
Tampak Tiara sedang menimbang nimbang ponselnya. Berkali-kali Tiara ingin menelepon Kevin Tetapi dia batalkan karena khawatir David mengetahui yang dia lakukan.
"Apakah david tidak menyadap ponselku ini?" tanya Tiara hatinya saat ini sangat bingung dan bimbang untuk memutuskan masa depannya sendiri.
"Terlalu banyak hal yang dikendalikan oleh David. Sehingga aku tidak tahu lagi, kehidupanku yang mana yang tidak dikendalikan oleh dia!" ucap Tiara sendu.
"Aku harus segera berdiskusi dengan Papa dan Mama mengenai hubunganku dengan David. Aku tidak bisa terus seperti ini mengorbankan kebahagiaanku sendiri hanya karena ketakutan terhadap David!" Qiara sudah bertekad untuk mengakhiri hubungannya bersama David.
"Selama ini David selalu menteror hidupku sehingga aku tidak bisa bergerak bebas selalu penuh dengan ketakutan!" ucap Qiara.
Setelah mantap dengan keputusannya Qiara pun tidur karena hari esok akan sangat berat untuk dihadapinya.
Qiara tahu bahwa rumahnya selalu diawasi oleh David. Sehingga dia tidak bisa bergerak bebas melakukan apapun.
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Tiara langsung menemui kedua orang tuanya. Untuk mendiskusikan permasalahan dirinya dengan David.
Tiara sengaja memilih ruang kerja ayahnya untuk berbicara. Karena hanya di sanalah ruangan yang bebas CCTV dan David tidak akan bisa mengawasi maupun mendengarkan percakapan mereka dari jauh.
Qiara sangat tahu, bahwa Sunar anak buahnya David adalah seorang hacker internasional yang selalu bisa membobol CCTV manapun.
" Ada apa Qiara Kenapa Kau tampak serius sekali?" tanya ibunya.
"Mah Qiara ingin membatalkan pertunangan Qiara dengan David. Qiara tidak sanggup lagi Mah, hidup dalam ketakutan dan teror. Hidup selalu diawasi dan tidak bisa bebas bergerak. Qiara hanya ingin hidup layaknya manusia yang lain bebas dan merdeka!" ucap Qiara dengan derai air mata. Sehingga membuat kedua orang tuanya pun merasakan kesedihannya.
" Pasti sangat sulit untuk hidup bersama David yang posesifnya luar biasa yang selalu mengawasi setiap tingkah lakumu!" ucap Pak Andi pratama.
" Tapi bagaimana kalau Qiara hamil Pah?" tanya ibunya Qiara cemas.
"Hamil? Apa maksud Mama?" tanya Qiara bingung dengan ucapan mamahnya.
" Selamat tinggal di Meksiko kan kamu tinggal bersama dengan David. Masa kalian tidak melakukan apapun?" tanya Pak Andi.
__ADS_1
"Qiara dan David memang tinggal bersama dalam satu rumah. Tetapi kami tidak pernah melakukan hal-hal yang lebih dari seharusnya. Tiara selalu menjaga diri untuk tidak melakukan hal seperti itu!" ucap Qiara.
" Syukurlah kalau seperti itu maka kami akan merasa sangat tenang!" ucap ayahnya.
"Nanti papa akan bicara dengan David dan membicarakan tentang keinginanmu ini tetapi apakah kamu betul-betul yakin dengan keputusanmu ini?" tanya ayahnya lagi.
"Tiara yakin, Pah!" jawab Tiara dengan mantap.
"Ya sudah kalau memang itu sudah menjadi keputusanmu. Kami tidak akan pernah memaksakannya." ucap ayahnya.
"Nanti Papa harus menempatkan beberapa anak buah kita di rumah ini. Jangan sampai nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena mama kenal David itu orang yang nekat!" ucap istrinya.
"Papa tahu Mah jangan khawatir!" ucap Pak Andi Pratama.
Kemudian mereka pun pergi ke ruang makan untuk sarapan. Kebetulan saat itu David datang ke rumah mereka.
"Halo selamat pagi semuanya. Bagaimana dengan tidur kalian apakah nyenyak?" tanya David sambil mencium pipi Qiara.
