
Setelah jam kantor habis, Arjun pun memutuskan untuk pulang ke apartemen miliknya. Kevin tidak berani mengganggu Arjun, karena melihat raut wajahnya yang tidak bersahabat saat ini. Sebisa mungkin, Kevin berusaha untuk menyelesaikan pekerjaannya tanpa mengganggu Arjun, asistennya.
"Begini nih, kalau punya asisten anaknya orang kaya. Malah jadi repot sendiri. Ditegur salah tidak ditegur pun saya yang jadi susah sendiri!" keluh Kevin sambil membereskan pekerjaannya hari ini.
Setelah semuanya dipastikan beres, Kevin pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat dirinya, berjanji akan bertemu dengan Qiara dan juga Kenzo.
Entah bagaimana caranya Qiara bisa melarikan diri dari David, sehingga bisa bertemu dengannya malam ini.
"Aku harus bisa menjelaskan tentang kejadian waktu di cafe itu. Bahwa perempuan yang bersamaku, bukanlah siapa-siapaku. Dia hanyalah seorang rekan bisnis yang nggak penting sama sekali buatku!" Kevin bermonolog dengan dirinya sendiri.
Kevin langsung masuk ke restoran yang sudah dijanjikan untuk bertemu dengan Qiara dan Kenzo, putranya. Kevin sangat bahagia sekali walaupun baru memikirkannya saja.
Tapi, betapa terkejutnya Kevin, ketika sampai di tempat yang sudah dia pesan, ternyata di sana, David pun ikut bersama dengan Qiara.
"Heh! Kenapa ada Kevin juga di sini? Apakah kita ada janji makan malam?" tanya David dengan senyumnya yang begitu menyebalkan bagi Kevin yang saat ini hatinya sedang kesal.
"Tidak! Kebetulan saja, saya lewat di restoran ini dan ingin makan malam. Dan saya melihat kalian berdua. Apakah kalian keberatan? Kalau saya bergabung dengan meja kalian?" tanya Kevin lesu.
"Tentu saja kami tidak keberatan. Toh Kita juga bukan orang asing. Betul kan Qiara?" ucap David sambil memberikan ciuman di pipi Qiara sekilas.
Tapi, gara-gara perbuatan David tersebut. Telah sukses membuat hati Kevin menggila. Karena rasa cemburu yang bersemayam di dalam hatinya, melihat David begitu intim memperlakukan Qiara di depan publik.
Kevin langsung menyambar gelas yang berisi air putih yang berada di hadapan Qiara. Qiara hanya menetap Kevin dengan mata tak berdaya. Bagaimanapun dirinya harus mempertahankan keselamatan Kevin dari amarah seorang David Kingford.
__ADS_1
"Pesananlah makanan yang ingin kau makan! Saya akan membayarnya. Jangan khawatir!" ucap David dengan begitu congkaknya sambil memperlihatkan senyum penuh kemenangan. Karena kini telah menguasai Qiara secara mutlak. Kevin menatap David dengan kesal.
"Terima kasih! Tapi, saya bisa membayar makanan saya sendiri. Saya tidak perlu sedekah darimu!" ucap Kevin sambil melirik ke arah Kenzo yang kini bermain dengan Qiara, Kevin benar-benar merindukan putranya tersebut. Dan sangat ingin sekali memeluknya.
"Qiara! Apakah boleh, kalau aku memeluk Kenzo? Aku betul-betul sangat merindukan dia!" ucap Kevin dengan penuh harapan.
"Pesanlah dulu makananmu. Agar nanti, saat Kau bermain dengan Kenzo, makanan kamu juga akan siap. Sehingga kau tidak lapar nantinya!" ucap Qiara.
"Apakah kau sendiri sudah memesan makananmu?" tanya Kevin sambil menatap ke arah Qiara. David tampak terganggu dengan keintiman Qiara dan Kevin. Sehingga langsung mengambil alih Kenzo, agar tidak diberikan kepada Kevin oleh Qiara.
"Kami tadi sudah memesan makanan kami. Sebentar lagi, pasti akan siap. Kau pesanlah makananmu sendiri. Karena saya takut, apa yang kami pesan tidak sesuai dengan seleramu!" ucap Qiara.
"Apapun yang kau pesan, aku pasti akan suka. David! Bisakah aku menggendong Kenzo? Aku sangat merindukannya. Bagaimanapun juga Kenzo adalah anakku!" ucap Kevin dengan suara gemetar.
