Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
67. Arjun Ngambek


__ADS_3

Setelah Arjun dan Santi meninggalkan restoran itu, mereka pergi ke pantai yang dulu pernah mereka kunjungi bersama. Di sana, keduanya lama sekali terdiam. Sampai Akhirnya Santi merasa tidak tahan dan akhirnya mengajak bicara Arjun, Arjun menanggapi dengan malas.


"Kamu kenapa, sih?" tanya Santi mulai kesal.


"Kamu yang kenapa? Kan aku sudah bilang, kita putus saja! Tapi kamu yang maksa-maksa terus untuk melakukannya seperti ini. Aku tidak mau kembali ke keluargaku, hanya demi memenuhi ambisi ayahmu!" sengit Arjun mulai emosi. Santi tercengang dengan ucapan Arjun.


"Memangnya kau pikir, apa ambisi Ayahk Sehingga kamu bereaksi berlebihan seperti itu? Ayahku kan, dia hanya bertanya saja! Tentang keluargamu. Kenapa kau harus menanggapinya seperti itu?" tanya Santi mulai hilang kesabaran dengan sikap Arjun yang menurutnya terlalu berlebihan. Arjun menatap laut yang tenang.


"Kamu tidak akan pernah bisa mengerti perasaanku saat ini! Karena kamu tidak pernah berada di posisiku saat itu. Kamu hanya anak manja, yang selalu mengandalkan orang tuamu!" sengit Arjun kemudian.


"A, apa kau bilang? Anak manja kau bilang? Huh?" sengit Santi sambil menatap Arjun dengan mata nanar. Santi terus mendekat ke arah Arjun, sehingga Arjun jadi salah tingkah sendiri.


"A, apa yang akan kau lakukan? Jangan coba-coba mendekati aku!" Arjun sudah mundur dari tempatnya duduk saat ini. Tapi Santi terus mendekat, sedikit demi sedikit, hingga Arjun akhirnya mepet di tepi batu, yang melindungi mereka dari sinar matahari.


"Kau bilang aku anak manja, huh? Ayo kita lihat, apa yang bisa di lakukan oleh anak manja ini!" ucap Santi sambil mengkungkung tubuh Arjun yang kini sudah mepet ke batu. Arjun sudah gugup, melihat seringai licik di wajah Santi. Arjun sudah mulai gemetar.


Ya! Selama ini, Arjun memang selalu lemah kalau sudah berhadapan dengan Santi. Entah apa yang dimiliki oleh gadis itu. Sehingga bisa menghipnotis seorang seperti Arjun Prawira. Pria yang selalu terkenal dingin dan sombong. Para patner bisnis Kevin paling tahu, karakter Arjun itu. Sehingga mereka tidak berani macam-macam dengan perusahaan Kevin.

__ADS_1


"Aku akan tunjukkan sama kamu, apa yang bisa dilakukan oleh anak manja ini!" dengan sigap, tanpa aba-aba! Santi langsung menarik tengkuk Arjun dan Santi kemudian menyatukan bibir mereka berdua. Arjun sampai gemetar tangannya. Tidak mampu melawan kuasa seorang Santi, yang selalu mendominasi dalam hubungan mereka berdua. Mereka saling berpandangan satu sama lain.


Mata keduanya telah berkabut, Santi sudah bersiap akan membuat kemeja Arjun, tetapi tangannya di hentikan oleh Arjun, sehingga Santi merasa kecewa.


"Bukankah, aku sudah bilang? Jangan pernah coba-coba untuk melakukan hal seperti itu kepadaku!" cicit Arjun. Santi kemudian turun dari pangkuan Arjun. Tapi, Arjun kemudian menarik tangan Santi, dan kembali ******* bibir gadis itu. Santi sampai lemas, kehilangan oksigen. Gara-gara melayani ciuman Arjun yang begitu ganas dan terus menuntut untuk mengeksplorasi mulutnya.


Keduanya kini saling berpelukan. Menatap laut yang tenang, hati Arjun saat ini setenang lautan itu. "Aku akan bicara dengan Ayahmu. Untuk melamar kamu segera. Ini akan semakin berbahaya, kalau terus di lanjutkan seperti ini. Aku takut, tidak bisa mengontrol diriku lagi. Apabila kita berdua seperti ini!" ucap Arjun lembut.


"Apakah kau serius?" tanya Santi sumringah.


"Kau bicarakan dengan Ayahmu. Aku bisa melakukan apapun, demi kamu! Asalkan jangan meminta aku untuk kembali ke keluargaku yang ada di Amerika!" ucap Arjun parau, suaranya mulai tersekat di tenggorokan.


Arjun kemudian menceritakan semua yang terjadi kepada dirinya. Di masa lalunya. Arjun kemudian menceritakan tentang kedua orang tuanya. Arjun telah menceritakan segalanya, tentang kehidupan Arjun sebelum datang ke Indonesia. Bagaimana ayahnya yang mengkhianati ibunya di saat sekarat. Bersama sahabat ibunya sendiri. Seketika Santi pun meneteskan air matanya. Karena ikut juga merasakan penderitaan sang kekasih yang ternyata begitu menyakitkan.


