
Qiara menatap David dengan intens ada perasaan bangga dalam dirinya terhadap laki-laki yang telah melamarnya tadi malam. Kalau laki-laki lain, pasti akan memanfaatkan keadaan dirinya yang sedang mabuk tersebut.
Tetapi David berhasil menahan dirinya untuk tidak berbuat macam-macam terhadap Qiara itulah yang membuat Qiara semakin yakin untuk menerima dan menikah dengan David. Qiara merasa beruntung karena dipertemukan dengan laki-laki sebaik David.
Entah apa yang akan dipikirkan oleh Qiara setelah mengetahui segala hal buruk yang telah dilakukan oleh David demi mendapatkan dirinya. Apakah Qiara masih bisa merasa beruntung ketika mengetahui bahwa David sudah memberikan banyak kerugian dan telah memberikan banyak rasa sakit kepada Kevin hanya untuk membuat Kevin melepaskan dirinya.
" Ayo kita pulang Kenzo pasti sudah menunggu kita" ucap David sambil menatap wajah Qiara dengan penuh cinta. Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi David selain hidup bersama dengan Qiara.
" Baiklah Ayo kita pulang!" ucap Qiara.
David menggenggam tangan Qiara dengan erat. Senyuman tidak pernah terlepas dari bibirnya. Perasaan bahagia itu begitu besar sehingga membuat David lupa diri dan kehilangan kewaspadaan.
Tiba-tiba terdengar suara tembakan yang menuju ke arah dirinya dan Qiara. David yang dalam keadaan panik segera membawa Qiara masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Di belakang mereka beberapa mobil hitam mengejar David.
" Halo Sunar di mana pasukanmu? Cepatlah datang ke sini ada beberapa mobil yang mengejarku dan menembakiku! Cepatlah situasi di sini sangat berbahaya!" ucap David sambil terus menyetir mobilnya mengarahkan mobilnya ke pinggiran kota untuk menghindari banyak korban karena tembakan dari para pengejarnya.
" Dav, Aku takut! Siapa mereka? Kenapa mereka terus saja menembaki kita dan mengejar kita?" tanya Qiara ketakutan.
"Tenanglah aku ada di sini bersama kamu! Kamu nggak usah khawatir! Aku akan menjagamu. Sebentar lagi Sunar dan beberapa pasukannya akan datang membantu kita kita pastikan selamat yang khawatir oke?" David mengelus telapak tangan Qiara sambil fokus menyetir.
Untung saja mobil yang dikendarai oleh David adalah mobil anti peluru sehingga beberapa peluru yang diarahkan kepadanya selalu meleset tidak mengenai dirinya dan Qiara.
Dari spion dapat David lihat, di kejauhan terdengar beberapa mobil menuju ke arah mereka. David merasa sangat lega karena dia tahu itu adalah pasukan Sunar yang datang untuk membantu dirinya.
__ADS_1
" Tenanglah Sunan dan beberapa pasukan sudah datang kita pasti akan selamat kamu jangan takut oke?" setelah pasukan Sunar datang para penyerang itu akhirnya menyerah dan meninggalkan David.
" Maafkan kami Bos, karena sudah teledor dan ceroboh meninggalkan Bos seorang diri di dalam hotel!" ucap Sunar merasa ketakutan.
"Sudahlah lupakan hal seperti itu, yang penting sekarang kita sudah selamat! Ayo kita kembali ke markas, kita selidiki siapa orang yang sudah berani melakukan hal seperti ini kepadaku! Ayo jangan sampai mereka lepas dari tanggapan kita!" David lalu masuk ke mobilnya dan melaju ke markas besar mereka.
Sunar dan berapa anak buahnya mengawal David dari belakang menjaga bosnya dari segala marabahaya. perasaan David tenang dengan adanya Sunar di sisinya selama ini sunnah selalu berhasil menjaganya.
Sunar adalah pasukan terpilih dengan berbagai keahlian yang dimilikinya. Sunar adalah andalan terbaik yang dimiliki oleh David selama kepemimpinannya dalam organisasi mafia di Meksiko.
