Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
34. Kevin Melihat Qiara


__ADS_3

"Kenapa kamu menangis?" tanya David heran.


"Terima kasih atas segalanya!" ucap Qiara dengan tulus. David melihat mata Qiara menatap dirinya dengan sendu. David mencium kening Qiara.


"Qi, jangan pernah meragukan cintaku buat kamu. Kamu harus yakin, bahwa aku akan selalu ada buat kamu dan anak kita!" ucap David.


"Stop buat bilang ini anak kita! Anak ini milikku dan Kevin. Jangan merusak nama baik kingford hanya demi aku. Itu gak adil, David!" ucap Qiara tersedu-sedu.


Pengaruh hormon kehamilan seperti nya, yang mempengaruhi perasaan Qiara, sebentar sedih, sebentar bahagia. Qiara selalu ingat peran David dalam hidupnya selama tinggal di Meksiko ini. David yang pontang panting ketika dirinya malam-malam ngidam dan ingin makan sesuatu.


David memberikan kedamaian dalam hidup Qiara di saat hatinya sakit karena pengkhianatan Kevin.


Bahkan, orang di sekitar Qiara saat ini, mereka berpikir bahwa David adalah suami Qiara dan ayah Baby-nya. David tidak pernah mengklarifikasi semua kesalahan tersebut, tetapi malah menikmati hal tersebut. Dasar aneh!


"Qi, buat aku, kingford gak penting sama sekali, buat aku, kamu segalanya! Tolong percaya sama aku! Please!" ucap David masih belum menyerah juga. Qiara menatap dalam ke manik mata David.


Ya, Qiara dapat melihat cinta di mata David. Tapi dirinya sungguh tidak tahu harus bagaimana. Statusnya sebagai istri Kevin, masih menggantung hingga saat ini. Orang tuanya sudah mengatur suatu kondisi agar dirinya bisa kembali ke Indonesia dengan identitas baru, tapi hal itu tidak bisa menghapus status Qiara sebagai seorang istri. Walaupun hanya istri siri, tapi di mata agama itu sah, dan Qiara tidak mau mempermainkan hati David dengan harapan palsu.


"Aku akan mengatur perceraian kamu sama Kevin. Begitu anak kita lahir, aku akan urus itu. Jadi kita bisa menikah tanpa hambatan." David seakan paham pikiran Qiara.


"Ayo kita jemput orang tuaku, katanya mereka sampai hari ini!" ucap Qiara, tapi David malah menggeram kesal, membuat Qiara terheran-heran.


"Kau kenapa?" tanya Qiara.

__ADS_1


"Orang tuamu mengacaukan rencana ku!" ucap David sambil tersenyum licik.


"Rencana apa?" tanya Qiara lagi.


"Rencana untuk tinggal sama kamu di apartemen. Semua gagal kalau orang tua kamu di sini!" ucap David lesu. Qiara tersenyum melihat David yang tampak frustasi.


"Kamu ada-ada aja!" Qiara memukul lengan David karena gemes dengan kelakuan dia.


Tapi David malah menangkap tangan Qiara dan menciumnya dengan lembut. Qiara merasa hatinya berdebar. Ah, jangan katakan bahwa Qiara telah jatuh dalam pesona seorang David kingford!


Setelah sampai Bandara, Qiara menyambut kedatangan kedua orang tuanya. Kebetulan hari itu juga di jadwalkan Kevin juga terbang ke Meksiko dalam rangka pembangunan hotel baru di bawah kepemimpinan dirinya. Kevin dan Arjun menaiki pesawat komersial biasa. Maklum saja, Kevin harus memulai semuanya dari nol, setelah di usir dari keluarga besarnya , gara-gara bercerai dengan Susan. Keluarga Kevin memang aneh!


Kevin hari itu pergi berdua dengan Arjun, dari kejauhan Kevin sudah melihat Qiara dan David, hanya saja masih ragu. Apakah wanita itu benar-benar Qiara. Keheranan Kevin bertambah saat melihat wanita yang mirip dengan Qiara itu menyambut kedatangan Andi Pratama dan istrinya.