"Ternyata, kisah hidupmu begitu memilukan!" ucap Santi dengan derai air mata. Arjun pun tidak mampu menahan segala kesedihan yang saat ini menguasai hatinya.


"Seumur hidupku, aku tidak ingin lagi, kembali kepada mereka. Aku ingin memulai hidupku sendiri. Tanpa harus terlibat lagi dengan keluarga mereka. Aku tidak peduli apapun yang terjadi saat ini dengan ayahku, ataupun perusahaannya. Itu, itu bukan urusanku! Dan aku, aku tidak mau peduli sama sekali!" Arjun berkata dengan terbata-bata. Suara Arjun semakin parau, tampak sangat tersiksa.

__ADS_1


Santri memeluk kekasihnya itu dengan perasaan yang sama sedihnya. "Aku tidak perduli!" Aku tidak peduli! " ucap Arjun terus menerus.


"Ya, aku tahu!" ucap Santi berusaha menenangkan Arjun yang saat ini sedang tertekan. Santi bisa paham, Arjun sebenarnya perduli dengan keadaan ayahnya yang kabarnya sedang sakit. Perusahaan ayahnya Arjun pun kini sedang dalam keadaan kritis, akibat ulah istri muda ayahnya yang mulai menjual beberapa saham perusahaan ayahnya ke pihak asing.


Arjun sendiri sebenarnya memiliki 50% saham di perusahaan ayahnya. Karena dia adalah satu-satunya pewaris keluarga Prawira. Tetapi, Arjun sama sekali tidak mau menyentuh saham tersebut. Dan malahan memilih untuk meninggalkan Amerika dan hidup sederhana sebagai seorang asisten di perusahaannya Kevin.


Santi sudah mengetahui semua kisah itu. Karena ayahnya sudah memberitahukan dia semuanya. Setelah Beliau melakukan berbagai penyelidikan secara mendalam oleh para detektif yang disewa oleh ayahnya di Amerika dan di Indonesia. Hanya saja, Santi baru mendengar, alasan khusus, yang menjadi latar belakang, keputusan Arjun untuk meninggalkan keluarga Prawira.


Kini Santi bisa memahami luka hati Sang Kekasih. Yang ternyata menyimpan begitu banyak luka dan penderitaan. Santi berjanji akan membicarakan hal tersebut dengan ayahnya. Agar ayahnya itu berhenti memikirkan tentang kembalinya Arjun ke Amerika. Untuk mengambil alih perusahaan ayahnya yang kini sedang dikuasai oleh ibu tirinya yang jahat itu.


"Ayo kita kembali ke kota. Hari semakin malam. Nanti kau bisa sakit. Lagi pula, sejak tadi siang kan kamu belum makan bukan? Tadi, waktu di restoran, aku lihat kamu belum makan apapun. Maaf ya? Tadi aku sangat cemburu melihat kamu didekati oleh perempuan itu. Makanya aku tanpa pikir panjang, langsung menculik kamu aja dari sana!" ucap Santi sambil terkekeh. Merasa lucu dengan kelakuan dirinya sendiri yang begitu kekanak-kanakan.


"Memangnya kenapa? Kalau Alena mendekatiku? Toh, hubungan kita juga nggak jelas kan? Lagi pula, aku kan dulu sudah pernah mengatakan padamu, kalau kita putus sana. Tadinya aku sempat berpikir, untuk mendekati Alena. Siapa tahu Alena bisa menggantikan Posisimu di hatiku!" ucap Arjun pekan. Siapa yang menyangka ucapan Arjun tersebut malah mengundang amarah di hati Santi. Dan kini Santi malah memukuli badan Arjun tanpa ampun.


"Oh, kau berani melakukan itu, huh? Oh, keberanian ya? Buat tebar pesona di depan Alena? Awas saja, kalau kau berani! Akan kupastikan kau menyesalinya!" ancam Santi sambil naik lagi ke pangkuan Arjun. Sehingga Arjun jadi gelagapan.


"Mau apa kau?" tanya Arjun gugup.

__ADS_1


"Aku akan memperkosa kamu!" ucap Santi dengan gemas. Sehingga membuat Arjun terkejut dan berusaha melepaskan diri dari amarah Santi yang menakutkan itu.


"Kau ini, jadi perempuan tidak ada rasa-rasanya malu atau takut! Kenapa kau selalu mendominasi, huh? Cobalah kau bersikap lembut sebagai seorang perempuan!" ucap Arjun disela-sela aktifitas yang sedang di lakukan oleh Santi saat ini. Arjun Benar-benar kelapakan di buatnya. Kekasihnya yang satu ini, benar-benar membuat dirinya menjadi salah tingkah.


__ADS_2