"Bukankah semuanya gara-gara kamu bangs@t! Kamu yang sudah membuat saya jauh dari istri dan anak saya. Kamu yang sudah membuat saya menjadi tidak mempunyai akses untuk bisa bertemu dengan mereka berdua. Sekarang kau berani mempertanyakan keberadaanku, huh? Kau betul-betul cari perkara!" geram sudah hati Kevin di buatnya.
Tetapi bukannya takut, David malah tertawa sinis. Ketika melihat Kevin yang mengamuk saat ini. Sementara Qiara hanya bisa menatap Kevin dengan tatapan tidak berdaya.
"Tenanglah, Kevin! Kita berada di ruangan publik. Tolong ya? Jangan membuat keributan dan membuat malu dirimu sendiri. Beserta kita semua kita bisa bicarakan semuanya baik-baik, oke?" Qiara berusaha membujuk Kevin, agar bisa lebih tenang.
Kevin pun kemudian duduk kembali di kursinya. Demi mendengarkan apa yang dikatakan oleh Qiara. Dirinya pun tidak ingin mencari ribut di depan umum.
"Kenapa? Kau tidak berani melawan saya? Dari dulu hingga sekarang, Kau hanyalah laki-laki pengecut yang cuma pandai menggonggong!" ucap David yang menatap Kevin dengan sinis.
__ADS_1
"Sudahlah David! Bisakah kita makan malam dengan tenang? Saya sudah lapar dan saya yakin, Kenzo pun ingin makan. Bisakah kita berhenti untuk berantem?" ucap Qiara sambil menyentuh dengan David, agar dia berhenti mencari perkara bersama Kevin.
Hati Kevin betul-betul panas, ketika melihat Qiara yang begitu lembut terhadap David. David tersenyum ke arah Kevin dengan penuh kemenangan. Kevin hanya diam sambil menikmati makan malam yang tadi dia pesan. Sambil terus melirik ke arah David dengan surat Mata tajamnya setajam silet.
Qiara sambil menyuapi Kenzo, dia pun sambil menikmati makan malamnya. Mereka memang sengaja, tidak membawa pengasuh yang biasanya bersama dengan Kenzo. Karena David ingin menikmati suasana makan malam yang romantis bersama Qiara.
David yang mengetahui bahwa Qiara memiliki janji temu bersama dengan Kevin. Dia sengaja menghancurkan rencana tersebut, dengan mengajak Qiara makan malam bersamanya. Di tempat yang sama, dengan janji pertemuan antara Qiara dengan Kevin.
David selalu memasang banyak alat mata-mata, untuk selalu memantau kegiatan Qiara. Sehingga dia selalu mengetahui apapun yang dilakukan oleh Qiara.
"Ayo kita pulang, tampaknya Kenzo sudah lelah, tidak baik juga kalau terlalu malam berada di luar rumah!" ucap David, setelah dirinya selesai dengan makan malamnya.
Qiara hanya bisa menuruti permintaan David, karena tidak ingin memberikan masalah kepada Kevin. Qiara tahu, bahwa Kevin selalu membawa beberapa anak buahnya kemana pun dia pergi. Dan itu sangat berbahaya untuk keselamatan Kevin. Kalau dia sampai membuat David marah.
"Baiklah Kevin, kami bertiga pulang dulu, yah! Semoga ada lain waktu kita bisa makan bersama lagi, betulkan David?" tanya Qiara dengan senyum terbaiknya. sambil menggandeng lengan David.
Sungguh saat ini, perasaan Kevin benar-benar kacau balau tidak karuan. Ketika melihat Qiara yang begitu mesra bersama dengan David, calon suaminya itu.
Kevin menyadari, posisinya sebagai mantan suami dari Qiara. Tetapi, perasaannya saat ini benar-benar tidak bisa dibohongi. Bahwa dirinya masih sangat mencintai Qiara dan ingin sekali bisa memeluk Kenzo putranya.
Kevin hanya bisa menatap kepergian Qiara bersama dengan David. Kevin merasa sangat marah terhadap dirinya sendiri. Karena harus selalu menahan diri, apabila berhadapan dengan Qiara dan David.
"Aku memang laki-laki yang lemah! Makanya, David selalu berhasil mengintimidasiku. Dia bahkan sangat tidak tahu malu, merebut istri dan anakku di hadapanku. Dan aku tidak berdaya sama sekali!" isak Kevin sedih.
__ADS_1