Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
61. Pemakaman Kakeknya Qiara


__ADS_3

Kevin masih berusaha mencari keberadaan Kenzo yang tadi dibawa pergi oleh pengasuhnya. Tetapi sudah tidak nampak lagi karena Kenzo sudah dibawa masuk ke dalam kamarnya dan disuruh tidur oleh pengasuhnya.


"Ya Tuhan! Itu tadi adalah anakku! Apakah itu artinya aku bisa bertemu dengan dia?" Kevin seperti hilang akal saat itu. Kevin mengingat kembali moment saat dirinya mencium dan menggendong anaknya. Walaupun hanya sejenak, tetapi Kevin sangat bahagia.


"Anda kenapa, Tuan Kevin?" tanya Arjun heran, melihat Kevin yang tampak kehilangan pikiran saat ini.


"Aku, aku tadi melihat anakku, Kenzo! Aku melihat Kenzo tadi! Aku memeluk dan menciumnya! Apa kau tau Arjun? Aku telah memeluk anakku sendiri, tetapi aku tidak tahu bahwa dia adalah anakku! Betapa bodohnya aku!" Kevin menatap Arjun dengan nyalang. Kevin mengguncang-guncangkan tubuh Arjun. Sehingga membuat Arjun merasa khawatir dengan keadaan atasan sekaligus sahabatnya itu.


"Tenanglah Kevin! Jangan seperti ini! Di sini banyak orang. Kamu harus bisa menenangkan dirimu! Jangan membuat malu dirimu sendiri atau Kamu tidak akan bisa melihat anakmu selamanya!" ucap Arjun mengingatkan Kevin.


"Ah, kau benar Arjun! Aku harus tenang atau, atau, David akan membawa Anakku pergi lagi! David akan membawa anak dan istriku pergi lagi. Aku harus tenang! Aku harus sembunyi Arjun! David tidak boleh melihat keberadaanku atau mereka akan pergi lagi dari sisiku!" Kevin benar-benar seperti orang hilang akal. Ya, rasa trauma ketika disiksa dan di kurung oleh David beberapa tahun lalu, sehingga membuat Kevin ketakutan.


"Kevin! Kevin! Sadarlah! Jangan seperti ini! Kau hanya akan membuat orang menjadi memperhatikanmu. Sudah! Ayo sekarang kita pergi ke pojokan itu dan kita berusaha agar David tidak menemukan kita berdua atau kita akan dapat masalah nantinya!" Arjun kemudian membawa Kevin ke pojok ruangan, yang agak tertutup dari khalayak ramai.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, pihak keluarga datang dan memberikan beberapa sambutan untuk acara pemakaman yang akan segera dimulai. Tampak di sana Qiara dan David sedang berpelukan. Ya! Qiara yang lemah, yang sedang dirangkul bahunya oleh David. Hati Kevin mencelos, melihat wanita yang dia cintai berada dipelukan seorang pria lain. Ini adalah kali pertama, Kevin melihat Qiara lagi. Setelah bertahun-tahun berlalu. Kevin benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Ketika melihat wanita yang dia cintai saat ini, tetapi bukan bersamanya.


Kevin terus menatap Qiara yang tampak masih bersedih atas meninggalnya kakeknya. Mungkin karena merasa dirinya sedang diperhatikan oleh seseorang. Qiara pun mengangkat wajahnya dan menatap lurus ke depan. Seketika mata mereka berdua bertaut, bertemu. Qiara tampak terkejut, melihat Kevin setelah bertahun-tahun berlalu. Qiara saat ini sedang tidak bisa melakukan apapun, karena hatinya masih sedih dan masih lelah setelah mengalami perjalanan yang panjang antara Meksiko menuju Indonesia.


Karena Kevin khawatir David akan curiga dengan keberadaannya. Mau tidak mau, Kevin pun akhirnya meninggalkan pemakaman tersebut. Kevin hanya ingin menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.


Qiara melihat kepergian Kevin. Hatinya seakan merasa sedih. Entah kenapa, sampai detik ini, Qiara masih merasakan cinta itu. Masih menyisakan rindu itu. Tetapi hati Qiara sangat sedih, ketika mengingat bahwa Kevin lah yang telah memberikan surat gugatan cerai kepada dirinya. Yang telah membuat dirinya menjadi seorang janda di saat dirinya sedang hamil anak mereka berdua.


