Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
36. Kegilaan David


__ADS_3

"Berapa harga manstion tersebut?" tanya Qiara sambil menatap serius wajah David.


"100M!" jawab David.


"Apa? Kau gak gila kan ya?" tanya Qiara shock luar biasa. Merasa apa yang David katakan bukan hal yang nyata.


"Aku serius! Lihatlah!" lalu David memberikan surat perjanjian pembelian manstion tersebut kepada Qiara. Mata Qiara auto melotot tak percaya. David sungguh menakutkan baginya.


"David, harga apartemen ku gak sampe segitu. Bagaimana bisa apartemen lamaku berubah menjadi manstion seharga 100M? Kau sungguh mengada-ada!" sarkas Qiara.


"Sudahlah, anggap saja sebagai hadiahku untuk kamu, sudah memberikan seorang jagoan untukku!" jawab David asal jeblak aja.


"Ya Allah! Bayi ini anaknya Kevin, kalau kau lupa!" ucap Qiara mulai kesal.


"Aku hanya mau apartemenku kembali, aku yakin, Kevin tidak akan lama di Meksiko. Sementara aku akan tinggal di manstion kamu. Kamu batalkan saja pembelian manstion itu?! Aku gak sanggup tinggal di sana!" ucap Qiara ngeri-ngeri sedap. Demi mendengar harga manstion yang dibelikan oleh David untuk dirinya.


Harga apartemen miliknya tidak lebih dari 5M, bagaimana bisa di tukar dengan manstion seharga 100M? Qiara masih waras dalam menggunakan logikanya, tidak mungkin mau menerima hadiah dari David dengan manstion semahal itu.


"Baiklah sayang, besok kita berkunjung saja dulu ke manstion kamu, setelah melihat, baru kau putuskan, akan menerima atau menjual kembali manstion tersebut. Saranku, lebih baik kau terima. Kalaupun kau tidak mau tinggal di sana, jadikan itu untuk investasi. Kau bisa menyewakan dengan harga perbulan 1M kepada para orang kaya yang akan berlibur." ucap David dan sukses membuat Qiara melongo.


"Siapa orang yang mau menyewa manstion seharga 1M dalam sebulan?" tanya Qiara gak percaya.

__ADS_1


"Sayang, di Meksiko ini banyak konglomerat yang kebingungan membuang uang mereka. Sewa manstion 1M selama satu bulan itu sangat murah bagi mereka kalau hanya untuk berlibur dan bersantai ria. Kamu tahu? Para Borjuis itu, bekerja sepanjang hari, lelah dan penat sudah pasti makanan harian mereka. Mereka rela membayar berapapun asal bisa mendapatkan ketenangan dan keamanan. Manstion milikmu, tingkat keamanan kelas internasional. Jadi merekao tidak rugi dengan harga yang di tawarkan." ucap David.


"Dari mana kamu tahu?" tanya Qiara.


"Manstion ini, saat aku tinggal di Indonesia, aku sewakan kepada seorang konglomerat yang kabur dari keluarga besarnya, dia menolak dipaksa menikah, dia bersembunyi di manstionku, selama satu tahun. Karena dia tinggal disini lama, jadi aku memberikan diskon 1M kepadanya." ucap David dengan santai.


"Astagfirullah, 1M kamu bilang diskon?" Qiara sungguh hilang kata-kata.


"Seberapa kaya dirimu David? Aku yakin, Susan dan keluarganya kalau tahu kamu seperti ini, dia pasti akan kejang-kejang karena menyesal meninggalkan kamu demi menikahi Kevin! Laki-laki buaya darat itu!" ucap Qiara sambil geleng-geleng kepalanya. David hanya nyengir kuda.


Pak Andi dan Bu Melinda sudah masuk ke kamar mereka, kelelahan setelah perjalanan yang panjang. Di ruang tamu kini hanya tersisa dirinya dan Qiara.


"Sayang, jangan pernah tinggalkan aku! Manstion itu aku hadiahkan buat kamu. Karena aku tulus mencintai kamu!" ucap David sambil menatap manik matanya Qiara.


David menangkap tangan Qiara, lalu menarik tubub Qiara agar mendekat ke arahnya. Suasana rumah yang sepi benar- benar menambah sahdu adegan tersebut.