Qiara dan David juga sudah masuk ke dalam mobil mereka, bersama Pak Andi dan Bu Melinda. Arjun mengikuti mobil David secara hati-hati, khawatir tertangkap kalau mereka menguntit.


Pasal penguntitan lumayan ribet. Kalau sampai di laporkan. Arjun ingin menghindar dari masalah. Apalagi keperluan mereka datang ke Meksiko demi pembicaraan bisnis dan pembangunan hotel baru perusahaan Kevin. Arjun tidak ingin gegabah.


Saat Qiara keluar dari mobil David, hati Kevin sudah mencelos, kemarahan dan rindu bercampur jadi satu. Pertanyaan dalam hati Kevin begitu banyak. Mulai dari penemuan mayat yang katanya adalah Qiara, dilihat dari pakaiannya dan jepit rambut milik Qiara tentu saja. Itulah yang saat ini berkecamuk dalam pikiran Kevin.


"Arjun, kamu ingat-ingat tempat ini, suruh seorang detektif untuk menyelidiki orang-orang tadi." perintah Kevin lalu menyuruh Arjun untuk pergi ke hotel tempat dia akan tinggal selama di Meksiko.


"Tampaknya anakku akan segera lahir, aku berharap semog aku akan bisa menemani Qiara di saat dia melahirkan anak kami nanti! Anakku laki-laki atau perempuan, ya? Aku sangat penasaran!" Kevin terus bermonolog sendiri.

__ADS_1


Sepanjang malam, Kevin tidak bisa tidur sama sekali. "Kenapa Qiara bersama dengan David, kelihatan tadi bahwa Qiara datang bersama David dan menjemput Pak Andi dan Bu Melinda. Sepertinya banyak misteri yang tidak aku ketahui selama ini!" David terus bermonolog dengan dirinya sendiri. Mencoba mencari jawaban atas masalah hidup nya saat ini.


Walaupun Qiara sudah pergi meninggalkan dirinya lebih dari tujuh bulan, tapi Kevin masih ingat setiap detail tentang istri sirinya tersebut.


"Aku yakin, bahwa perempuan di bandara tadi adalah Qiara. Yang aku heran, kenapa Qiara bersama dengan David? Bukankah David itu kekasihnya Susan?" sungguh ruwet pikiran Kevin saat ini. Dibukanya ponselnya, mencoba menghubungi nomor Qiara, tapi masih tidak aktif.


"Qiara seperti nya ganti nomor! Aku harus mengetahui, kapan anakku akan lahir. Besok aku akan memastikan semuanya. Aku gak boleh diam saja." dengan keputusan itu, Kevin akhirnya tidur juga dengan nyenyak.


Ada perasaan bahagia karena mengetahui Qiara masih hidup. Tapi ada perasaan kecewa karena mengetahui Qiara sekarang bersama David. Hati Kevin sungguh panas sekali karena rasa cemburu.


Sementara itu, di apartemen Qiara.


"Papah sama Mamah kenapa repot datang jauh-jauh kesini?" tanya Qiara sambil mempersilahkan orang tuanya untuk istirahat.


"Papah mana tega membiarkan kamu melahirkan seorang diri? Kami ingin melihat kelahiran keturunan Pratama. Apa kamu keberatan?" tanya Andi sambil mengelus perut Qiara.


"Tidak, Papah! Qiara bahagia dengan kedatangan Kalian, hanya saja, kalian pasti lelah dengan perjalanan panjang ini!" ucap Qiara dengan wajah sendu. Melinda memeluk putrinya yang tercinta.


"Anak mamah, kami tidak lelah, Kami bahagia karena akan menyambut anggota baru Keluarga Pratama. Jangan khawatir dengan kami. Fokus dengan kehamilan kamu saja. Ok?" ucap Melinda merasa bahagia saat melihat bayi di kandungan Qiara bergerak-gerak.


"Anakmu kayanya bahagia dengan kedatangan Oma sama Opa nya!" ucap David yang masih sibuk menyiapkan makan malam bagi mereka.


"David, duduklah, biarkan itu di urus bibi. Kamu seharian ini melayani semua kebutuhan aku. Apa kamu tidak lelah, huh?" tanya Qiara sambil melambaikan tangannya agar David mendekati dirinya dan duduk bersama orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2