Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
37. Berkunjung ke manstion qiara


__ADS_3

Qiara sungguh penasaran dengan manstion yang di hadiahkan oleh David. Qiara masih belum bisa menerima bahwa apartemen miliknya telah di tukar oleh David dengan manstion seharga 100M, Pak Andi dan Bu Melisa hanya tersenyum melihat reaksi Putri mereka. Bagi Pak Andi harga manstion tersebut terbilang biasa. Karena kediaman Pratama sendiri bukan manstion berharga murah. Kalau di taksir harga sekarang bisa sampai 75M.


Kesya selama ini belum pernah tinggal di kediaman Pratama, setelah acara penobatan sebagai pewaris Pratama Group, Qiara langsung diberangkatkan ke Meksiko, ikut bersama Grandfa Kingford dan David.


Sejak lama memang mereka menjalin hubungan yang cukup dekat. Walaupun Grandfa seorang mafia, tapi Beliau tidak pernah melakukan hal tercela seperti menjual narkoba atau trafic human. Mafia yang di pimpin oleh Grandfa bergerak dalam bidang Cafe, Diskotik, hotel, restoran dan toko bunga. Mereka yang menjamin keamanan para warga dalam berbisnis. Bisnis ilegal Grandfa yaitu judi dan tambang berlian di Afrika. Kedua usaha itulah yang membuat keluarga Grandfa menjadi makmur dan kaya raya.


Selama tinggal di Indonesia, David selalu menyembunyikan identitas dirinya sebagai keturunan kingford, karena takut dengan keselamatan orang-orang di sekitarnya. David sadar keluarga kingford memiliki banyak musuh di manapun juga. Harus selalu waspada.


"Dav, aku serius gak bisa terima hadiah kamu ini, aku merasa gak pantas. Berikan ini buat calon istri kamu!" ucap Qiara sungkan.


"Kamu calon istriku!" ucap David.


"Ayolah, Dav! Kamu tahu jawabannya, jangan memaksakan kehendak!" ucap Qiara lalu meninggalkan David yang masih melamun.


"Setelah kamu melahirkan, aku akan membantumu untuk bercerai dengan Kevin! Aku serius!" ucap David dengan senyum tengilnya.


"Serah loe lah, cape ngomong sama loe!" Qiara memilih untuk mengelilingi manstion mewah tersebut. Hatinya ketar ketir melihat segala kemewahan yang ada di sana.


"Kalau kamu menunjukkan ini semua sama Susan, dia pasti tidak akan pernah meninggalkan kamu. ckckck!" Qiara berdecak sambil geleng-geleng kepala. Sungguh tidak paham dengan kelakuan David yang baginya absurd.


"Aku ingin dia menerima aku apa adanya!" jawab David dengan menundukkan kepalanya.


"Lalu, kenapa sekarang kamu menunjukkan jati dirimu yang sebenarnya padaku?" tanya Qiara sambil duduk di kursi. Usia kandungan Qiara sudah masuk bulan untuk melahirkan, makanya dia cepat sekali merasa lelah.


"Aku pijitin ya," David lalu bersimpuh di depan kaki Qiara dan memijit kakinya. Seketika air mata menetes di mata Qiara.


"Sungguh beruntung wanita yang memiliki hatimu. Kau pria yang baik dan punya segalanya, Dav!" lirih Qiara dengan mengugar rambut indah David.

__ADS_1



visualisasi David kingford


"Kamu adalah wanita itu, percayalah padaku Qi, aku mohon! Aku akan menjadi ayah yang hebat bagi anak kita. Selama ini aku yang menjaga dia bukan? Bahkan para dokter dan suster selalu mengatakan, bahwa aku Daddy anakmu. Hanya kamu yang selalu menyangkal hal tersebut. Aku tidak tahu apa kurangku. Atau jangan-jangan, kau masih mencintai Kevin? Kau masih berharap untuk bersamanya? Katakan kepadaku kalau ya, maka aku akan membawa dia kehadapan kamu!" jawab David dengan melankolis. David sungguh sangat bingung bagaimana meyakinkan Qiara agar menerima lamaran dirinya.


"Gak usah mengada-ada deh!" ucap Qiara sebal.


"Kamu bikin aku frustasi, Qi! Aku sungguh ingin menghabiskan hidupku bersama kamu. Tapi sepertinya kamu masih terjebak di masa lalumu bersama Kevin. Aku yakin kalau kamu masih mencintai dia bukan?" tanya David lagi.


"Ayo kita pulang!" ucap Qiara merasa tidak nyaman dengan situasi canggung ini.