"Kamu kenapa, sayang?" tanya David, melihat Qiara yang tampak nyalang menatap ke satu arah. David melihat ke tempat di mana mata Qiara tertuju saat ini. Tetapi di sana tidak ada apapun! Ya, karena Kevin dan Arjun sudah menjauh dari pusat keramaian.


Saat ini Kevin dan Arjun berada di tempat yang jauh dari pusat keramaian. Yaitu di ujung jalan yang menuju kediaman Pratama. Sementara di dalam kediaman utama, prosesi pemakaman sedang dimulai dan sekarang jenazah Kakeknya Qiara sudah siap di bawa ke pemakaman umum. David dan Arjun mengikuti iring-iringan tersebut, dan berdiri jauh dari pusat pemakaman. Ya, untuk sekedar menghormati kakeknya Qiara, wanita yang dia cintai.


Kevin akan mencari waktu untuk bisa bicara berdua dengan Qiara. Kevin ingin bicara berdua saja dengan Qiara dan menjelaskan segala hal yang telah terjadi di antara mereka berdua. Tetapi David sama sekali tidak mau untuk membiarkan Qiara sendirian. David terus bersama Qiara dan merangkul bahunya. Itu sungguh membuat frustasi Kevin. Hatinya benar-benar sakit, melihat wanita yang dia cintai kini berada di bawah kekuasaan pria kejam yang sanggup melakukan apapun demi mendapatkan apa yang dia inginkan.

__ADS_1


"Kenapa David terus saja menempel dengan Qiara? Kalau seperti ini, bagaimana kita bisa bicara dengan Qiara?" ucap Kevin sudah mulai merasa kesal dan jengah. Hatinya lama-lama tidak kuat juga, melihat wanita yang dia cintai kini berada di dalam pelukan pria lain.


"Kevin! Ada baiknya kalau kita pulang saja. Sepertinya tidak akan mungkin, untuk bisa bicara dengan Qiara. David pasti tidak akan membiarkan Qiara sendirian!" ucap Arjun.


"Kau benar Arjun! Sepertinya kita memang lebih baik pulang saja. Tidak ada gunanya kita berada di sini. Karena David pasti tidak akan membiarkan siapapun mendekati Qiara! Begitu takutnya David kehilangan Qiara! Dasar pria licik dan jahat!" rutuk Kevin kesal sekali.


Saat Arjun dan Kevin bersiap untuk kembali ke mobil mereka, tiba-tiba saja Santi sudah berada di hadapan Arjun. Arjun seketika membeku, tidak sanggup berkata apapun. Melihat Santi yang saat ini menatapnya dengan nyalang. Matanya tampak berkaca-kaca. Arjun berusaha untuk bersikap tenang dan cuek. Tetapi Santi tidak juga mau menyerah untuk mendekati Arjun.


"Kita bersua harus bicara Arjun! kita harus menyelesaikan masalah diantara kita berdua! Kamu nggak bisa seperti ini terus! Menghindari aku! Aku mohon, kita harus bicara!" pinta Santi sambil memegang lengan Arjun.


"Tidak ada lagi hal yang harus kita bicarakan. Apakah kamu tidak mengerti? Masalah di antara kita sudah selesai. Kumohon! Mulailah hidupmu yang baru, karena akupun akan memulai hidupku yang baru, tanpa kamu!" Arjun sudah bersiap untuk pergi bersama Kevin. Tetapi Santi malah memeluk tubuhnya, sehingga membuat Arjun pun tidak sanggup lagi bertahan, akhirnya pertahanan Arjun pun runtuh seketika.


Sepasang kekasih itu menangis bersama. Untung saja posisi Arjun dan Kevin jauh dari pemakaman. Sehingga tidak menjadi perhatian mereka yang masih fokus dengan prosesi pemakaman.

__ADS_1


"Aku sangat merindukan kamu! Jangan pernah mengatakan kata putus dari aku! Karena aku tidak akan pernah bisa, hidup tanpa kamu!" ucap Santi sedih.


Kevin yang melihat kedua pasangan tersebut sedang sedih. Akhirnya hanya bisa menunggu di mobil. Menunggu Arjun menyelesaikan masalahnya bersama dengan Santi. Karena saat ini pun perasaan Kevin sedang tidak baik-baik saja. Melihat lagi ke arah Qiara yang tidak juga lepas dari genggaman David. Hati Kevin kesal luar biasa.


__ADS_2