
Emeralda merasa senang karena ternyata putranya sekarang berada di dalam perahu yang sama dengan dirinya.
"Mama kira, kamu tidak senang dengan apa yang dilakukan oleh mama dan ayah kandung kamu?" ucap Emeralda bertanya kepada putranya.
"Aku tidak terima terus dihina oleh Arjun. Aku akan merebut perusahaan itu dari tangannya dan Berikan dia pelajaran untuk bisa menjaga mulut!" ucap Steven dengan penuh kebencian di matanya.
"Baguslah kalau akhirnya kamu sadar bahwa kita harus berjuang untuk mendapatkan apa yang kita inginkan!" ucap Emerald merasa sangat bahagia karena akhirnya Steven berada di dalam lingkup dirinya.
"Mama Tenang saja! Steven pasti akan mendapatkan semua perusahaan Prawira Group!" kemudian mereka pun meninggalkan rumah sakit untuk segera menjalankan apa yang sudah dia rencanakan.
Steven mulai memindahkan beberapa akun bank ke dalam rekeningnya sendiri kemudian dia pun mentransfer beberapa saham milik Hendra ke dalam akun pribadinya.
Tampaknya Steven sudah tidak bisa menahan dirinya lagi untuk bersabar lagi karena sejak kemarin Arjun selalu menghinanya.
"Aku akan memberikanmu pelajaran Arjun untuk kau bisa menghargai perasaan orang lain!" ucap steven dengan penuh kebencian.
Sementara itu Arjun yang saat ini masih menunggu ayahnya selesai dioperasi. Dia mendapatkan laporan dari anak buahnya yang dia tanamkan di perusahaan ayahnya tentang semua yang dilakukan oleh Steven saat ini.
"Biarkan dia melakukan apapun yang dia mau kita akan menggunakan itu untuk menendang dia dari Prawira grup selamanya!" ucapkan kepada seseorang yang diseberang sana.
"Baiklah Tuan saya akan terus mengawasi Steven dan juga ibunya!" ucap orang kepercayaan Arjun.
"Kau harus pastikan semuanya bisa menjadi bukti yang bisa digunakan untuk kita dapat menghancurkan Steven dan juga ibunya!" ucap Arjun kembali mengingatkan kepada seseorang di seberang sana.
__ADS_1
"Tenang saja Tuan! pekerjaan saya rapi dan saya jamin mereka tidak akan Curiga dengan apa yang saya lakukan!" ucapnseseorang itu yang masih misterius.
"Baiklah aku mempercayakan semuanya padamu!" kemudian Arjun menutup panggilan telepon tersebut dan kembali ke depan ruang operasi ayahnya.
"Ada apa Tuan Muda Apakah di perusahaan ada masalah?" tanya kepala pelayan kepada Arjun. Arjun hanya menggeleng saja dia malas untuk menjelaskan apapun kepada pria tua itu yang sejak kemarin selalu membuat dia marah dan jengkel.
"Kau jagalah ayahku di sini aku harus menyelesaikan beberapa urusan di kantor! Apa aku bisa mempercayai Pak Tua?" Arjun sambil menatap tajam kepada pria tua itu.
"Anda tenang saja Tuan selama hidup saya saya habiskan hanya untuk mengabdi kepada Tuan besar Hendra Prawira!" ucap kepala pelayan tersebut sambil menundukkan kepalanya di hadapan Arjun.
"Baiklah aku akan mempercayakan Ayahku padamu. Karena aku harus menyelesaikan beberapa urusan di kantor untuk mengurus para ular berbisa itu yang sedang menggerogoti perusahaan ayahku!" Arjun kemudian meninggalkan kepala pelayan tersebut untuk menjaga Ayahnya di rumah sakit setelah selesai dioperasi.
"Aku harus menghubungi dulu istriku jangan sampai dia merasa khawatir dengan kepulanganku yang terlambat!" ucap Arjun.
Arjun kemudian langsung menghubungi Santi yang ada di Indonesia memberitahukan bahwa kepulangannya akan terlambat karena banyak hal yang harus dia urus setelah ayahnya sekarang sekarat di rumah sakit.
