Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
77. Pernikahan David


__ADS_3

Keesokan paginya David langsung dijemput oleh sekretaris Grandfa menuju gedung yang akan menjadi tempat saksi pernikahannya bersama dengan Martha.


Sepanjang jalan David hanya bisa menatap jalanan yang seakan membuat hatinya merasa semakin pilu. Ketika dirinya kembali mengingat kisah cintanya bersama Qiara yang kandas begitu saja.


"Biarlah aku menikahi perempuan itu. Menikah itu, Bukankah hanya begitu saja?" ucap David berusaha mensugesti dirinya sendiri, untuk menerima tentang kenyataan yang kini ada di hadapan matanya.


"Aku akan menjalaninya. Daripada aku kehilangan harta geandfa, untuk disumbangkan ke yayasan Amal. Lebih baik aku menikahi perempuan itu tidak masalah!" ucap David kembali berusaha untuk selalu meyakinkan dirinya sendiri untuk mau menerima pernikahan itu.


Begitu David sampai di gedung, David menatap kemegahan gedung itu yang dirancang dan mempersiapkan dengan begitu indah oleh sang grandfa.


Untuk sejenak David merasakan takjub dengan dekorasi pernikahan yang begitu megah dan juga sangat indah.


"Tampaknya grandfa tidak main-main dengan pernikahan ini. Ini sungguh luar biasa!" tidak lama kemudian, datang seorang petugas wo yang menghampiri David untuk memintanya menuju ruang mempelai pria untuk segera didandani karena acara pernikahan akan segera dimulai.


David hanya mengikuti petugas itu dan kemudian dengan sukarela didandani sebagai seorang mempelai pria.


Pernikahan termegah saat ini yang pernah diadakan oleh keluarga Kingford. Bahkan pernikahan yang pernah disiapkan oleh David untuk menikah bersama Qiara tidak semegah pernikahannya hari ini bersama dengan Martha yang dipersiapkan oleh Grandfa.


"Bagaimana David? Apakah kamu menyukai semuanya?" tiba-tiba grandfa sudah berada di belakang David dan mengagetkannya.


"Tampaknya grandfa sangat serius dengan pernikahan ini sehingga mempersiapkan segala kemegahan ini?" ucap David sambil tersenyum ke arah grandfa.


Grandfa menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menepuk punggung cucunya satu-satunya.


"Keinginan Grandfa hanya satu yaitu melihat kebahagiaanmu dan melihat cucu-cucu yang akan kau berikan kepadaku!" ucap beliau kemudian meninggalkan David seorang diri.


Setelah mempelai wanita hadir di gedung juga, Acara pernikahan pun dilakukan secara hikmat tampak David menggenggam tangan dimerta dengan senyumnya yang dibuat semanis mungkin.

__ADS_1


Ya! David sudah memutuskan akan menerima pernikahan itu dan mulai membuka lembaran barunya bersama Martha. Setidaknya itulah yang ingin dia lakukan dalam rangka membahagiakan sang grandfa.


David melihat malam itu free fire menangis tersedu-sedu sambil menatap foto kedua orang tuanya. Hal itulah yang membuka hati David dan berusaha untuk membuat bahagia sang grandfa.


Setelah prosesi pernikahan selesai, David dan Marta kemudian langsung menuju ke kamar hotel yang sudah dipersiapkan oleh Grandfa.


"Tujuan pernikahan kita adalah untuk mendapatkan keturunan bagi Kingford. Jadi kau harus melaksanakan tugasmu untuk hamil dan mengandung anak-anakku!" David kemudian melucuti semua pakaian yang digunakan oleh istrinya, dan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang suami.


Malam itu, merupakan malam pertama yang terindah bagi Martha. Karena walaupun David tampak tidak menerima pernikahan mereka berdua. Tetapi dia memperlakukannya dengan baik sebagai seorang suami.


"Terima kasih karena kau telah memberikan malam terindah untukku!" ucap Martha sambil mencium kening David, yang kini telah terlelap dalam tidurnya. Setelah kelelahan melaksanakan tugasnya sebagai seorang suami. Yaitu memberikan nafkah batin kepada istrinya.


Kemudian Martapun tidur dipelukan David hingga pagi. Ketika terbangun di pagi hari, Martha mendapatkan David yang sudah meninggalkan kamar mereka dalam keheningan dan kesepian.