"Kebetulan kamu datang ke sini, David!Kebetulan Om ingin bicara denganmu. Mari masuk ke ruangan kerja om!" ucap ayahnya Qiara. Qiara lalu pergi ke kamarnya Kenzo.
"David! Maafkan Om sebelumnya. Tetapi Om harus menyampaikan ini kepadamu. Baru saja, Qiara meminta kepada Om Untuk membatalkan pertunangannya denganmu!" David sangat terkejut dengan apa yang disampaikan oleh Pak Andi.
" Bagaimana mungkin Qiara meminta hal seperti itu, om? Pertunangan kami tidak mungkin dibatalkan begitu saja!" tapi tanpa terkejut dan keberatan dengan keinginan Qiara yang meminta pembatalan pertunangan mereka berdua.
"Aku akan bicara langsung dengan Qiara, Om!" ucap David lalu meninggalkan ayahnya Qiara.
Saat ini perasaan David benar-benar kalut, rasa tidak percaya bahwa Qiara meminta Untuk membatalkan pertunangan mereka.
"Qiara Apa betul yang diucapkan oleh ayahmu bahwa kamu minta Untuk membatalkan pertunangan kita?" tanya David tampak kecewa. Qiara merasa agak ketakutan dengan David. Tetapi dia terus berusaha untuk mencoba berani demi masa depannya.
"Maafkan aku David! Tetapi aku tidak bisa hidup terus dalam ketakutan karena kamu terus mengawasiku dalam segala hal aku merasa terkekang!" ucap Qiara sambil menunjukkan kesehatan di matanya.
__ADS_1
"Kau merasa terkekang olehku? Kau hanya ingin bebas untuk bertemu dengan Kevin! itu betul kan?" tanya David dengan nada tinggi.
"Setelah dia menyakitimu. Apa kau masih menginginkan dia?" tanya David sambil mengguncang tubuh Qiara.
"Sakit David lepaskan denganmu!" teriak Qiara. David melepaskan lalu meminta maaf kepada wanita yang dia cintai.
" Maafkan aku Qiara, kalau kau merasa aku sudah mengekangmu. Kalau aku mengekang kebebasanmu. Aku hanya tidak mau kehilangan kamu!" ucap David sedih.
"Kalau kau memang mencintaiku. Seharusnya Kau Percaya kepadaku. Kenapa kau selalu merasa curiga denganku? Itu bukan cinta David. Tapi Obsesi. Obsesimu telah menyakiti aku!" ucap Qiara dengan mata berkaca-kaca.
" Aku hanya ingin menjagamu untuk selalu menjadi milikku aku tidak akan pernah Melepaskanmu Qiara!" ucap David.
"Kamu yang seperti ini David, yang membuat aku ketakutan padamu!" ucap Qiara.
"Kau ketakutan padaku?" tanya David seakan tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Ya! Aku ketakutan padamu. Hanya dengan mendengarkan suara mobilmu aku sudah gemetar!" ucap Qiara.
"Aku hanya ingin melindungimu Qiara. Bagaimana mungkin kau jadi takut kepadaku?" tanya David seakan tidak percaya.
"Melindungiku dari apa David? Dari Kevin? Atau dari musuh-musuhmu yang selalu mengejarmu dan selalu ingin membunuhmu?" tanya Qiara kesal.
" Aku ingin melindungimu dari semua hal yang akan menyakitimu!" ucap David.
"Tapi pada kenyataannya, Kamulah yang menyakitiku David. Dengan sifat posesifmu dan kamu tidak percaya padaku!" ucap Qiara dengan air mata berderai.
" Tolong jangan menangis Qiara aku tidak sanggup melihat air matamu!" ucap David, lalu mendekati Qiara.
Tapi Qiara langsung berlari dan meninggalkan David masuk ke kamarnya. Qiara mengunci pintu kamarnya dan meminta David untuk pulang.
"David, Pulanglah dulu biarkan Qiara beristirahat dan memikirkan semuanya kembali. Mungkin dia hanya sedang lelah dengan hubungan kalian" ucap ibunya Qiara.
__ADS_1
"Nanti kami akan menasehati Qiara. Jangan khawatir kau pulanglah dan pikirkan lagi apa yang tadi dikatakan oleh Qiara padamu!" ucap ayahnya Qiara.
Dengan gontai David pun akhirnya meninggalkan kediaman Pratama dan kembali ke kediamannya sendiri.