"Baiklah tidak apa-apa asal kau baik-baik saja di sana Aku akan tenang Jangan lupa kau selalu memberikan kabar padaku sayang!" Santi di seberang sana merasa bahagia. Karena ternyata suaminya mengingat untuk menghubungi dirinya diantara semua kesibukannya.
"Baiklah sayang Aku tutup dulu ponselnya karena aku harus fokus untuk menyetir! saat ini aku dalam perjalanan ke kantor untuk mengurus banyak sekali permasalahan di sana!" ucap Arjun berpamitan kepada istrinya.
Setelah itu Arjuna langsung menutup ponsel dan mulai fokus untuk menyetir.
"Dua ular berbisa itu tidak bisa dibiarkan begitu saja aku harus membuat sebuah strategi jitu untuk bisa membuat mereka pergi dari perusahaan secara sukarela!" ucap Arjun dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
Begitu Arjun sampai di kantor. Dia langsung memeriksa semua akun bank yang tadi dilaporkan oleh orang kepercayaannya yang ternyata itu adalah seorang direktur eksekutif bidang keuangan.
"Apakah kau sudah memblokir semua akun yang dimiliki oleh Steven?" tanya Arjun kepada orang tersebut.
"Sudah Tuan Saya sudah melaporkan kepada pihak bank untuk memblokir akun Tuan Steven dan juga Nyonya Emeralda! saya mengatakan kepada pihak bank kalau mereka mencuri di perusahaan kita!" ucap direktur keuangan tersebut sambil menatap tajam kepada Arjun yang saat ini sedang sibuk memeriksa hal-hal yang tadi dilaporkan oleh dirinya.
"Pekerjaanmu bagus! Saya puas! Setelah semua ini beres saya pasti akan menunjukmu sebagai si you baru menggantikan Steven yang akan seventeen ke penjara!" ucapan Sambil tersenyum kepada direktur tersebut yang sangpaknya sangat bahagia dengan janji yang diberikan oleh Arjun kepadanya.
"Anda tenang saja Tuan semuanya sudah dalam kendali saya!" ucap direktur keuangan.
"Baiklah saya akan memulai beberapa transfer saham yang sudah dicuri oleh Steven dari ayahku!" kemudian Arjun mulai mengotak-atik laptop yang ada di hadapannya sehingga dia bisa menarik kembali saham yang sudah ditransfer oleh Steven ke dalam rekening pribadinya.
Arjun adalah asisten yang paling handal di perusahaan Kevin tidak heran kalau dia bisa mengerti hal-hal semacam itu.
Perusahaan Kevin tidak akan berjalan dengan lancar tanpa adanya seorang Arjun di belakangnya.
Arjun adalah jenius di bidang bisnis sehingga dia bisa memahami walaupun hanya sekilas dia membaca profile tentang perusahaan ayahnya Tetapi dia bisa langsung mengerti tentang situasi dan kondisi perusahaan ayahnya saat ini.
"Ternyata mereka bukan hanya kali ini saja melakukan kecurangan kepada Ayahku. Mereka sungguh tidak tahu diri sekali. Mereka diberikan tempat dan juga kehormatan oleh ayahku tetapi mereka berani berbuat semacam ini kepada ayahku! Mereka sungguh ular berbisa yang tidak tahu terima kasih!" ucap Arjun dengan penuh kemarahan ketika mengingat tentang Steven dan juga ibunya yang sangat serakah akan harta dunia.
"Baiklah kau bisa melanjutkan apa yang sudah kau kerjakan. Aku akan terus mengawasimu jangan kau berpikir untuk berbuat curang di belakangku!" ucap Arjun sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruangan ayahnya.
"Pergilah dan lakukan semua yang sudah Aku perintahkan padamu!" Arjun memberikan perintah kepada direktur tersebut.
__ADS_1
Setelah direktur keuangan itu meninggalkan dirinya. Arjun kemudian langsung masuk ke dalam ruangan rahasia milik ayahnya yang hanya diketahui oleh dirinya dan juga ayahnya saja.
Hanya orang tertentu yang bisa masuk ke dalam ruangan itu. Oleh karena itu ruangan itu tetap aman. Hanya Arjun yang diberikan kode akses oleh ayahnya untuk bisa memasuki ruangan rahasia sang ayah.