
Setelah mereka berdua selesai sarapan, mereka langsung berangkat ke rumah sakit untuk menjenguk Arjun.
"Bagaimana keadaan kamu sekarang?" tanya Kevin ketika dia sudah bertemu dengan Arjun.
Arjun menatap Kevin dengan lekat. Dia sebetulnya ingin bertanya tentang keadaan ayahnya saat ini, tetapi rasa gengsi lebih besar daripada rasa penasarannya.
"Kamu jangan khawatir dengan ayahmu! Dia sudah baik-baik saja sekarang. Dia sudah kembali ke Amerika. Kemarin ayahmu dijemput oleh istrinya!" ucap Kevin memberi tahukan apa yang terjadi dengan ayahnya Arjun saat ini. Kevin seakan mengerti apa yang diinginkan oleh sahabatnya.
"Aku tak peduli dengan dia! Bagaimana dengan pernikahanmu? Apakah kau merasa bahagia?" tanya Arjun dengan cuek.
Kevin paling mengenal sahabatnya itu. Walaupun Arjun terkesan cuek. Tetapi dia adalah sahabat terbaiknya yang selama ini selalu mendampinginya dalam suka dan duka.
"Apakah kau akan marah kepadaku? Kalau aku menghubungi Santi untuk datang ke sini?" tanya Kevin dengan hati-hati.
Kevin sangat tahu, kalau saat ini hubungan Arjun dengan Santi sedang bermasalah. Walaupun dia tidak mengerti masalah apa yang terjadi di antara mereka secara mendetail. Tetapi Kevin tahu, bahwa Arjun mencintai Santi.
"Kedua orang tua Santi hanya menginginkan untuk menjadi besan dari Prawira Group! Bukan ingin menjadi mertuaku!" ucap Arjun dengan suara yang begitu memilukan.
"Siapa yang mengatakan hal seperti itu?" tiba-tiba saja kedua orang tua Santi dan Santi sudah berada di ruangan perawatan Arjun.
"Apa yang Anda lakukan di sini?" tanya Arjun dengan panik.
Arjun tidak menyangka, bahwa ternyata kedua orang tuanya Santi dan juga Santi kini sudah berada di ruangannya.
"Kami tidak pernah mengharapkan untuk berbesanan dengan Prawira group. Yang di cintai oleh anak kami adalah kamu, Arjun! Kenapa kamu tidak bisa memahami hal seperti itu?" tanya ayahnya Santi sambil menatap tajam kepada Arjun.
Arjun tampak menundukkan kepalanya. Tidak berani untuk menatap kedua orang tuanya Santi. Santi langsung mendekati Arjun dan menggenggam tangannya.
"Aku tidak peduli sama sekali kau seorang Arjun yang hanya seorang asisten ataukah seorang Arjun Prawira yang seorang konglomerat. Aku tidak peduli sama sekali! Arjun hanya kau yang aku cinta. Aku mencintai kamu secara pribadi. Bukan apa yang menyertaimu saat ini!" ucap Santi dengan berderai air mata.
__ADS_1
"Apakah yakin? Apakah kau tidak akan menyesal, kalau ternyata aku tidak akan mewarisi apapun dari keluargaku?" tanya Arjun kembali seakan mengkonfirmasi perasaan Santi kepadanya.
"Aku sangat yakin! Aku tidak akan pernah menyesali keputusan yang sudah aku ambil!" ucap Santi kemudian memeluk Arjun dengan penuh kerinduan.
Orang yang hadir di kamar itu, sampai merasa malu melihat kemesraan mereka berdua.
Tiba-tiba saja, Kevin mengeluarkan sebuah cincin dari dalam saku celananya dan Kevin menyerahkannya kepada Arjun.
"Ini adalah hadiah dari kami berdua untuk hubungan kalian. Semoga dengan ini, kalian bisa memulai hubungan yang manis dan indah sehingga memiliki keluarga yang bahagia!" ucap Kevin kemudian menyerahkan cincin itu kepada Arjun.
Arjun tersenyum kepada Kevin dan dia juga mengucapkan terima kasih karena sudah menyiapkan cincin untuk lamarannya kepada Santi. Memang hanya Kevinlah yang selalu mengerti tentang Arjun sahabat sejatinya.
Walaupun nanti di masa depan, akan terjadi banyak konflik di antara keduanya. Karena salah paham dan berbagai macam hal yang merenggangkan hubungan mereka berdua.
