Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
48. Geram


__ADS_3

Kevin keluar dari kamar mandi, mendapati banyak makanan di atas meja. Kevin tampak keheranan.


"Makanan dari mana ini?" tatapan Kevin sudah curiga kepada Mamahnya, takut di jebak lagi dengan hal-hal absurd yang ada di otak mamahnya.


"Santi, yang mempersiapkan semua makanan enak ini! Ayo sayang, kita makan siang bersama!" Kevin sungguh frustasi dengan kelakuan Mamahnya yang seharian tidak mau melepaskan dirinya.


"Mah, mamah lihat tidak? Itu berkas-berkas yang ada di atas meja Kevin! Semua itu gara-gara Mamah yang seharian ini merecoki hari Kevin! Bahkan meeting penting saja Kevin alihkan kepada Arjun untuk menghandle. Mau Mamah apa sebenarnya?" Arjun sudah kesal setengah mati. Mamahnya tampak cuek, melihat putranya yang misuh misuh. Santri tersipu malu, tampak tidak enak, karena menjadi bagian dari rencana Mamahnya Kevin. Santi sudah jatuh cinta kepada Kevin sejak pandangan pertama.



Visualisasi Santi



visualisasi Kevin Atmajaya


"Kalian cepat selesaikan makan Kalian, terus keluar dari ruanganku! Banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan hari ini!" hardik Kevin tidak suka.


"Kamu juga makan dong, sayang! Kan ini sudah siang, waktunya kamu makan siang, loh!" Mamahnya menarik paksa Kevin untuk ikut makan siang bersama mereka.


Kevin menolak mentah-mentah untuk makan bersama mereka. Kevin sudah kenal dengan sifat mamahnya. Kevin tidak mau jatuh ke dalam jebakan Mamanya untuk yang kedua kali. Entah apa yang sudah dicampurkan oleh Mamanya ke dalam makanan itu.

__ADS_1


Kevin benar-benar waspada menghadapi segala kemungkinan yang akan dilakukan oleh Mamahnya dalam rangka memuluskan rencananya untuk menjodohkan dirinya dengan Santi.


"Kamu bikin Mamah sedih loh, Kevin!" Kevin lebih memilih untuk keluar dari ruangannya menuju ke Cafe yang berada di seberang kantornya.


Kevin tidak memperdulikan teriakan mamanya yang sudah merasa jengkel melihat dirinya yang tidak peduli dengan wanita yang dibawa oleh Mamanya.


"Maafkan Kevin! Ya, Santi! Sepertinya Kevin memang sangat sibuk hari ini. Kau bisa melihat sendiri, berkas-berkas yang ada di atas mejanya. Ayo kita selesaikan makan siang kita, sehingga kita pergi dari sini. Kita bisa bersenang-senang berdua, apa kau setuju dengan ide Tante?" Mamanya Kevin begitu berniat ingin menjadikan Santi sebagai menantunya. Latar belakang keluarga Santi yang mentereng yang membuat mata Mamanya Kevin menjadi hijau, silau dengan kekayaan dunia.


Sungguh aneh, padahal keluarga Atmajaya bukanlah keluarga biasa. Keluarga yang terkenal dan terhormat. Memiliki banyak hotel di mana-mana. Entah kenapa perilaku Mamanya Kevin seperti itu, tampak seperti wanita yang tidak berkelas sama sekali.


'Hah! Sebenarnya aku males juga bertemu dengan wanita tua ini. Tapi apalah dayaku, aku harus mengambil hatinya, agar bisa menjadi istri dari seorang Kevin Atmajaya, putranya yang sungguh mempesona itu!' Bathin Santi kesal, tetapi demi mendapatkan Kevin sebagai suaminya, Santi lalu tersenyum palsu ke arah Mamahnya Kevin.


Mamanya Kevin benar-benar sangat bahagia karena Santi dengan murah hati memberikan banyak barang-barang bermerek untuk dirinya. Tanpa rasa malu sama sekali Mamanya Kevin menerima semua itu.


Setelah mereka berdua puas berbelanja, akhirnya mereka berpisah ke rumah masing-masing. Santi yang nampak kesal dengan Mamahnya Kevin, langsung menutup pintu kamarnya dengan keras.


Mamanya Santi yang melihat anaknya tampak berwajah masam dan cemberut, lalu masuk ke kamarnya Santi.


"Ada apa ini, putri kesayangannya Mama! Pulang-pulang kok, malah wajahnya di tekuk seperti itu!" tanya Mamahnya. Santi langsung menghambur ke pelukan Mamahnya. Mamahnya Santi yang melihat putrinya kini tampak lesu, hanya geleng-geleng.


