuh kasihan! Setiap hari kerjanya cuma melamun nggak jelas. Kerjaan semuanya terbengkalai! Hah entah apa yang harus kita lakukan ke depannya! Mama nggak tega Pah! Melihat Kevin terus bersedih meratapi nasib cintanya yang kandas!" Papanya Kevin hanya memutar bola malas sudah pusing dengan ocehan istrinya yang seakan tidak ada lelahnya.


"Penderitaan Kevin itu kan adalah buah dari hasil perbuatan Mama! Kalau seandainya dulu, Mama tidak banyak tingkah, tidak banyak gaya, dan tidak banyak menuntut! Sampai sekarang mungkin Kevin Masih bersama dengan Qiara dan memiliki kehidupan yang bahagia bersama cucu kita!" telinga mamahnya Kevin rasanya panas selalu saja mendapatkan cibiran yang sama selalu saja mendapatkan teguran yang sama.


"Semua itu masa lalu, Pah! Kenapa sih, nggak bisa dilupakan? Mama tuh udah nyesel banget melepaskan emas demi sebongkah batu! Bisa stop nggak sih, Pah? Membahas itu lagi? Mama tuh jadi sakit hati tau nggak sih merasa ditipu oleh keluarganya Susan!" ucap istrinya dengan wajah merah padam.


Ayahnya Kevin memilih untuk pergi ke kamar tidur dan menutup matanya daripada mendengarkan ocehan istrinya yang nggak ada habisnya.


Sementara itu di Meksiko Pak Andi Pratama dan bu Melinda sudah bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta. Karena pekerjaan begitu banyak yang menumpuk setelah ditinggalkan selama beberapa bulan oleh Pak Andi Pratama dalam rangka menemani anak dan cucunya.


"Papa dan Mama harus hati-hati ya! Jaga kesehatan! Nggak boleh terlambat makan, nggak boleh terlambat istirahat! Pokoknya harus jaga kesehatan biar kita bisa bertemu lagi!" pesan Kiara sebelum kedua orang tuanya meninggalkan Meksiko.

__ADS_1


" Iya sayang kamu nggak usah khawatir! Papa dan Mama pasti jaga kesehatan! Kamu juga harus ingat, kamu juga harus menjaga dirimu dan juga cucu mama dan papa!" akhirnya setelah diantarkan oleh Kiara dan David Pak Andi Pratama dan istrinya terbang ke Jakarta menggunakan jet pribadi milik Atmajaya Group.


Qiara kembali ke Mansion miliknya dan David kembali ke kediamannya. Dua insan yang sedang mabuk asmara itu masih menjaga dirinya untuk tidak tergoda hubungan free ***, walaupun hal itu sangat lumrah dan biasa, mengingat Meksiko egara liberal dan bebas.


__ADS_2