Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
9. Pukulan Telak untuk orang tua Susan


__ADS_3

"Bos, Pak Radit itu memang parah banget. Dia sudah korupsi dana yayasan yang seharusnya diberikan untuk para yatim piatu. Benar-benar manusia yang tidak punya akhlak sekali!" Sunar geram sekali di sana saat dia memberikan laporan, mereka melakukan panggilan zoom, rapat online, David tidak bisa bertemu secara langsung dengan anak-anak buahnya. Mengingat misinya memang rahasia.


Jadi mereka hanya bisa rapat online seperti itu. Seminggu sekali anak buahnya akan melaporkan segala pekerjaan yang David berikan pada mereka. Mereka adalah orang-orang kompeten di bidangnya. Seperti Sunar itu, dia adalah seorang hacker, yang biasa membobol data-data perusahaan saingan keluarganya David.


"Jadi bagaimana bos? Apa yang harus kita lakukan? Tikus macam Pak Radit itu tidak bisa dibiarkan begitu saja, akan banyak korban kalau dibiarkan bebas dimuka bumi ini!" Sunar memang sangat marah dengan kelakuan ayahnya Susan itu, Sunar juga seorang yatim piatu.


Kalau bukan keluarga David yang membantu, mungkin saat ini dia sudah mati mengenaskan di jalanan.


Sunar diberikan pekerjaan, tempat tinggal bahkan sekolah juga dibiayai oleh ayahnya David. Budi yang sangat besar bagaimana tidak membentuk kesetiaan pada keluarga David?


Beda halnya dengan Amanda, yang bertugas sebagai detektif, dia adalah orang yang ditugaskan oleh David sebagai sekretaris Radit, ayahnya Susan. Amanda ini adalah mantan kekasih almarhum kakaknya David, saat mendengar kabar kematian sang kekasih, Amanda hampir saja memotong nadinya, Untung saja saat itu kebetulan David berkunjung ke apartemen kakaknya, kalau tidak, mungkin Amanda sekarang sudah dalam kuburan bersama bayi yang ada dalam rahimnya.


Anaknya sekarang tinggal bersama orang tua David di Meksiko, Sebulan sekali Amanda pulang ke Meksiko dan menjenguk buah cintanya bersama Ramon. Sekarang Dimitri sudah berusia 10 tahun dan sangat tampan, setampan ayahnya.


"Menurut saya, kita berikan saja bukti bukti yang sudah kita peroleh ke kantor kejaksaan, biarkan hukum yang bicara!" Amanda memang sangat geram juga dengan kelakuan ayahnya Susan itu. Sungguh manusia yang tidak tahu balas Budi sekali. Diberikan susu selaut, malah membalas racun satu pulau. Benar-benar bikin kesal.

__ADS_1


Kejahatan dia juga berakibat fatal bagi anak-anak terlantar yang harus kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan dan masa depan mereka jadi hancur. Karena uang yang seharusnya diperuntukkan mereka malah di gelapkan oleh Radit. Dia membuat perusahaan fiktif di luar negeri dan uangnya dia masukan lewat Bank rahasia di Swiss.


Kepintaran Sunar memang layak mendapatkan apresiasi, Bank Swiss saja berhasil dia bobol, sehingga sekarang mereka mengantongi bukti kecurangan Radit, bukti tak terbantahkan.


"Manda, kamu yang kirimkan paket bukti-bukti kejahatan Radit ke kantor kejaksaan. Ingat, harus hati-hati, jangan sampai ada yang curiga dengan pergerakanmu!" akhirnya rapatpun selesai.


Radit segera keluar dari kara rahasianya, yang dia sembunyikan di balik lemari pakaiannya. Kalau tidak jeli, tidak akan ada yang tahu ruangan rahasia tersebut. Susan saja yang sudah tinggal di apartemen David selama lima tahun, tidak tahu tentang ruangan rahasia itu.


Keesokan harinya, media lokal maupun online dihebohkan dengan laporan tentang seorang eksekutif dari Pratama Group yang telah menggelapkan dana yayasan yang diperuntukkan anak-anak yatim piatu dan anak jalanan. Bukti-bukti dan saksi semua tercantum dalam surat kaleng yang dikirimkan ke pihak kejaksaan negeri.


