Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
21. Awal Segalanya


__ADS_3

Qiara yang di bawa pergi oleh Kevin setelah acara pernikahan selesai, tidak bisa melakukan apa-apa. Tak sedetikpun Kevin melepaskan genggaman tangannya. Qiara jadi serba salah. Ada perasaan tidak enak kepada David, tadi dia meninggalkan ballroom resepsi pernikahan tanpa pamit pada David. Ada niat ingin menelpon David, tapi melihat raut muka Kevin yang cemburu, Qiara rasa takut dan segan.


"Kita mau ke mana?" Qiara akhirnya tidak bisa menutupi rasa penasaran yang mengulik di hatinya. Sejak meningkatkan hotel, Kevin diam saja. Dia hanya fokus menyetir mobilnya.


"Ke Panthouse, orang tuaku tidak akan menemukan kita, karena Panthouse itu aku beli secara diam-diam. Untuk berjaga-jaga dari hal seperti sekarang terjadi." David meremas tangan Qiara dengan lembut. Dadanya berdebar sangat kencang.


'Ada apa dengan diriku? Dia sudah mengkhianati diriku dengan menikahi Susan. Sepupu aku sendiri. Tapi kenapa rasanya aku gak bisa membenci dirinya?' bathin Qiara yang merasa bingung dengan dirinya sendiri. Kenapa setelah semua yang Kevin lakukan, Qiara tidak bisa membencinya?


"Sayang, kalau kamu mau, aku akan keluar dari perusahaan keluargaku. Aku akan memulai bisnis milikku sendiri. Kita akan pindah ke tempat yang tidak kenal kita. Aku akan menceraikan Susan, lalu kita daftarkan pernikahan kita, Ok?" David melirik Qiara sekilas, ada rasa bahagia di hati David, bisa berkumpul lagi bersama Qiara.


Selama kepergian Qiara, Kevin benar-benar hilang fokus. Kesibukan dirinya setiap hari hanya mencari Qiara. Memantau akun sosmed, siapa tahu akan mendapatkan beberapa petunjuk.


Qiara menghilang bagai di telan bumi. Anak buah David banyak yang dikerahkan, tapi nihil hasilnya. Hal itu terjadi karena ada dua kekuatan yang melindungi Qiara waktu itu. Keluarga David dan mamahnya. Walaupun tampak lemah, mamah Qiara termasuk lihai dalam hal keamanan.


Karena sadar, banyak yang mengincar dirinya dan keluarganya, Andi Pratama mensiagakan bodyguard untuk istrinya. Melinda sendir memiliki pengawal rahasia, tanpa diketahui suaminya juga.


Grandfa juga selalu melindungi Qiara. Qiara yang tinggal di apartemen mamahnya, benar-benar berada di tempat yang aman terjamin. Apartemen milik Pratama Group, siapa yang berani macam-macam? Para reception sudah di atur untuk merahasiakan keberadaan Qiara. Selama kepergiannya, Qiara juga bisa dibilang tidak pergi kemanapun, kalaupun terpaksa pergi, selalu menyamar. Jadi sulit ditemukan oleh anak buah Kevin.


"Kita bisa jadikan ini sebagai awal segalanya. Kita bentuk kebahagiaan keluarga kecil kita sendiri." Kevin tersenyum bahagia. Ya, karena Kevin memang benar-benar mencintai Qiara. Tidak ingin berpisah dengannya. Tadi di resepsi, melihat David menggenggam tangan Qiara, sudah rasa mau gila saja. Kalau Susan tidak terus-menerus mengingatkan, dia pasti sudah menghajar David.


"Kasihan Bu Susan, Mas! Kamu kembali saja sama dia. Aku akan berusaha mencari keluargaku. Dan berusaha melupakan kisah cinta kita." ucap Qiara sambil menunduk. Hati Qiara masih sakit saat mengingat pernikahan Kevin tadi.


"Gak akan pernah! Aku hanya mencintaimu!" David membawa Qiara dalam pelukannya dan mencium pucuk kepala Qiara dengan penuh cinta.


Tiba-tiba terdengar dering telepon Qiara. Qiara melihat siapa yang menelpon dirinya. David ternyata yang menelpon.


"Iya David, ada apa?"


"Kamu dimana sekarang?" Kevin langsung merebut ponsel Qiara, lalu menghidupkan loudspeaker. Qiara hanya pasrah saja, kelakuan Kevin yang posesif, sedikit demi sedikit Qiara mulai terbiasa.


"Aku di rumah teman. Kamu sendiri?"


"Aku mencari-cari kamu, dari tadi grandfa marah-marah terus, gara-gara kamu gak pulang bersama denganku. Grandfa tidak mengijinkan pulang ke rumah utama, klo tidak bersamamu."