"Qi, aku gak butuh wanita terbaik di dunia ini, aku hanya butuh kamu. Untuk hadir dalam hidupku. Please, setelah kamu melahirkan, kamu bercerai dengan suami kamu. Ya? Aku mohon! Aku sungguh gak bisa hidup tanpa kamu!" ucap David, lalu merengkuh tubuh Qiara dalam pelukannya.


"Dav, aku gak PD dengan statusku, kamu pria sempurna, loh! Aku gak layak buat kamu. Maafkan aku!" David menggeleng lalu dengan cepat, leher Qiara sudah dia pegang, bibirnya di dekat kan ke bibir Qiara, Qiara yang dalam keadaan tidak siap, hanya pasrah saat David menerobos pertahanan dirinya.


"Qi, aku boleh, ya? Nengok deds bayi, sebentar saja! Biar kamu mudah melahirkan!" ucapan David langsung dapat hadiah pukulan dari Qiara.

__ADS_1


"Gak usah aneh-aneh, ya! Udah, aku mau tidur dulu! Udah larut malam!" Qiara masuk ke kamar yang sudah David sediakan.


Siapa yang menyangka, kalau David malah mengikuti Qiara dan kini malah berbaring di ranjang Qiara dengan senyum liciknya.


"Please, Dav! Jangan Kumat deh! Aku udah ngantuk banget! Ini udah mau jam 3 pagi!" ucap Qiara dengan nada malas.


"Ayolah, sayang! Kamu kasih ijin aku, buat nengokin adek Bayi, satu kali aja! Nanti kamu kesusahan loh, melahirkannya! Secara kan yah, sejak kamu hamil hingga hari ini. Adik bayi belum pernah di tengokin sama bapaknya. Ayolah Qi, aku berbaik hati nolongin kamu, buat nengokin adek bayinya. Ya?" David pasang wajah innocence nya di hadapan Qiara. Qiara tambah gemes dibuatnya.


"Keluar, dari kamar aku, Dav! Gak usah aneh-aneh! Kalau anak aku susah lahirnya gara-gara gak pernah di tengokin ama bapaknya. Aku nanti minta di operasi saja. Beres bukan? Ini zaman canggih Dav, kalau kau lupa!" keukeuh Qiara dengan memutar bola mata malasnya.


"Kamu wanita yang kejam!" sungut David lalu misuh misuh keluar dari kamar qiara.


"Bodo! Cepat keluar sana! Dasar gila!" Qiara mengusir David lalu mengunci pintu kamarnya.


Qiara melihat ke semua arah dalam kamar itu, dia khawatir kalau ada CCTV di kamarnya, Qiara ingin ganti baju soalnya, gerah banget, seharian stress gara-gara mikirin Kevin. Takut kalau Kevin tahu keberadaan dirinya.


Qiara membuka pakaiannya, setelah di rasa cukup aman. Qiara tidak tahu kalau David menyembunyikan CCTV di area rahasia, jadi tidak akan diketahui. Saat ini, David sedang mengawasi Qiara yang sedang berganti pakaian.


David meraung frustasi, melihat kemolekan wanitanya yang kini polos di layar LCD nya, perut buncit Qiara justru menjadi daya magnet bagi David. Ya, David jadi punya obsesi terhadap Qiara karena Qiara sedang hamil. Rasa kecewa David kehilangan dua anaknya, yang membuat alam bawah sadar David membentuk obsesi tersebut.


"Susah sekali menaklukkan kamu, Qi! Sembilan bulan usahaku masih belum berhasil juga. Kamu memang wanita yang luar biasa. Di luar sana. Banyak para wanita yang mengantri bahkan mengemis cinta dan hartaku. Tapi kamu? Kamu selalu menganggap semuanya hanya angin lalu. Apa yang harus aku lakukan Qi? Untuk mendapatkan cinta kamu?" David terus bermonolog sendiri.

__ADS_1


Saat Qiara sudah mulai lelap dalam tidurnya, David membuka pintu yang ada di kamarnya, ternyata pintu itu adalah pintu rahasia yang menghubungkan kamar Qiara dan kamar David. David membelai wajah damai Qiara, mengecup mata Qiara yang tertutup.


David lalu menarik tubuh Qiara agar dekat dengannya, lalu terlelap di samping Qiara. Hanya lima menit, David langsung lelap hingga bangun kesiangan. Jam 10 mereka berdua baru bangun. Keenakan kali ya, biasanya kedua insan itu tidur kedinginan, sekarang tidur dapat kehangatan dari lawan jenis, jadi lelap tidurnya.


__ADS_2