"Ke mana David? Kenapa sepagi ini sudah pergi dan dia juga tidak membangunkanku?" tanya Martha sambil melihat ke sekeliling kamar hotel itu yang begitu mewah dan begitu indah.


Setelah selesai mandi dan mengenakan pakaian yang disediakan oleh Grandfa, Marha kemudian membersihkan kamar tidur yang berantakan seperti kapal pecah.


Grandfa menyewa Hotel itu selama 3 hari untuk bulan madu mereka berdua. Yah kebijakan yang dibuat oleh grandfa memang seperti itu. Walaupun itu adalah hotel pribadi tetapi mereka tetap melakukan prosedur-prosedur sebagai pengguna Jasa Hotel tersebut.


Ketika agak siang David datang ke hotel tersebut dan kemudian memberikan bungkusan makanan yang dia bawa dari luar hotel.


"Makanlah Kau pasti lapar! Kamu kenapa sih hidup kamu tuh penuh dengan drama?" tiba-tiba saja David mengatakan itu.


"Penuh dengan drama? Maksud kamu apa aku nggak ngerti!" ucap Martha sambil menatap ke arah David.


"Iya drama! Kau mau menerima pernikahan ini. Walaupun kau tahu bahwa aku tidak pernah mencintaimu!" ucap David sambil menatap Martha dengan tajam.

__ADS_1


"Aku tidak mengerti apa yang kau maksud! Aku hanya menjalan baktiku kepada orang tuaku. Yang memintaku untuk membalas Budi kepada kakekmu!" ucap Martha sambil menatap David dengan lekat.


"Sudahlah kau makan saja makanan itu. Aku harus segera kembali ke kantor!" ucap David malas berdebat kemudian dia pun meninggalkan Martha kembali.


David tampak sedang mempersiapkan pakaian-pakaiannya dan memasukkannya ke koper kecil yang tersedia di sana.


"Apa yang sedang kau lakukan? Bukankah ke Kakek menyewa kamar ini selama 3 hari untuk kita berbulan madu?" tanya Martha melihat kepada David.


"Kalau kau masih betah tinggal di sini. Silakan saja! Tidak apa-apa. Aku akan segera kembali ke panthhouseku. Dan aku harap kita tidak bertemu di sana!" ucap David kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kamar hotel.


"Apa maksud kamu tidak menemukanku di panthhouse? Apakah kau tidak berniat untuk membawaku ke rumahmu?" tanya Martha menatap David yang kini malah sudah bersiap untuk pergi.


"Jawab pertanyaanku David!" ucap Martha menarik tangan David.


"Kenapa kau sekarang jadi dibawel sekali?" David malah balik bertanya, bukannya menjawab pertanyaan Martha.


"Apakah benar? Bahwa kau berniat untuk tidak membawaku ke rumahmu?" Martha kembali mengucapkan pertanyaannya kepada David.


"Dengarkan Aku! Aku tidak akan pernah membawa Kau ke rumahku. Kau bisa tinggal bersama grandfa, karena aku sama sekali tidak menginginkanmu untuk menjadi istriku!" ucap David sambil menatap tajam ke arah Martha.


"Lalu tadi malam, apa yang sudah kita berdua lakukan?" tanya Martha dengan suara yang tercepat di tenggorokannya.


"Aku sudah menjalankan Tugasku untuk menaruh benih di rahimmu. Sekarang adalah tugasmu untuk mengolah benih itu untuk menjadi seorang keturunan untuk Kingford!" bagaikan terkena sambaran petir di siang hari, Martha seketika tubuhnya menjadi lemas. Seakan tidak bertenaga sama sekali, ketika mendengar apa yang diucapkan oleh suaminya.


"Jadi, kau hanya menjadikanku untuk menjadi pabrik anak bagimu? Hanya untuk memberikan keturunan untukmu? Kau sangat jahat sekali David!" teriak Martha dengan harga diri yang terluka saat ini.


Tapi tampaknya David tidak memperdulikan hal itu. David langsung meninggalkan Martha di kamar hotel yang telah menjadi saksi pergulatan panas mereka tadi malam. Tanpa memperdulikan perasaannya.

__ADS_1


__ADS_2