Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
73. Perang


__ADS_3

David langsung memanggil Sunar ke kamarnya. David ingin memberikan perintah untuk memberikan pelajaran kepada Kevin. Yang sudah mempengaruhi pikiran Qiara untuk membatalkan pertunangan dengannya.


"Pastikan semuanya rapi dan aku tidak mau ada jejak sama sekali!" ucap David dengan amarah yang memuncak di hatinya.


"Siap, Tuan!" ucap Sunar, kemudian dia keluar dari ruangan tuannya. Segera mengumpulkan anak buahnya untuk melaksanakan perintah majikannya.


Sementara itu Qiara terus mondar-mandir di kamarnya merasakan khawatir dengan keselamatan Kevin saat ini.


"Aku harus memperingatkan Kevin. Harus memperingatkan yang untuk berhati-hati!" ucap Qiara. Kemudian Qiara mengambil ponsel rahasianya untuk bisa menghubungi Kevin. Qiara harus selalu waspada dengan apapun saat ini.


"Halo Kevin ini aku, Qiara. Aku hanya ingin memperingatkan kamu untuk selalu berhati-hati. Bawalah beberapa bodyguard bersamamu. Karena mungkin David akan membuat perhitungan denganmu!" ucap Qiara dengan cemas.


"Memangnya kenapa David, ingin membuat perhitungan denganku bapak ada masalah?" tanya Kevin tampak bingung.


Qiara menarik nafas dalam-dalam, kemudian menghempaskannya. "Itu karena aku minta membatalkan pertunangan kami, dan David sangat marah dia tidak ingin aku melakukan itu!" jawab Qiara dengan terbata-bata.


"Apakah itu benar kalau kau telah membatalkan pertunanganmu dengan David? Apakah itu artinya kau lebih memilih untuk bersamaku?" tanya Kevin dengan antusias.


"Aku tidak tahu, apakah aku memilih kamu atau tidak. Aku hanya tahu, bahwa aku takut dengan David. Dia selalu mengawasiku tidak bisa membuat aku bernafas dengan lega!" ucap Qiara dengan terisak.


"Baiklah aku akan mengirimkan beberapa Bodyguard, untuk menjagamu di sana. Kau jangan khawatir!" ucap Kelvin dengan sangat senang sekali mendengar berita tersebut.


"Jangan khawatir tentang aku disini. Anak buah Ayah juga mengawasi rumah dan kediaman kami. Kau pikirkanlah tentang keselamatanmu sendiri dan keluargamu!" ucap Qiara.


Panggilan telepon pun diputuskan oleh Qiara dan dia pun bersiap-siap untuk menerima segala konsekuensi atas keputusan yang sudah dia buat.


"Bagaimana sekarang perasaanmu Qiara?" tanya ayahnya.

__ADS_1


"Saya baik, Pah!" jawab Qiara.


"Lalu apa yang mengganggu pikiranmu saat ini?" tanya ayahnya cemas.


"Saya sedang pusing dan memikirkan tentang keselamatan Kevin dan juga keluarga dia. Saya tahu karakter David selama ini. Dia pasti tidak akan melepaskan hal ini begitu saja!" ucap Qiara penuh dengan kecemasan.


Jangan khawatir. Ayah akan mengirimkan anak buah Ayah juga, untuk berjaga di kediamannya Kevin!" ucap Ayahnya Qiara.


"Kevin bilang tidak usah memikirkan hal itulah. Yang kita perlu lakukan saat uni, lebih baik untuk memperkuat pertahanan di sini saja. Karena takutnya nanti David berbuat nekat dan berbuat aneh-aneh!" ucap Kiara tampak ketakutan.


"Bagaimana bisa, kau selama ini hidup begitu lama dengan manusia menakutkan seperti David!" ucap ibunya Qiara.


Ayahnya Qiara menatap kepada istrinya dan berusaha menenangkannya. "Sudahlah yang penting kan sekarang sudah diketahui, tentang kejahatan di david selamanya ini." ucap suaminya sambil menggenggam tangan istrinya.


"Selama ini David selalu menutup segala informasi kepada Qiara dan dia selalu membuat Qiara tidak tahu apapun!" ucap Qiara dengan sedih.


"Ya sudah, yang penting sekarang kamu sudah terbuka mata hatinya dan bisa melihat semuanya dengan baik!" ucap ibunya.


