Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
50. Ada Apa Dengan Arjun?


__ADS_3

Hari ini Arjun dan Kevin memiliki rencana untuk meeting di sebuah hotel. Santi memaksa untuk ikut bersama dengan mereka. Kevin sudah hilang akal untuk melarang Santi untuk terus mengikuti dirinya kemanapun juga.


"Eh, Nona besar! Apakah kau tidak punya kegiatan yang lain? Selain merecoki kehidupan orang lain, huh? Apa kau tidak tahu, kau itu sangat menggangguku! Tahu, nggak?" Kevin menatap tajam ke arah Santi. Santi sudah ketakutan melihat tatapan tajam Kevin yang langsung ke arahnya.


"Sudahlah Bos! Biarkan saja dia ikut. Udah, Bos nggak usah pusing! Biar nanti saya yang mengurus dia. Bos bisa fokus dengan meeting! Nggak usah pikirkan dia! Bos tenang saja!" ucap Arjun prawira.


"Kau ingat kata-katamu itu, Arjun! Jangan buat kepalaku pusing dengan kelakuan perempuan ini!" Kevin kemudian masuk ke dalam mobilnya. Sementara Arjun dan Santi naik mobil milik Santi. Kok? Karena Kevin menolak untuk satu mobil bersama Santi. Akhirnya Arjun mengalah dan pergi bersama perempuan cantik itu.


Selama dalam perjalanan ke tempat meeting, tidak ada pembicaraan sama sekali antara Arjun dan Santi. Semuanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Arjun masih merasa berdebar-debar ketika dirinya Mengingat kejadian di ruangannya tadi pagi.


Begitu mereka sampai ke tempat meeting, Arjun membantu Santi, untuk keluar dari mobil. Santi merasa terharu dengan perlakuan lembut Arjun kepadanya. Arjun yang selama ini terkenal selalu dingin terhadap wanita.


" Terima kasih sudah membantuku!" ucap Santi, Arjun kemudian memberikan tangannya, untuk di genggam oleh Santi. Awalnya Santi bingung, "Peganglah, agar kau tidak bilang!" ucap Arjun, yang sukses membuat Santi tertawa.


interaksi antara Arjun dan Santi itu, diperhatikan oleh Kevin. Kevin tampak terheran melihat mereka berdua begitu akrab dan tampak dekat.


"Ada apa dengan Arjun? Aneh sekali melihat dia begitu lembut memperlakukan wanita itu!" Kevin masih bertanya-tanya sendiri. Arjun dan Santi kini sudah mendekati dirinya.

__ADS_1


"Ada apa denganmu Arjun? Kenapa hari ini kau sangat aneh? Berperilaku seperti itu terhadap seorang wanita, apakah kau sedang jatuh cinta?" tanya Kevin to the point.


Demi mendengar pertanyaan Kevin yang frontal tersebut, seketika Arjun dan Santi melepaskan genggaman tangan mereka berdua. Dan mereka menjauh satu sama lain. Tampak gugup satu sama lain. Hal itu membuat Kevin tambah curiga dengan mereka berdua. Tetapi Kevin belum memiliki bukti apapun, sehingga dia hanya bisa memendamnya sendiri.


Mereka tidak mau memperpanjang masalah itu dan mereka langsung menemui klien mereka yang sudah menunggu di hotel tersebut. Setelah 2 jam melakukan pembicaraan yang sangat alot dan panjang, akhirnya kesepakatan bisnis tersebut pun tercapai. Kevin merasa senang karena pertemuan Itu membuahkan hasil.


"Bagaimana kalau kita makan siang bersama? Untuk merayakan keberhasilan ini! Biar aku yang akan mentraktir kalian berdua!" ucap Santi dengan sumringah.


"Eh, Nona besar! Kau pikir, kau itu siapa? Ini adalah keberhasilanku dan Arjun! Bukan keberhasilanmu! Kau itu hanya duduk saja. Enak sekali kau mengklaim-klaim keberhasilan kita! Udah sana, pulang kau! Ganggu banget tau nggak sih?" Hardik Kevin dengan keras.