__ADS_1


"Maafkan aku ya David, sudah menyusahkan kamu dan selalu merepotkan kamu."


"Aku gak merasa repot, lagipula, kita kan sudah dijodohkan oleh keluarga kita sejak bayi. Keamanan kamu juga menjadi tanggung jawabku."


Kevin marah sekali, dia segera mematikan panggilan tersebut."Apa maksudnya? Jadi selama ini, kamu menghilang demi dia?" tanya Kevin dengan mata nanar. Ada rasa kecewa dalam nada suara Kevin, ahhh.. Fix, Kevin pasti marah besar.


"Aku tinggal di apartemen mamahku kok, bukan di tempat David. Dia hanya datang sesekali, kalau aku membutuhkan sesuatu."


"Kamu bukannya tidak punya keluarga ya?" tanya Kevin curiga. Qaiara malah gugup.


'Bodohnya aku, Kevin sekarang pasti jadi curiga denganku.' bathin Qiara, sudah mulai cemas.


"Jawablah sayangku! kenapa kamu tidak bilang sama aku? Aku bisa datang buat kamu dimana-mana." Kevin mencium jemari Qiara.


Setelah sampai di Panthouse miliknya, David mengajak Qiara ke luar mobilnya. Tempat itu aman, karena Kevin membeli Panthouse tersebut sepulang dari kuliahnya dulu. Tidak ada yang tahu. Semua dibawah kendali Kevin.


Gedung tempat Panthouse Kevin bukan dari keluarganya. Kevin menghindari untuk menempati properti yang di miliki Bramantyo Groups, agar tidak terlacak.


Kevin sudah bertekad akan memulai segalanya bersama Qiara. Walaupun semua mendadak, tapi Kevin sudah menyiapkan segalanya.


"Apa kamu mau kita bertemu mereka dulu?"


"Tidak usah, aku gak mau mengganggu waktu istirahat mereka."


"Ya sudah, ayo kita juga istirahat." David melangkah ke dalam gedung itu, lalu pergi ke panthouse pribadinya.


"Kamu jangan kwatir sayang! Disini aman dari keluarga maupun musuh kita."


"Aku gak punya musuh kok!" sungut Qiara pusing.


"Mas, kapan kamu ceraikan aku?"


"Aku kan sudah bilang, aku gak akan pernah ceraikan kamu!"

__ADS_1


"Tapi aku gak mau jadi gundik kamu!"


"Siapa yang jadikan kamu gundikku?"


"Ya kamu, lah!"


"Maafkan aku, sayang! Aku gak sengaja membuat kamu di posisi ini. Semua perbuatan orang tuaku. Yang memaksa aku buat menikah sama Susan."


"Ya sudahlah, gak apa-apa. Kapan Mas ceraikan aku?" tanya Qiara lagi.


"Sudahlah, sayang! Ayo kita masuk. Mulai sekarang, kita akan tinggal disini. Kamu adalah Nyonya di Panthouse ini." Kevin menggandeng Qiara, tetapi Qiara merasa malas mengikuti Kevin.


"Aku gak mau kamu lama-lama menahan aku di sini. Cepat ceraikan aku, lalu kembalikan aku ke tempat kamu menculikku."


"Ya, Allah sayang! Kapan aku menculik kamu? Aku ini suami kamu! Aku berhak bersama kamu!"


"Bodonya, ah!" Qiara mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.


"Panthouse ini sangat indah. Istri kamu pasti bahagia tinggal di sini." ucap Qiara sendu.


"Sayang! Kamu kan istri aku! Ko kamu sedih begitu sih?" Kevin membawa Qiara dalam pelukannya. Namun Qiara menolak, dan menggeser tubuhnya.


"Ayolah, Sayang! Jangan begitu! Kamu bisa gak sih? mencoba mengerti keadaan, Mas?" ucap Kevin memelas, hatinya juga bingung saat ini.


"Aku gak mau jadi gundik, Mas!" suara Qiara mulai pelan, namun terdengar menyayat di kuping Kevin.


"Maafkan Mas, sayang. Mas janji, Mas akan segera mengurus perceraian Mas dengan Susan."


"Pernikahan bukan mainan, Mas! Kamu baru menikah kemarin, masa sudah bercerai. Apa kata orang, Mas?"


"Aku gak perduli kata orang! Aku hanya perduli dengan perasaan kamu. Biar jadi pelajaran buat orang tuaku. Jangan suka memaksakan sesuatu."


"Kita pergi dari sini, Mas. Kamu harus kembali sama istri kamu! Orang tua kamu pasti pusing mencari kamu, Mas!"

__ADS_1


"Aku gak mau! Aku cuma mau sama kamu!" Kevin mulai frustasi dengan Qiara. Kenapa Qiara gak bisa mengerti perasaan dia sih?


__ADS_2