Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
107. Kebahagian David


__ADS_3

David betul-betul sangat bahagia dengan kelahiran putrinya. Sehingga waktunya lebih banyak dihabiskan untuk bermain dengan putri kecilnya.


"Ayo makan dulu! Sari tadi ke kau hanya bermain saja!" ucap Martha memanggil suaminya yang saat ini sedang berjemur dengan putri mereka.


"Sejak kita mempunyai Putri. Kau hanya menghabiskan waktumu dengannya tidak pernah memiliki waktu untukku!" protes Martha kepada David ketika melihat suaminya begitu Acuh dengan panggilannya untuk makan bersama.


"Jangan Katakan padaku kalau kau mulai cemburu dengan putrimu sendiri!" ucap David sambil melirik sekilas kepada Martha.


"Aku juga ingin menjadi prioritas dalam hidupmu!" ucap Martha sambil berkait menjadi bahu sang suaminya yang saat ini sedang menggendong Putri mereka.


"Apa kau tahu? Kau itu sangat lucu sekali kau banyak menuntut kepadaku! Padahal seumur Aku menikah denganmu, aku tidak pernah meminta apapun kepadamu!" ucap David.


David kemudian berjalan melangkah ke meja makan dan duduk bersama dengan putrinya.


Martha hendak mengambil putri mereka untuk ditempatkan di box bayi, tetapi David menolaknya mentah mentah.


"Kau Makanlah! Biarkan dia bersamaku! Karena aku masih merindukannya!" ucap David menolak keinginan Martha untuk bersama dengan Putri mereka.


Akhirnya Martha mengalah dan dia duduk di tempatnya dan hanya memperhatikan David yang sedang asyik bermain dengan putrinya dan fokus menyuapi putrinya dengan makanan bayi yang sudah disiapkan oleh Martha.


"Apa kau tahu kau sangat menawan ketika sedang bahagia bersama dengan putri kita!" ucap Martha sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya yang dia tumpuk di atas meja makan.


"Aku bahagia dengan kehadirannya dan aku sangat berterima kasih padamu. Karena sudah memberikan seorang malaikat ke dalam hidupku!" ucap David sambil melirik sekilas kepada Martha.


Coba kau ambil sesuatu yang ada di dalam nakas itu!" ucap David sambil menunjuk sebuah nafas dengan pandangan matanya.


Martha yang melihat dan mengerti langsung pergi menuju nakas yang di tunjuk oleh David.

__ADS_1


"Bukalah laci itu dan ambillah isinya! Lalu kau bawa kemari!" ucap David sambil fokus dengan menyuapi putrinya.


"Map apa ini?" tanya Martha seperti keheranan.


"Itu adalah sertifikat rumah dan juga tanah yang aku berikan untuk kedua orang tuamu. Dan juga beasiswa untuk adik-adikmu agar bisa melanjutkan kuliah mereka dari Kingford grup! Di situ juga ada jaminan dariku. Apabila adikmu ingin bekerja di perusahaanku maka dia akan langsung diterima tanpa melewati tes apapun!" ucap David sambil melirik sekilas kepada Martha yang saat ini tampak terharu dengan kebaikan David kepada kedua orang tuanya dan juga adik-adiknya.


"Kenapa kau memberikan ini semua?" tanya Martha dengan suara tersekat di tenggorokannya.


"Itu adalah hadiah dariku untuk kedua orang tuamu yang sudah menjagamu sejak dulu dan untuk adik-adikmu karena sudah menjadi bagian dari hidupmu! Aku sangat bahagia dengan kelahiran Putri kita dan aku ingin membagi kebahagiaan itu bersama orang-orang yang dekat denganmu!" ucap David mengulas senyum di bibirnya sehingga membuat mata tidak tahan untuk langsung berlari ke pelukan suaminya.


"Kau selama ini begitu dingin dan tampak tidak peduli padaku. Siapa yang tahu kalau kau sudah menyiapkan semua ini untuk mereka semua!" ucap Martha sambil memeluk dan mencium suaminya dengan penuh rasa syukur.


"Sudahlah jangan berlebihan Hadiah itu bagiku tidak ada apa-apanya dengan malaikat yang sudah kau berikan padaku!" ucap David sambil mengelus rambut istrinya yang masih terisak dalam pelukannya.