Mendengar makian dan ucapan Kevin yang sangat kasar. Santi merasa sakit hati. Tanpa terasa berderai air matanya. Santi langsung lari ke arah mobilnya. Arjun yang merasa kasihan dengan Santi, akhirnya mengikuti Santi pergi dari tempat itu, meninggalkan Kevin yang masih tampak kebingungan dengan kelakuan Asistennya itu.


"Ah, lelah sekali hari ini! Ingin aku berendam di bathtub dengan air hangat, merelakskan otot-ototku yang tegang, seharian bekerja, sungguh lelah!" Kevin membuka pakaiannya, lalu masuk ke kamar mandi.


Rumah yang sepi dan tenang, Kevin melihat foto pernikahan dirinya dengan Qiara, "Apa yang sedang kamu lakukan disana, Qi? Apa kabar anak kita?Aku rindu sekali dengan kamu!" ucap Kevin sendu.


Sementara itu, Qiara yang sedang bermain dengan Kenzo dan David, tampak sangat bahagia. Rencana pernikahan dirinya dengan David, tinggal satu bulan lagi.

__ADS_1


" Apakah semua persiapan pernikahan kita sudah siap?" tanya Qiara, ketika David tampak sangat asyik bermain dengan Kenzo. David menoleh sejenak, lalu main lagi


"Ah, kau lebih mencintai Kenzo daripada aku! Ah, sudahlah kau menikah saja dengan Kenzo! Aku pergi ya!" Qiara merasa kesal karena dari tadi David lebih senang bermain dengan Kenzo daripada mengobrol dengannya. Padahal Qiara sangat penasaran dengan persiapan pernikahan mereka berdua, tetapi David tampak acuh saja.


"Sayang, masa kau cemburu dengan anak kamu sendiri?" David mengejar Qiara yang misuh misuh.


"Bodo amat! Kamu menikah aja sana, sama Kenzo! Aku nggak mau menikah denganmu!" Qiara terus masuk ke kamarnya. David yang merasa lucu dengan kelakuan calon istrinya, memberikan Kenzo kepada pengasuh nya, lalu dia mengejar Qiara ke dalam kamarnya.


"Jangan gitu dong! Masa kamu cemburu sama anak kamu sendiri?" David mengalungkan tangannya ke leher Qiara, tetapi Qiara yang terlanjur kesal, tetap diam tak perduli dengan David. David mencium pucuk kepala Qiara.


"Kamu lucu, deh! Kalau sedang cemburu kayak gini!"


"Siapa yang cemburu denganmu? Nggak usah GR, deh! Udah sana pulang! Aku mau tidur!" Usir Qiara tanpa melihat ke arah David yang kini malah tertawa terbahak-bahak melihat Qiara yang masih betah misuh misuh.


"Ih apaan sih? Ga lucu tahu gak sih? Kamu dari tadi ketawain aku terus! Aku tuh lagi kesel tahu! Kamu kok ditanyain dari tadi, malah lebih senang main sama Kenzo. Aku kan pengen tahu perkembangan persiapan pernikahan kita, tuh gimana! Kok kamu kayak nggak peduli sih bikin kesel deh!" Qiara lalu menjauh dari David.


"Dengerin ya, sayang! Pernikahan kita itu sudah siap semuanya. Hanya tinggal menunggu hari H aja. Kamu nggak usah pusing memikirkan apapun. Kamu cukup datang dan berdiri di sampingku itu sudah cukup buat aku jadi nggak usah marah lagi ya!" David mencium kening Qiara, tali Qiara masih kesal hatinya.

__ADS_1


"Gimana kalau kita pergi menonton atau mungkin kamu mau pergi ke taman? Drngan Kenzo, mumpung belum malam. Pasti seru nih kita kalau jalan-jalan ke taman bertiga!" Qiara tampak antusias dengan tawaran David.


"Betul kalau kita mau pergi ke taman? Oke deh aku siap-siap dulu ya! Udah sana, sana, sana, kamu panggil pengasuhnya Kenzo, dan bilang ke pengasuhnya untuk mempersiapkan Kenzo!" Qiara tampak bersemangat sekali.


__ADS_2