"Apa kurangku padamu, Qi?" David menatap lekat wajah Qiara yang kini menundukkan kepalanya.


"Kamu terbaik, Dav! Aku yang tidak baik untuk kamu! Hiks hiks!" hati Qiara mulai sendu lagi.


"Aku takut kamu menyesal dan akhirnya meninggalkan aku. Aku takut kamu berselingkuh juga seperti Kevin. Hatiku masih sakit hingga kini, Dav! Tidak ada yang lebih menyakitkan, ketika orang yang kita cintai berubah dan meninggalkan kita! Aku takut kecewa lagi! Hiks hiks!" Qiara menangis sejadi-jadinya dalam pelukan David.


"Percayalah kepadaku, Qi! Aku hanya akan mencintai kamu! Kamu satu-satunya wanita yang aku cintai. Selama kita bersama, apa kamu pernah melihat aku bersama wanita lain?" tanya David.


"Please, Dav! Bisakah kita berhenti membicarakan hal ini? Saat ini aku hanya ingin fokus dengan kelahiran bayiku. Aku tidak mau membebani pikiran ku saat ini. Bisakah?" pinta Qiara dengan meraup wajah David dengan kedua tangannya.


"Baiklah, tapi dengan satu syarat!" ucap David sambil mencubit hidung Qiara.


"Jangan aneh-aneh! Kau sudah punya segalanya! Aku yakin kau tak butuh apapun lagi dalam hidup kamu!" ucap Qiara tersedu-sedu.


"Aku butuh kamu dalam hidupku! Tapi kamu gak pernah perduli sama hatiku!" jawab David sendu.

__ADS_1


"Apaan, sih!" ucap Qiara tersipu.


"Aku serius, Qi!" ucap David dengan mencium bibir Qiara sekilas.


"Qi, apa kamu ingat saat pertama kita bertemu?" tanya David. Kini dia sudah duduk di sebelah Qiara.


"Bukankah itu saat kamu datang ke apartemen Kevin?" tanya Qiara sambil memegang tangan David. David mencium telapak tangan Qiara.


"Bukan, pertemuan kita yang pertama adalah ketika aku menginap dia hotel tempat kamu bekerja. Saat itu, aku bertemu dengan kamu tanpa sengaja." David mulai mengingat masa lalu.


"Masa, sih? Aku kok gak ingat sama kamu?" tanya Qiara gak percaya.


"Waktu itu aku mendapatkan tugas dari grandfa untuk menjaga Pak Andi Pratama, aku bersama dengan anak buahku, menolong beliau dari serangan musuh yang akan membunuh beliau. Saat itu aku berpenampilan seorang mafia, jelas kamu tidak akan ingat dengan hal itu." ucap David.


"Ceritakan! Karena aku juga penasaran, kenapa kamu bisa mencintai aku? Padahal, yang aku tahu kamu kekasihnya Susan, bukan?" ucap Qiara.


"Tolong jangan sebut dia lagi. Aku sampai saat ini masih kesal dengan dia!" ucap David menghindari tatapan Qiara saat ini.


"Kenapa?" tanya Qiara.


"Wanita keji itu, dia telah membunuh dua anakku, bahkan sebelum anakku lahir ke dunia ini. Aku gak akan pernah memaafkan dia selama hidupku!" ucap David dengan kesal sekali.


"Oh... aku tidak tahu ada kisah ini!" ucap Qiara terkejut. Ternyata ada kisah sedih seperti itu dalam kehidupan David kingford. Pria perkasa yang selama ini selalu tampak tegar dan kokoh.


"Aku juga baru tahu belum lama. Kalau gak salah ingat, pada malam pernikahan dia dan Kevin. Saat Kevin meninggalkan Susan dan memilih pergi bersama kamu! Saat itu Susan menceritakan semua itu. Saat aku mendengar nya, hatiku sungguh sakit, Qi! Aku bertanya, kenapa ada seorang ibu yang tega membunuh anaknya sendiri, hanya demi ambisi pribadi! Sejak saat itu, respek ku hilang sama Susan. Aku marah dan kecewa!" David meraup wajahnya dan menangis.


Qiara merasakan kesedihan David, Qiara meraih tubuh David dan memeluknya. "Tenanglah, Dav! Ada aku disini bersamamu! Aku gak akan pernah meninggalkan kamu! Tenanglah!" hibur Qiara dan mengelus punggung David. Seperti seorang ibu yang sedang menghibur anaknya yang bersedih.

__ADS_1


__ADS_2