
"Kerjamu selalu seperti itu!" Arjun langsung berlari menuju mobilnya. Santi tertawa melihat reaksi Arjun yang tampak ketakutan gara-gara dirinya menggodanya.
"Dimana-mana, perempuan yang harusnya takut diperkosa,ini, malahan kamu yang lari tunggang langgang. Hahaha kamu sungguh lucu sekali!" Santi terus tertawa sehingga membuat Arjun jadi merah padam wajahnya.
"Kau mau pulang atau tidak? Kalau tidak, aku akn pulang sendiri!" ancam Arjun. Santi seketika langsung lari karena takut ditinggalkan oleh Arjun sendirian di pantai.
"Kau jahat sekali! Masa kau tega sekali untuk meninggalkan seorang perempuan di tengah pantai. Bagaimana kalau terjadi sesuatu yang buruk terhadapku? Apa kau nanti tidak menyesal?" sungut Santi kesal, sambil memasangkan sabuk pengaman.
"Kau pikir saja sendiri! Apakah kau memang seorang perempuan atau bukan. Kalau kau memang perempuan, berhentilah bersikap seperti itu dan selalu membuat aku jadi malu gara-gara perbuatanmu!" ucap Arjun dengan nada dingin. Sehingga membuat Santi merasa salah tingkah dan merasa malu karena sudah ditegur oleh kekasihnya.
"Aih, kau ini seperti Kanebo kering saja! Nyaris tanpa ekspresi. Kau tahu? Wajahmu itu sudah seperti kutub utara dingin dan mencekam. Bisakah kau sedikit rileks, sedikit menikmati hidup jangan terlalu kaku seperti itu." ucap Santi sambil mencubit pipi Arjun.
"Lalu kenapa kau maksa-maksa ingin menjadi istriku, buh? Yang kata kamu sebagai kanebo kering ini. Yang seperti kutub utara dingin ini. Bukankah di luar sana banyak laki-laki yang sesuai dengan kriteriamu? Yang sesuai dengan tabiatmu dan karaktermu, Nona muda! Lalu kenapa kau sampai jauh-jauh mengejar-ngejar saya ke sini, huh? Kau ini betul-betul perempuan yang sangat lucu sekali!" sarkas Arjun dengan tetap Fokus menyetir. Santi hanya tersenyum saja, mendengar apa yang dikatakan oleh Arjun.
__ADS_1
"Karena orang seperti kamu itu, cuman ada satu di dunia ini. Makanya aku hanya tertarik padamu. Kalau laki-laki di luar sana banyak, makanya aku tidak tertarik sam sekali dengan Mereka." ucap Santi sambil bergelayut manja di lengannya Arjun.
"Please stop untuk bersikap kekanak-kanakan seperti ini. Saya saat ini sedang fokus untuk menyetir, Oke? jangan membuat pecah konsentrasi saya. Kalau sampai kita mengalami kecelakaan itu pasti saya yang akan disalahkan oleh kedua orang tua kamu. bBisakah kau duduk dengan tenang sehingga kita bisa sampai ke kota dengan selamat!" ucap Arjun dengan dingin.
Santi jadi merasa malu sendiri, karena ditegur oleh Arjun. Akhirnya dia pun duduk dengan tenang di kursi samping. Dan hanya menatap keluar jendela karena tidak mau lagi berdebat dengan Arjun yang tampaknya sedang malas untuk berbicara dengannya. Mungkin Arjun masih kesal dengan kelakuannya tadi, ketika di pantai yang terus menggodanya.
"Mau berapa lama lagi kau marah padaku? Aku kan sudah minta maaf padamu. Bisakah kamu jangan marah-marah terus? Aku jadi sebel tau nggak sih? Bete perjalanan segini panjangnya tanpa pembicaraan!" kesal Santi misuh misuh.
"Suruh siapa kau memilih kekasih seperti aku? Yang kata kamu seperti kanebo kering.Yang kata kamu seperti Kutub Utara yang dingin. Kenapa kau tidak mencari laki-laki yang mau menuruti apapun kemauan kamu. Kenapa kau tidak memilih laki-laki yang tunduk dan takluk kepadamu kau repot-repot mengejarku!" ucap Arjun.
