Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
109. David Selalu Menang


__ADS_3

David sangat suka apabila dia sudah bermain dengan Stella bahkan bisa dikatakan selalu lupa waktu.


"Ayo kita kembali ke Indonesia mungkin Stella sekali-kali ingin melihat negara asalmu!" ucap Marta sore itu ketika mereka sedang bermain di taman bersama dengan anak dan suaminya.


"Tidak aku tidak mau! Bagiku Meksiko sudah sebagai rumahku dan aku tidak ingin kembali ke Indonesia!" ucap David menolak mentah-mentah keinginan Martha.


"Memangnya kenapa? Apakah kau masih belum bisa melupakan Qiara?" tanya Martha dengan hati-hati.


"Bisakah kau jangan merusak hariku untuk bertanya hal-hal yang tidak penting semacam itu?" ucap David sambil menatap tajam kepada Martha.


"Bagiku mereka yang ada di Indonesia adalah masa lalu dan aku tidak ingin melihatnya lagi aku sudah bahagia dengan selalu bersama dengan Stella dan juga dirimu!" ucap David sambil terus bermain dengan Stella yang selalu mau menempel dengannya.


" Apakah benar kalau kau merasa bahagia bersamaku?" tanya Martha seakan tidak percaya dengan pengakuan suaminya.


"Kalau aku tidak bahagia denganmu, tidak mungkin aku akan bertahan di sampingmu. Apa Kau pikir aku adalah laki-laki yang tidak punya harapan? Sehingga mau hidup bersama seorang perempuan yang tidak bisa membuatku bahagia?" tanya David sambil melirik kepada istrinya yang saat ini sedang tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Katakan padaku! Apakah kau mencintaiku?" tanya Martha dengan antusias.


"Kau dengarkan aku! Bagiku Aku sudah tidak percaya dengan cinta!" ucap David.


"Lalu apa yang kau percaya?" tanya Martha begitu penasaran dengan suaminya yang selama ini selalu bersikap dingin terhadapnya.


David hanya membuka dirinya terhadap setelah Putri pertama mereka.


David selalu tampak tersenyum bahagia apabila sedang bermain dengan putrinya.


Martha terdiam entah apa yang saat ini ada dalam pikirannya tapi yang jelas Martha bisa merasakan kejujuran di dalam kata-kata yang disampaikan oleh David.


'Suamiku memang seorang laki-laki sejati dia tidak pernah mengobarkan cinta kepada siapapun!' batin Martha semakin mengagumi sosok seorang David yang selama ini dia lihat selalu menjaga dirinya dari para perempuan di luar sana yang selalu berusaha untuk mendekatinya.


"Yang perlu kau ketahui. Walaupun sampai saat ini aku belum yakin. Apakah aku mencintaimu atau tidak. Tapi kau bisa percaya bahwa aku menjaga pernikahan kita dan aku tidak pernah menghianati pernikahan ini dengan perempuan manapun!" ucap David sambil melirik kepada Martha yang saat ini tersenyum kepadanya.

__ADS_1


tiba-tiba saja Marta bangkit dari tempat duduknya dan menggandeng tangan David dengan mesra.


"Apa yang kau lakukan? Sana, kau kembalilah ke tempatmu! Aku Masih Ingin Bermain dengan putriku!" ucap David sambil berusaha untuk melepaskan tangannya dari cekalan Martha.


"Tidak mau! Aku ingin menggenggam tanganmu terus dan aku akan pastikan bahwa aku tidak akan pernah melepaskannya!" ucap Martha dengan senyum yang begitu bahagia.


"Dasar perempuan aneh Apa kau tidak punya kegiatan yang lain selain melakukan hal konyol seperti ini?" ucap David seperti merasa terganggu dengan Martha yang mau menempel terus terhadapnya.


"Pergilah kau menggangguku aku jadi tidak bisa konsentrasi main bersama Stella!" usap David kembali berusaha untuk mengusir Martha dari sampingnya.


"Memangnya kenapa aku menggandeng tangan suamiku sendiri emang ada yang protes?" tanya Martha dengan misuh-misuh.


David memutar bola matanya dengan malas melihat kelakuan Martha yang selalu saja tidak pernah mau kalah darinya.


"Memang benar ya, apa yang dikatakan orang-orang di luar sana. Kalau perempuan itu di mana-mana nggak pernah mau kalah dan selalu benar!" ucap David.

__ADS_1


__ADS_2