"Siapa mereka tadi Dav? Kenapa mereka berusaha untuk membunuh kita?" tanya Qiara sudah mulai tenang.
"Aku juga tidak tahu, kami akan menyelidikinya setelah kami tahu, kami pasti akan membalas perbuatan mereka ini yang sudah lancang membuatmu merasa ketakutan!" ada kilat kemarahan di mata David.
" Tenanglah aku pasti akan melindungimu! Kamu jangan takut lagi!" David berusaha menenangkan Qiara.
" Tapi mereka itu siapa, David?" tanya Qiara lagi.
" kemungkinan mereka adalah anak buah dari musuh organisasiku! Kamu tidak usah khawatir hal ini tidak akan terjadi lagi ini. Memang ini adalah kecerobohanku karena tidak menempatkan beberapa pengawal diantara kita!"
Setelah sampai ke markas, David mengantarkan Qiara ke kamar untuk beristirahat. "Kamu istirahat ya, aku ada ralat sebentra, membahas masalah tadi. Tidurlah!" David lalu meninggalkan Qiara seorang diri.
Sementara dirinya, Sunar dan beberapa anak buahnya langsung menuju ke tempat rapat dan merundingkan apa yang akan mereka lakukan untuk membalas penyerang yang sudah membuat David mengalami sedikit cidera.
__ADS_1
"Bos tampaknya mereka itu anak buahnya Markus! Bos ingat kan, kemarin malam anak buah kita telah menghajar seorang anak buah Markus yang berani menjual narkoba di bar kita!" ucap Sunar sambil memperlihatkan beberapa video kejadian kemarin malam.
"Selidiki dengan benar Sunar masalah ini! Jangan asal ambil keputusan! Ingat tidak boleh gegabah! ini menyangkut tentang nyawa!" perintah David.
Setelah memberikan beberapa instruksi kepada anak buahnya, David lalu kembali ke kamar di mana Qiara sedang menunggu dirinya.
"Qiara, ayo kita makan dulu. Sejak pagi kita belum makan!" Qiara yang melihat kehadiran David langsung berlari dan memeluk David. Qiara masih ketakutan.
"Tenanglah, sayang! Kita akan baik-baik saja! Tempat ini aman, keamanan tingkat tinggi. Kamu jangan takut. Aku pasti akan melindungi kamu!" David mencium kening Qiara. Mereka lalu pergi ke ruang makan, disana chef yang di pekerjakan oleh David sudah menyiapkan beberapa makanan kesukaan Qiara. Tentu setelah mendapat perintah dari David.
" Makanlah, jangan takut!" ucap David.
"Aku memikirkan Kenzo! Apakah dia baik-baik saja disana?" Qiara melihat ke arah David.
Setelah makan, David mengajak Qiara ke ruang kerjanya. David lalu menghidupkan sebuah layar besar yang ada di sana. Seketika muncul Kenzo yang saat ini sedang asyik bermain dengan mamahnya Qiara dan juga Andi Pratama, ayahnya Qiara. Mereka berdua memutuskan untuk tinggal bersama Qiara di Meksiko.
Mereka tidak ingin berpisah dengan anak dan cucu mereka. Mereka ingin menghabiskan masa tua bersama dengan Qiara dan Kenzo.
Qiara merasa tenang setelah melihat keadaan kedua orang tuanya dan anaknya sekarang, aman dan sehat. "Apakah kamu selalu mengawasi manstion ku?" tanya Qiara.
"Sayang, Aku melakukan hal ini demi menjaga keamananmu dan keluargamu. Aku ingin memastikan bahwa kamu aman, hanya itu saja tujuanku tidak ada hal yang lainnya!" ucap David sambil mengelus pipi Qiara.
" Baiklah tidak usah tegang aku percaya dengan kamu!" Qiara menyenderkan kepalanya di bahu David.
__ADS_1
"Aku sangat bahagia, Karena saat seperti ini datang di antara kita. Apa kamu tahu? Sudah lama aku menunggu hal ini!" ucap David sambil mencium kening Qiara.