Susan sendiri sangat kecewa dengan ayahnya, Susan paham, ayahnya memang serakah dan jahat. Jangankan uang orang asing, uang pamannya saja berani dia curi, Paman Andi sebenarnya tahu perbuatan kakaknya yang suka mencuri dan menggerogoti uang perusahaan, tapi dia diamkan karena dia ingat, kakaknya adalah saudara terdekat yang dia miliki.


Orang tua mereka sudah meninggal bagaimana mungkin dia harus tega kepada kakaknya hanya karena kakaknya mencuri di dalam perusahaan dia? Tapi mendengarkan kakaknya itu mencuri uang yayasan keluarga. hatinya sungguh geram dan sangat marah. Bagaimana dia tega, mencuri dari anak-anak yatim piatu itu? Sungguh tak habis pikir sama sekali.


Saat ini ibunya Susan sedang menangis dihadapan Pak Andi, memohon kepada adiknya agar mau membebaskan suaminya. Tapi pak Andi sudah angkat tangan, menyerah ke atas kakaknya.

__ADS_1


"Biarkan hukum yang bicara Mba, kelakuan Mas Radit memang sudah sangat keterlaluan. Aku masih bisa memaafkan dia kalau dia hanya mencuri di perusahaan yang susah payah aku dan ayah kami rintis. Tapi dia mencuri uang anak yatim itu sungguh disayangkan besar yang tidak terampuni dan saya tidak akan mau membantu kejahatan dia!" Pak Andi sangat tegas dan kukuh dengan keputusan dia.


"Kamu tega Ndi. kakak kamu hanya punya kamu sekarang, tolonglah dia!" Nyonya Radit menangis tersedu-sedu, Susan hanya mengusap punggung sang ibu karena dia sendiri tidak tahu apa yang bisa dia lakukan untuk menghibur ibunya.


"Mah, Susan juga sependapat dengan Om Andi, memang sesekali papaph harus dikasih pelajaran, supaya jangan berbuat seenaknya saja, dia sudah mencoreng nama keluarga kita mah, Susan juga kecewa sama papah!" Andi menatap lekat ke arah Susan. Sejak kecil Susan sangat dekat dengan dirinya, oleh karena itu dia merasa sayang dengan Susan. Apalagi sekarang mereka satu pemikiran, Andi sungguh senang keponakannya itu tidak tertular penyakit ayahnya yang Maruk dan serakah


"Om, Susan harap dengan dihukum di penjara, bisa membuat papah lebih mawas diri, berpikir sebelum bertindak!" Andi mengangguk dan kagum dengan pola pikir Susan. Gadis kecil yang dulu suka merengek padanya, kini sudah berubah menjadi gadis cantik yang cerdas dan pintar.


"Pulang Mba, istirahat, berdoa saja, agar Mas Radit dapat hukumannya tidak berat. Andi sungguh tidak bisa membantu, maaf Mba!" Melinda hanya diam saja di kursi. Dia tahu kakak iparnya itu pasti dulu terlihat dalam usaha percobaan pembunuhan atas dirinya.


Tapi Melinda tidak memiliki bukti makanya dia hanya bisa diam dan menahan semua rasa sakitnya. Hati seorang ibu yang manakah? yang hatinya tidak sakit, harus berpisah dengan anaknya sendiri?


Selama ini Melinda sering mimpi buruk dan selalu bangun ditengah malam dengan penuh ketakutan. Kejadian 20 tahun lalu itu selalu menghantui malam-malam Melinda sampai sekarang. Rasa sakit kehilangan orang tuanya juga tidak bisa dia hapus begitu saja.


Keserakahan yang memberikan luka dan penderitaan kepada orang lain, mencari kebahagiaan dengan mengorbankan kebahagiaan orang lain, sungguh manusia yang sangat egois sekali. Melinda sangat muak dengan type manusia macam mereka.

__ADS_1


__ADS_2