"Apakah semuanya sudah siap? Kirimkan 10 sampai 20 orang bodyguard ke kediaman pratama. Untuk menjaga keamanan di sana. Jangan sampai Qiara dan Putraku diculik oleh David!" perintah Kevin dengan tegas.


Sementara itu beberapa Bodyguard yang sudah siap pun mulai diberangkatkan ke kediaman Pratama. Sisanya ada sekitar 40 orang yang berjaga di kediamannya Kevin.


Kalau orang melihat persiapan di kediaman Atmajaya, pasti mereka mengira bahwa akan ada perang di rumah itu. Karena begitu banyaknya para bodyguard dengan senjata lengkap sudah bersiap di kediaman itu.


Keluarga Kevin, yang lain sudah diungsikan ke luar negeri oleh Kevin. Sejak dia mendapatkan berita dari Qiara tentang pemutusan pertunangan antara Qiara dengan David. Hal itu dilakukan demi keamanan mereka semua.


Kevin sangat mengenal kekuatan David, yang seorang mafia dan selalu bersikap kejam terhadap musuh-musuh mereka.

__ADS_1


"Apakah semuanya sudah siap, Arjun?" tanya Kevin dengan gagah berani, demi memperjuangkan cintanya kepada Qiara.


"Kami sudah siap tinggal menunggu perintah!" ucap Arjun.


"Perintahkan mereka untuk selalu waspada. Serangan bisa datang kapan saja!" ucap Kevin.


Hari itu Kevin sengaja tidak berangkat ke kantor, karena khawatir dengan keselamatannya. Jadi dia berdiam di kediamannya dengan perlindungan para Bodyguard yang dia sewa dari jasa keamanan di ibu kota jakarta.


Tepat pada pukul 10.00 malam terjadi baku tembak di kediaman tersebut. Tampak beberapa puluh orang anak buah David menyerang kediaman Kevin. Kevin langsung menghubungi pihak kepolisian untuk membantu kediamannya yang diserang oleh para mafia tersebut.


Para mafia langsung kocar-kacir begitu mendengarkan suara sirine polisi. Baku hantam terjadi selama 2 jam lebih dan telah menghancurkan fasilitas di kediaman Atmajaya. Banyak anak buah Kevin maupun David yang terluka.


Bagi anak buah David yang masih bisa dibawa pergi, mereka usahakan untuk selamatkan. Tetapi yang terluka parah langsung ditembak di tempat, oleh mereka agar tidak membocorkan rahasia organisasi.


Suasana malam itu betul-betul mencekam. Banyak mayat yang bergelimpangan di sana. Tetapi setidaknya Kevin beserta keluarganya selamat dan David tidak berani lagi untuk melakukan aksinya.


Setelah kejadian itu, David langsung melarikan diri ke Meksiko dan melepaskan obsesinya terhadap Qiara. Qiara merasa bahagia karena akhirnya dia terbebas dari pengaruh David, yang selama ini selalu mencekal kehidupannya dengan ketakutan dan intimidasi.


"Alhamdulillah akhirnya semua ini berakhir dengan tenang dan bahagia. Papa harap setelah ini, semuanya hanya ada kebahagiaan di dalam kehidupanmu!" ucap ayahnya Qiara.


"Kamu harus ingat pengalaman hidup ini, Qiara. Jangan mudah lagi tersulut emosi dengan sesuatu yang belum pasti. Kamu harus mengkonfirmasi dulu sebelum mengambil keputusan!" nasehat ibunya sambil menggenggam tangan putrinya yang kini menangis dalam pelukannya.


"Iya Mah, ini adalah pengalaman yang sangat berat, yang sangat hebat dalam hidup Qiara!" ucap Qiara dengan terisak.


"Sekarang bagaimana? Apakah kau akan kembali kepada Kevin atau bagaimana akan kau lanjutkan hidupmu?" tanya ayahnya lagi.


"Qiara tidak tahu, Mah. Yang jelas, Qiara tidak ingin mengulang kembali rasa sakit yang sama yang pernah Qiara alami!" ucap Qiara.

__ADS_1


Ayah dan ibunya Qiara saling menatap satu sama lain mendengar apa yang diucapkan oleh putrinya.


"Kami akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu!" ucap ayahnya Qiara.


__ADS_2