
"Tenang Emeralda! Kau hentikan semua kegilaan kamu! Apa yang kau lakukan? Jangan Kau berani untuk menghancurkan barang-barangku!" Andrew langsung mencekal lengan Emerlada yang sedang mengamuk saat ini.
"Barang-barangmu? Semua yang ada di tempat ini adalah milikku! Sekarang juga aku mengusir kalian berdua dari rumah ini cepat pergi dari rumah ini!" teriak Emeralda yang kalap dan dia melemparkan kembali semua barang-barang itu ke arah Andrew dan Priscillia yang tanpa ketakutan melihat Emeralda yang mengamuk.
"Perempuan gila, mungkin kau lupa bahwa kau membeli Apartemen ini atas Namaku bukan atas namamu jadi Apartemen ini adalah milikku!" ucap Andrew sambil mendorong tubuh Emeralda untuk keluar dari apartemen itu.
Emeralda menangis sejadi-jadinya. Ketika mereka sekarang menatapnya dengan sinis dan kemudian menutup pintu apartemen tanpa menghiraukan perasaannya.
"Lihat saja aku akan membalas kalian berdua!" dengan penuh dendam Emeralda kemudian meninggalkan apartemen itu.
Sementara itu Hendra yang saat ini sedang memperhatikan semua aktivitas yang terjadi di apartemen Itu tampak tertawa senang.
"Akhirnya kucing dan anjing itu pun saling menggigit dan aku hanya tinggal melihat hasilnya saja!" Hendra kemudian mematikan layar besar yang ada di dalam kamarnya.
Apartemen yang ditempati oleh Andrew memang ada dalam kuasanya. Karena dialah yang memiliki apartemen itu. Dia hanya pura-pura menjual apartemen itu kepada Emeralda yang di beli atas nama Andrew.
Banyak rencana rahasia yang dilakukan oleh Hendra dalam rangka menggagalkan rencana Emeralda untuk mengakuisisi perusahaannya dan menguasainya.
"Melawan orang licik, kita harus lebih licik!" ucap Hendra kepada dirinya sendiri.
Hendra kemudian tidur karena dia tidak mau kalau istrinya menyadari kalau dia mengetahui semua kejadian yang ada di apartemen itu.
Emeralda yang baru pulang dari apartemen dia sangat marah dengan kelakuan Andre dan Priscillia yang telah menghianati dia di belakangnya.
"Aku akan mengecat mereka semua agar tidak bekerja lagi di perusahaanku! Akan aku lihat seperti apa mereka hidup tanpaku!" ucap Emeralda dengan penuh emosi kemudian dia masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Dilihatnya suami yang sedang meringkuk di atas ranjang. "Kerja dia hanya tidur saja tetapi kenapa dia tahu begitu banyak tentang semua yang terjadi di perusahaan maupun di rumah ini? Kau sungguh sangat menakutkan Hendra! Ternyata aku memiliki lawan yang sangat kuat!" ucap Emeralda gemes.
Emeralda kemudian masuk ke kamar mandi dan memutuskan untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sangat gatal dan juga lengket. Setelah pergi keluar dan menyaksikan selingkuhannya yang sedang bercinta dengan sahabatnya.
"Sudah berapa lama mereka bermain di belakangku Kenapa aku begitu bodoh tidak bisa menangkap gelagat mereka?" Emeralda terus bermonolog dengan dirinya sendiri sambil dia berendam menggunakan air panas merilekskan tubuhnya yang terasa sangat pegal dan lelah.
Setelah merasa cukup Emeralda kemudian langsung menggunakan pakaiannya dan dia langsung berbaring di samping Hendra sang suami yang masih terlelap dalam tidurnya.
Kalau Emeralda tahu kekuatan seperti apa yang dimiliki oleh suaminya. Maka dia pasti tidak akan berani macam-macam di belakang suaminya.
Hendra adalah Seorang pebisnis unggul. Dia memiliki jaringan dan juga detektif yang selalu siap sedia untuk menyelidiki apapun yang dia perintahkan. Tidak ada satu orang pun yang lolos dari pandangannya.
Bahkan keberadaan Arjun di Indonesia pun tidak lepas dari pengawasannya.