"Santi sedang kesal, Mah! Dengan Nyonya Atmajaya. Seharian uang Santi di kuras oleh beliau!" rajut Santi sambil cemberut. Ah, Santi memutarkan fakta. Padahal tadi ketika di Mall, dirinya yang memaksa Mamahnya Kevin untuk mau menerima semua pemberiannya.

__ADS_1


"Kok putrinya Mama, mau-maunya di manfaatkan oleh orang lain?" tanya Mamahnya Santi.


"Santi jatuh cinta dengan putranya, Mah! Seorang pria yang tampan sekali! Seorang laki-laki yang sangat sukses!" kemudian dengan semangat Santi menceritakan pertemuannya dengan Kevin hari itu.


"Mendengar ceritaku, Mama merasa, tampaknya Kevin tidak tertarik denganmu, Sayang! Sudah, jangan buang-buang waktu dan buang-buang uang untuk mereka lagi. Kamu hanya sedang dimanfaatkan saja, putriku!" Santi tiba-tiba merasa sedih mendengar ucapan Mamahnya.


"Apakah mama tidak mendukung hubunganku dengan Kevin?" Mamanya Santi tertawa terbahak-bahak sehingga membuat Santi merasa keheranan.


"Kok Mama malah tertawa? Emang apa yang lucu, Mah?" tanya Santi senewen. Mamahnya Santi lalu mengelus rambut putrinya. Santi masih penasaran dengan jawaban Mamahnya, yang sampai sekarang masih tertawa.


"Hubungan apa yang kamu maksud putriku? Bahkan Kevin diajak makan siang dengan kamu saja, dia sudah kabur. Sudahlah! Kau jangan lagi membangun impian yang tidak ada gunanya! Kevin itu tidak tertarik dengan kamu, yang Mama dengar, Kevin itu sampai sekarang masih mencintai Mantan istrinya yang sekarang tinggal di Meksiko!" mata Santi auto melotot demi mendengar keterangan yang disampaikan oleh Mamanya.


"Mama mendengar kabar seperti itu dari mana? Apa benar kalau Kevin sudah pernah menikah dan punya anak?" Santi mulai penasaran dengan kehidupan laki-laki yang sudah menjerat hatinya pada pandangan pertama.


"Yang Mama dengar, Kevin itu sudah pernah menikah dua kali. Yang pertama dengan Qiara, tetapi hanya menikah secara siri, karena tidak di restui oleh keluarga besarnya. Lalu Kevin menikah lagi dengan Susan Pratama, tetapi itu hanya seumur jagung. Pada malam pernikahan, Kevin meninggalkan Susan dan lebih memilih istri sirinya yaitu Qiara, yang sekarang tinggal di Meksiko. Belum lama ini kabarnya mereka sudah bercerai dan memiliki seorang Putra yang bernama Kenzo Pratama. Masa kamu tidak tahu berita seperti itu, sayang?" tanya Mamahnya, Santi tampak terpesona dengan kenyataan tentang pria idamannya. Yang ternyata memiliki kisah asmara yang cukup rumit dan panjang.


"Mana Santi tahu berita-berita seperti itu? Selama ini kan Papa selalu mengurung Santi di kantornya. Tidak diperbolehkan bergaul dengan siapapun. Papa cuma ingin Santi belajar untuk mengelola perusahaan keluarga kita!" Santi misuh-misuh dengan bibir cemberut mamanya tampak lucu melihat ekspresi putrinya yang tersayang.


"Berita mengenai Kevin itu viral, sayang! Beberapa bulan yang lalu. Bahkan hampir semua stasiun televisi memberitakan tentang mereka. Kisah tentang seorang putri yang hilang dari keluarga Pratama yang akhirnya ditemukan dan ternyata itu adalah mantan istrinya Kevin!" Santi semakin terkejut dengan berita tersebut. Santi semakin tertarik dengan Kevin yang ternyata sangat luar biasa di matanya. Mamah Santi tampak khawatir melihat gelagat sang putri yang biasanya selalu berbuat aneh dan sesuka hatinya.


"Jangan berpikir macam-macam Santi! Papa dan Mama tidak akan mentolerir perbuatan kamu yang aneh-aneh terhadap Kevin. Kamu dengar?" Santi hanya nyengir kuda saja, karena niat hatinya sudah diketahui oleh Mamanya. Ya, selama ini memang hanya Mamanya yang mengenal dirinya keluar dan dalam.

__ADS_1


__ADS_2