Arjun menerima cincin yang diberikan oleh Kevin. Kemudian dia menatap Santi yang kini matanya telah berkaca-kaca. Terharu sekali.
Kedua orang tua Santi tampak bahagia, ketika mereka melihat Arjun yang langsung melamar putri mereka berdua.
"Aku menerima lamaranmu Dan aku berjanji akan selalu menjadi istrimu yang terbaik!" ucap Santi dengan senyum bahagia.
Setelah prosesi lamaran yang terlihat begitu sederhana. Akhirnya mereka memutuskan untuk segera langsungkan pernikahan keduanya.
Setelah pernikahan mereka berdua, Arjun kemudian diminta oleh mertuanya untuk membantu di perusahaan mereka.
Tetapi Arjun menolak tawaran itu. Arjuna lebih baik untuk membangun perusahaan miliknya sendiri daripada harus bergabung dengan perusahaan milik mertuanya.
"Kenapa kau menolak untuk membantu ayah? Ayah sudah tua dan hanya Santilah anak kami berdua. Kau adalah suaminya. Ayah rasa, sudah selayaknya kalau kau meneruskan perusahaan kami!" ucap ayahnya Santi.
Ayah mertuanya Arjun terus berusaha untuk membujuk Arjun. Untuk mau mengelola perusahaannya. Karena dia ingin pensiun. Sudah merasa lelah dengan dunia bisnis dan ingin menikmati masa tuanya.
__ADS_1
"Ayah bisa menyerahkannya kepada Santi! Anak kalian berdua! Saya tidak mau untuk mengelola perusahaan kalian! Kalau saya mau sebuah perusahaan, saya pasti bisa membangun perasaan saya sendiri!" ucap Arjun dengan tegas menolak permintaan dari mertuanya.
Hal itu malah membuat ayahnya Santi merasa lebih kagum dengan prinsip hidup Arjun.
"Baiklah, ayah akan memberikan perusahaan ini kepada Santi. Kau bisa membantu istrimu, karena kau jauh lebih ahli dalam masalah bisnis!" ucap ayahnya Santi.
Santi yang tanpa sengaja tengah melihat percakapan antara ayahnya dan suaminya. Kini dia tambah kagum kepada Arjun.
Perasaan cinta Santi terhadap Arjun sekarang meningkat pesat berkali-kali lipat.
"Ayah sudah lihat bukan? Arjun itu seorang pria hebat!" ucap Santi ketika dia sudah berhadapan dengan ayahnya.
"Ya, kau tidak salah memilih seorang suami! Arjun memang seorang laki-laki terhormat. Ayah bangga sekali ke padamu karena kau telah menemukan laki-laki yang tepat untuk menjadi pendamping hidupmu!" ucap ayahnya Santi memuji Arjun.
Kemudian perusahaan itu diserahkan kepada Santi sebagai CEO. Dan kedua orang tua Santi pun kemudian meninggalkan Indonesia pergi berkeliling dunia menikmati masa tua mereka.
Santi benar-benar serius dalam usahanya untuk mengembangkan perusahaan yang diberikan oleh ayahnya kepada dirinya. Dia belajar banyak dari Arjun, suaminya yang sangat pintar dan mahir dalam berbisnis.
Perusahaan yang dirintis oleh Arjun pun, kini sudah mulai berkembang dan perusahaan mereka bekerja sama dengan Kevin dalam segala hal dan segala aspek.
Tiba-tiba, pagi itu, Santi tampak muntah muntah. Akhirnya Arjun membawa istrinya ke rumah sakit.
"Selamat ya, Tuan! Karena anda sebentar lagi akan menjadi seorang ayah!" ucap Dokter yang sedang memeriksa Santi hari ini.
"Maksudnya?" tanya Arjun masih bingung.
"Istri anda sedang hamil, usia kehamilan sudah masuk bulan ketiga! Anda harus berhati-hati dalam menjaga istri Anda. Karena trimester Pertama itu sangat rawan sekali!" ucap Dokter itu berpesan kepada Arjun.
Arjun sangat bahagia sekali mendengarkan kabar tersebut. Yang mengatakan bahwa dirinya sebentar lagi akan mencari seorang ayah. Arjun langsung memeluk dan mencium Santi. Mengekpresikan rasa syukurnya karena akan menjadi seorang ayah.
__ADS_1