"Apa kau tahu sekarang aku mulai bersyukur memilikimu dalam hidupku!" ucap Martha dengan suara yang bergetar.


"Lihatlah! Betapa murahnya memberi kebahagiaan untukmu. Sudahlah jangan menangis lagi. Kau adalah seorang yang Nyonya Kingford yang memiliki segalanya. Jangan hanya karena hal seperti itu, kau menjadi menangis seperti ini!" ucap David berusaha membujuk Martha untuk tidak menangis lagi.


"Kau habiskanlah makananmu biar aku yang membawanya!!" ucap Martha berusaha untuk mengambil Putri mereka dari tangan David.


"Ayolah kau habiskan makananmu dan aku akan membawanya ke kamar!!" ucap David menolak keinginan istrinya untuk mengambil alih Putri mereka.


"Kau dari pulang kerja sampai sekarang memonopoli dia. Bahkan aku tidak boleh menyentuhnya sedikitpun!" ucap Martha mulai merajut kepada David.


"Oh! Ayolah jangan mulai dengan segala kecemburuanmu itu. Bagaimana mungkin kau cemburu kepada putrimu sendiri!" ucap David memutar bola matanya dengan malas kemudian dia langsung pergi ke kamar putri kecilnya yang berada di samping kamarnya.


Setelah memastikan bahwa putrinya telah tidur nyenyak. David kemudian langsung menuju ke meja makan dan menemui Martha yang sudah menunggunya di sana.

__ADS_1


"Kok belum menyentuh makananmu?" tanya David menatap heran kepada Martha.


"Bagaimana aku punya selera makan kalau kau mengacuhkan seperti itu?" tanya Martha sambil menatap kepada David yang mengkerutkan keningnya.


"Sejak kapan kau menjadi perempuan manja seperti itu? Bukankah kau sudah biasa melakukan segalanya sendiri tanpa aku?" tanya David yang sudah mulai fokus dengan makanannya yang tampaknya sudah dingin.


Setelah itu mereka pun memutuskan untuk menghabiskan makanan agar mereka bisa mengobrol serius tentang hadiah yang tadi diberikan oleh David untuk kedua orang tuanya Martha dan juga adik-adiknya.


Setelah selesai makan, Martha membereskan meja makan dan membiarkan pembantu untuk mencuci piring dan juga membereskan dapur bekas dia memasak tadi.


David yang sudah mulai berkutat dengan pekerjaannya di ruang kerja tidak menyadari kehadiran Martha di sana.


" Ayo kita tidur!" ucap Martha mengajak David untuk segera tidur bersamanya.


David melirik sekilas kepada istrinya kemudian dia kembali memperhatikan file-file yang ada di tangannya.


"Tidurlah duluan! Karena banyak file-file yang harus aku cek, karena besok pagi-pagi kami harus segera berangkat ke Jerman untuk mengurus hotel yang baru!" ucap David tanpa melirik kepada Martha yang saat ini sudah berdiri di hadapannya.


"Kau hanya sibuk dengan pekerjaanmu dan juga Putri kita kapan kau akan menyibukkan dirimu denganku?" Martha mulai merajut kembali kepada David. Sehingga membuat David mau tidak mau akhirnya meninggalkan pekerjaannya dan mengikuti istrinya untuk segera tidur bersama dia.


Setelah David memastikan bahwa Martha sudah tidur dengan nyenyak. Dia pun kemudian kembali ke ruang kerjanya dan kembali fokus dengan semua file-file yang ada di atas meja kerjanya.


"Aku harus memastikan semua file-file ini jangan sampai nanti ada kesalahan yang malah akan membuat repot semuanya!" ucap David bermonolog dengan dirinya sendiri.


Sangking asiknya bekerja David sampai tidak ingat waktu dan tidak terasa sudah jam 12.00 malam dan David tampak masih berada di dalam ruang kerja.


Ketika David hendak membereskan semua file-file yang ada di atas meja kerjanya. Tiba- tiba saja terdengar suara tangis putrinya yang tidak jauh dari ruang kerjanya.

__ADS_1


David langsung berlari menuju ke kamar putrinya dan langsung menggendong dan juga menimangnya dengan penuh kasih sayang agar putrinya tidak menangis lagi.


Karena putrinya sejak tadi tidak juga mau diam akhirnya David pergi ke dapur untuk membuatkan susu untuk Putri tercintanya.


__ADS_2