Keesokkan paginya Hendra langsung menemui Arjun dan bersiap untuk melakukan rapat pemegang saham dan juga para dewan direksi yang sudah dikumpulkan dalam ruang rapat di perusahaannya.
"Arjun papa akan menyerahkan perusahaan ini kepadamu karena Papa ingin pensiun dan menikmati masa tua!" ucap Hendra kepada putranya yang saat ini sedang menatap dia dengan tajam.
"Aku tidak butuh perusahaanmu kau berikan saja kepada Steven! Karena dia yang menginginkannya!" ucap Arjun sambil melirik ke arah Steven yang saat ini sedang menatap dia dengan tajam.
"Kak Arjun saya tidak pernah menginginkan perusahaan Papa Papa menyayangiku saja saya sudah merasa sangat bersyukur!" ucap Steven kemudian dia meninggalkan ruangan itu dan pergi menuju kolam renang.
Steven memang memiliki hobi berenang dan dia adalah salah satu atlet terbaik yang dimiliki oleh negara Amerika.
Hobi Steven telah menjadikan dia menjadi orang terkenal sebagai seorang atlet renang dia sama sekali tidak tertarik dengan perusahaan yang dimiliki oleh ayahnya Arjun.
__ADS_1
Walaupun ibunya sangat berambisi untuk menjadikan dia sebagai pewaris dari Prawira group Tetapi dia sama sekali tidak menginginkannya.
"Kenapa kau bodoh sekali Steven? Kau terima saja perusahaan itu. Lagi pula Arjun juga memang tidak menginginkannya!" tiba-tiba saja Andrew sudah ada di samping Steven membuat Steven terkejut dan langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Mau apa anda di sini? Siapa yang sudah lancang mengizinkan Anda masuk ke dalam rumah ini?" ucap Steven dengan penuh kebencian menatap Andrew.
Steven tahu bahwa Andrew adalah Ayah kandungnya sendiri tetapi dia sangat benci kepada Indro yang bersifat khianat terhadap Ayah maupun ibunya.
"Steven! Kenapa kau begitu galak padaku aku yakin kalau kau tahu bahwa aku adalah ayahmu sendiri!" ucap Andrew dengan tidak tahu malunya kemudian Dia mendekati Steven yang terus mundur-mundur tidak mau dia dekati.
" Jangan pernah bermimpi akan menjadi Ayahku karena selamanya Ayahku adalah Ayah Hendra Prawira!" Steven lalu meninggalkan Endro seorang diri di ruangan kolam renang itu dia sama sekali tidak peduli ketika Andrew terus memanggil namanya.
Ketika Emeralda melihat Andrew berada di dalam rumahnya. Seketika matanya langsung menyorot tajam kepadanya ada kemarahan dan kebencian di sana.
"Mau Apa kau di sini penjahat? Jangan kau berfikir bahwa kau bisa datang lagi ke sini sesuka hatimu!" ucap Emeralda dengan sinis kemudian dia meninggalkan edrus seorang diri di sana.
"Tunggu Emeralda! Jangan Pergi! Aku ingin bicara denganmu!" Andrew terus mengikuti Emeralda yang terus menghindarinya.
"Apa Maksud kamu dengan memecatku dan Pricilia dari perusahaan? Kau juga bahkan memblokir semua kartuku. Apa kau sedang mencoba untuk Membunuhku?" tanya Andrew sambil mencekal tangan Emeralda yang kini menatapnya dengan penuh kebencian.
"Aku sedang menunjukkan padamu kekuatanku. Kau akan tahu lebih banyak lagi kau bisa menunggunya Kalau kau mau!" Emeralda kemudian dia pergi meninggalkan Andrew yang Bengong di tempatnya.
"Kalau kau tidak menghentikan semua yang saat ini kau lakukan padaku, percayalah aku akan membongkar semua yang kau lakukan terhadap Tuan Hendra!" ancam Andrew kepada Emeralda tetapi Emeralda sama sekali tidak menggubrisnya.
"Kau lakukan saja apa yang kau mau! Aku sama sekali tidak peduli!" ucap Emerald dah Sambil tertawa sinis melirik kepada Andrew yang saat ini sedang putus asa karena semua akses keuangannya sudah disetop oleh Emeralda.
__ADS_1