"Nah nambah lagi caci maki kamu sekarang. Kamu mengatakan Aku tidak gentle juga. Sebenarnya aku heran. Apa sih yang kamu sukai dari aku? Tampaknya semua hal dari aku itu semuanya jelek di matamu. Tapi kok kamu mau ya di sini? Malam-malam kayak gini di tempat terpencil seperti ini!" ucap Arjun sambil geleng-geleng tidak mengerti dengan kelakuan Santi yang menurutnya absurd itu.
"Karena aku mencintai kamu. Oleh karena itu, aku berada di sini menemani kamu. Aku nggak peduli seberapa banyak kekuranganmu Aku pasti akan berusaha untuk menerimanya!" ucap Santi sambil menggenggam tangan Arjun yang sedang fokus menyetir.
__ADS_1
"Bukan karena aku berasal dari keluarga Prawira? Bukankah ayahmu sangat menginginkan aku untuk kembali ke keluarga itu? Tapi aku harus ingatkan sama kamu. Bahwa aku selamanya tidak akan pernah kembali ke keluarga Prawira. Jadi tolong katakan kepada kedua orang tuamu Untuk menghentikan mimpi mereka untuk bisa berbaik sana dan keluarga Prawira!" ucap Arjun tanpa tedeng aling-aling. Santi mendengarnya sontak terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Arjun tersebut.
"Jadi selama ini? Kamu berpikir bahwa aku mendekati kamu dan mencintai kamu adalah karena kamu berasal dari keluarga Prawira? Begitukah? Sebelumnya aku tidak tahu kalau kamu bagian dari keluarga Prawira. Baru kemarin saya tahu bahwa kamu berasal dari keluarga Prawira. Hanya ayahku yang tahu kalau kamu berasal dari keluarga itu. Sebelumnya aku tidak tahu sama sekali. Siapakah kamu ataupun latar belakangmu. Yang aku tahu kau adalah asistennya Kevin hanya itu saja!" ucap Santi dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Arjun tampaknya sedang berpikir. Mengenai apa yang dikatakan oleh Santi tersebut Apakah itu kebenaran ataukah kebohongan.
"Tapi memang aneh juga, kalau kamu lebih menyukai seorang asisten daripada seorang owner dari sebuah perusahaan besar seperti Kevin. Itu rasanya sangat ganjil dan sangat-sangat tidak mungkin. kalau kamu tidak mengetahui tentang latar belakangku yang sesungguhnya. Bukankah ayahmu sudah memberitahukan tentang siapa Aku sebelum kau mendekatiku!" ucap Arjun dengan nada tinggi. Sontak Santi pun merasa jengkel dan marah dengan tuduhan Arjun tersebut.
"Stop Arjun! Stop! Turunkan aku di sini! Aku ingin pergi sendiri! Stop Arjun! Stop, stop turunkan Aku Disini!" Santi terus berteriak meminta berhenti. Tetapi Arjun tampaknya tidak memperdulikan permintaan Santi karena dilihat dari lingkungan sekitar, tampak begitu sepi dan lengan. Tanpa kendaraan Arjun tampaknya khawatirkan keselamatan santai saat ini.
"Duduklah yang tenang! Aku pasti akan menurunkanmu di tempat yang ramai. Di mana kau bisa mendapatkan kendaraan untuk sampai ke rumahmu. Kau jangan khawatir aku juga tidak tertarik untuk berlama-lama bersamamu!" ucap Arjun dengan nada dingin.
Air Mata di Pipi Santi tanpa terasa berderai karena merasa sangat sedih dengan kelakuan Arjun. Yang tampaknya tidak memperdulikan perasaannya saat ini. Begitu dinginkah hati seorang Arjun? Sehingga tidak bisa tersentuh oleh yang namanya cinta yang dia tawarkan.
"Katakan kepada kedua orang tuamu. Untuk berhenti dalam bermimpi menjadi besan dari keluarga Prawira. Karena sampai mati pun, aku tidak akan pernah kembali ke keluarga Brengsek itu!" ucap Arjun sambil membuka pintu untuk Santi. Dan menyuruh Santi untuk keluar dari mobilnya.
__ADS_1
Arjun menurunkan Santi tepat di tempat sebuah taksi sedang berhenti. Setelah Santi turun dari mobilnya, Arjun pun langsung melajukan kendaraannya menuju apartemennya santai sampai baterainya kesal dengan kelakuan Arjun yang sangat semena-mena itu.