
David kembali ke Meksiko dan memulai kehidupannya di sana. Dengan penuh emosi dan kemarahan karena Qiara memutuskan untuk meninggalkannya.
Di berbagai Lini kehidupan David berusaha untuk mencekal perkembangan bisnis keluarga Atmajaya. Membalaskan rasa sakit hatinya kepada Kevin.
"Sunar pastikan kamu selalu mengusahakan untuk menjatuhkan keluarga Atmajaya!" ucap David penuh emosi dan kebencian.
"Baik, Tuan akan saya pastikan pesan anda!" ucap Sunar dengan takzim.
Sunar tahu bahwa dirinya harus hati-hati. Sekarang tuannya saat ini sedang sangat sensitif hatinya. Setelah kekalahan perang di kediaman Atmajaya.
Sementara itu, Kevin yang berada di kediamannya. Mulai bersiap untuk melakukan lamaran kepada Qiara. Walaupun sebenarnya dia belum bertanya kepada Qiara, tetapi hatinya merasa bahwa Qiara sudah pasti akan menerima dirinya kembali.
"Sebaiknya kau tanyakan kepada Qiara jangan sampai nanti kita ke sana ternyata ditolak!" ucap ibunya Kevin ketika melihat persiapan putranya untuk melamar sudah matang.
" Tiara pasti menerimanya kok, Mah!" Ucapnya dengan mantap.
"Tetapi lebih bagus kalau kau tanyakan kepadanya. Jangan sampai nanti kita ke sana ternyata kita ditolak, itu akan sangat memalukan keluarga kita!" ucap ayahnya lagi.
"Baiklah nanti Kevin akan menelpon Qiara!" ucap Kevin pada akhirnya.
"Kau datangilah ke rumahnya. Lamar dia secara pribadi, agar lebih mantap lagi!" ucap ibunya. Ya, kini ibunya Kevin sudah setuju dengan hubungan Kevin dan Qiara.
"Baik, Mah! Kevin akan melakukannya!" Kevin kemudian meninggalkan kediaman Atmajaya dan mempersiapkan lamaran secara pribadi untuk Qiara.
Sekretarisnya Kevin mempersiapkan semuanya dengan sempurna. "Wah, calon istri Anda pasti senang dengan lamaran ini. Karena begitu sangat romantis!" ucapnya.
Kevin merasa senang dengan pujian tersebut, kemudian Kevin pun menelpon Qiara di rumahnya. Kevin mengatakan bahwa dia akan menjemputnya.
"Tunggulah, Aku. Aku akan datang ke rumahmu untuk menjemputmu!" ucap Kevin dengan perasaan begitu bahagia.
Sementara itu Qiara di kamarnyaerasakan perasaan yang aneh dengan kelakuan Kevin, selama beberapa hari ini yang tampak misterius.
"Apa sebenarnya yang diinginkan oleh Kevin? Kenapa rasanya Dia sangat misterius sekali!" tanya Qiara dalam hatimu.
"Kenapa Qi? Kenapa kau dari tadi bolak-balik terus di kamar?" tanya ibunya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa mah! Apakah Kenzo sudah tidur?" tanya Qiara.
"Ya, tadi sepertinya Kenzo sudah tidur bersama pengasuhnya. Memangnya kenapa?" tanya beliau lagi.
"Nggak papa mah! Tadi Kevin katanya akan menjemputku. Qiara tidak tahu apa yang akan dia lakukan." ucap Qiara tampak ragu.
"Ya sudah kau temui saja. Tidak apa-apa!" ucap ibunya memberikan nasehat.
Qiara akhirnya bersiap-siap, karena sebentar lagi Kevin akan segera datang. Semakin dekat waktu penjemputan, jantung Qiara semakin berdebar kencang rasanya.
"Apa kira-kira yang akan dilakukan Kevin ya?" tanya Qiara masih bimbang.
10 menit kemudian, Kevin pun akhirnya datang menggunakan tuxedo yang sangat tampan. Tiara berdebar jantungnya. Saat kedua matanya bersirobok dengan Kevin.
"Kau sangat cantik sekali!" ucap Kevin dengan mata yang penuh kekaguman.
Qiara tersipu malu, melihat Kevin yang terus saja menatap ke arah dirinya. "Kau juga sangat tampan!" ucap Qiara dengan tersipu.
"Apakah kau sudah siap?" tanya Kevin.
"Kenapa kau membawaku ke sini? Aku kira kau sudah menjualnya!" ucap Qiara sambil melihat ke sekeliling.
Lampu di panthouse Itu tampak temaram, sehingga tidak memperlihatkan keindahan tempat itu yang sudah dihias oleh beberapa orang karyawan Kevin tadi siang.
Setelah Qiara masuk ke dalamnya, Kevin pun menyalakan lampu di dalam sehingga Qiara merasa takjub dengan keindahannya.
"Merry me!" tampak sebuah tulisan di dekat pintu kamar mereka berdua dulu.
Mata Qiara berkaca-kaca, ketika membacanya Entah kenapa hatinya merasa terharu saat ini.
"Kapan kau menyiapkan ini semua?" tanya Qiara dengan penuh haru. kemudian bersujud di depannya dan menyodorkan sebuah cincin berlian untuk sang calon istri.
"Qiara, aku tidak bisa merangkai jutaan kata manis untukmu. Aku hanya ingin mengatakan kepadamu, menikahlah denganku! Dan aku berjanji akan memberikan kehidupan yang bahagia untukmu dan putra kita. Dan tidak akan membiarkan kejadian masa lalu kembali terulang!" ucap Kevin dengan wajah yang serius sekali. Untuk sesaat, Qiara terdiam.
"Aku tidak tahu harus mengatakan apa!" ucap Qiara dengan tergagap.
__ADS_1
"Aku mohon! Terimalah lamaranku ini. Dan kita mulai kehidupan baru kita, bersama Putra kita!" ucap Kevin, masih berlutut di hadapan Qiara.
"Bangunlah jangan seperti ini!" ucap Qiara, tetapi Kevin tidak mau juga bangkit.
"Kau terimalah lamaranku, dan aku akan bangkit dari sini!" ucap Kevin dengan ingat dingin di dahinya yang terus mengucur.
Perasaan takut ditolak telah membuatnya merasa gugup yang luar biasa. Sehingga Qiara mengaggukan kepalanya, baru Kevin bisa bernafas dengan lega.
"Alhamdulillah!" kemudian menyematkan cincin tersebut di jari manis Qiara.
"Aku berharap, semoga tidak ada wanita lain yang akan mengganggu kembali rumah tangga kita!" ucap Qiara dengan suara Sendu.
"Percayalah aku hanya mencintai kamu!" ucap Kevin dengan binar kebahagiaan di wajahnya.
"Semoga kekuatan cinta kita akan selalu dan selalu menguatkan rumah tangga kita. Bukan melemahkannya!" ucap Qiara dengan mata berderai air mata.
"Tidak mudah untuk kita sampai ke masa ini. Aku berharap kita bisa melewatinya!" ucap Kevin sambil mencium kening Qiara.
Setelah acara lamaran tersebut selesai, akhirnya mereka pun menonton televisi bersama di rumah itu. Rumah yang pernah penuh kenang-kenangan ketika mereka bersama dahulu.
"Kok rumah ini tidak ada perubahan sama sekali ya? Sejak aku pertama kali meninggalkanmu!" ucap Qiara.
"Karen aku selalu menjaganya. Setiap aku merindukanmu. Aku pasti datang ke sini. Tapi aku tidak bisa setiap hari di sini, karena itu terlalu menyakitkan hatiku!" ucap Kevin dengan suara parau.
"Aku juga Pindah ke Meksiko dalam rangka melupakanmu!" ucap Qiara.
"Kita telah kehilangan begitu banyak momen bahagia dalam hidup kita. Hanya karena kesalahpahaman!" ucap Kevin menyesali semua yang pernah terjadi.
"Semoga semua itu bisa menjadi pengalaman yang berharga untuk kita berdua. Agar lebih menghargai Cinta Di antara kita berdua!" ucap Qiara pada akhirnya.
"Apakah Kau ingin menginap di panthouse ini ataukah kembali ke kediaman utama?" tanya Kevin kepada Qiara.
"Kita menginap saja di sini. Kau tidurlah di ruang tamu. Aku akan tidur di kamar kita!" ucap Tiara sambil tersenyum ke arah Kevin.
" Baiklah aku akan bersabar sampai hari pernikahan kita!" ucap Kevin pada akhirnya.
__ADS_1
Mereka berdua pun akhirnya beristirahat di kediaman itu. Qiara tidur di kamar utama dan Kevin tidur di ruang tamu. Hati mereka bahagia karena pada Akhirnya bisa bersama lagi. Setelah sekian lama berpisah.