Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
104. Kevin Ngamuk


__ADS_3

Setelah Arjun dan Santi meninggalkan bandara tanpa Kevin sekarang terlantar di sana karena tadi ditinggalkan oleh Arjun begitu saja.


"Dasar memang nih Arjun kurang ajar! Dia sudah dijemput aku. Malah sekarang dia ninggalin gue. Awas aja nanti kalau kembali ke kantor pasti akan ku kasih pelajaran dia!" ucap Kevin terus menggerutu sejak tadi karena gara-gara Arjun yang meninggalkan dia tanpa pamit dan mengatakan apapun.


"Biar gue buang aja nih kopernya si Arjun brengsek itu. Biar tahu rasa dia!" ucap Kevin sudah siap untuk melemparkan koper Arjun ke tengah jalan. Tetapi kemudian tiba-tiba ada sebuah mobil yang mendekati Kevin.


"Apa yang kau lakukan?" tiba-tiba saja Qiara keluar dari mobil tersebut dan langsung menegur Kevin yang tadi berniat untuk melemparkan koper miliknya Arjun ke tengah jalan.


"Sayang kok kamu ada di sini sih? Dari mana kamu tahu aku ada di sini?" punya Kevin merasa terkejut ketika melihat Qiara yang sudah ada di hadapannya.


"Tadi Arjun yang nelpon aku. Katanya kamu ditinggalkan di sini dan dia memintaku untuk menjemputmu!" ucap Qiara. Lalu Qiara berusaha untuk menarik koper yang tadi hampir dilemparkan oleh Arjun ke tengah jalan.


"Sini aku saja! Ini koper milik Arjun. Tadinya mau kubuang. Tapi kasihan juga sama tuh anak. Siapa tahu ada hadiah untuk kita di dalam sini!" ucap Kevin kemudian dia memasukkan koper tersebut ke dalam mobil mereka berdua.


"Kamu nyupir sendiri ke sini sayang? Kok kamu nggak pakai sopir? Emang ke mana sopir kita?" tanya Kevin merasa keheranan.


"Lah emangnya kamu lupa Tadi kan kamu ke bandara menggunakan mobil kita dan juga sopir kita!" ucap Qiara mengingatkan kembali Kevin kepada mobilnya yang saat ini dibawa pergi oleh Arjun dan juga Santi.


"Ah kau benar sayang! Ini gara-gara dia bikin aku kesal. Aku jadi lupa tentang mobilku sendiri!" ucap Kevin sambil menepuk jidatnya.


"Sudah! Ayo kita pulang ke mansion kita. Nanti kalau kemalaman di jalan malah berbahaya?" ucap Qiara sambil menggamit lengan Kevin untuk mengikutinya menuju mobil mereka.


Kevin benar-benar sangat bahagia melihat Qiara yang mau menjemputnya bahkan sampai menyetir sendiri padahal selama ini Qiara hampir bisa dikatakan jarang menggunakan mobil karena lebih sering diantar oleh sopir mereka.

__ADS_1


"Ini mobilmu ya? Perasaan aku nggak pernah lihat!" tanya Kevin merasa heran dengan mobil yang baru digunakan oleh Qiara.


"Ini mobil hadiah dari David waktu ulang tahunku yang ke-25. Aku selama ini memang cuma menyimpannya di garasi rumah orang tuaku tidak berani untuk menggunakannya!" ucap Qiara berterus terang dengan sebuah kenyataan kepada Kevin.


" Wah hebat juga ya David sampai menghadiahkan mobil seharga 50 miliar untuk kamu dia ternyata memang sangat mencintaimu ya?" tanya Kevin yang merasa minder dengan kadar cinta yang dimilikinya. Apakah sama dengan David yang begitu mencintai istrinya.


"Di Meksiko David bahkan menghadiahkan sebuah Mansion seharga 150 miliar untukku! Tetapi aku tidak membawa surat-suratnya. Aku tinggalkan di sana semuanya. Entah sekarang dipakai siapa atau disewakan atau tidak sama David!" Qiara memang selalu ceplas-ceplos dia selalu menceritakan apapun dengan terus terang dan jujur tidak pernah mau menyembunyikan apapun dari Kevin itulah yang membuat Kevin merasa bahwa dia dihargai.


"Kau tidak menyesal kehilangan mansin yang begitu mewah hanya demi untuk tinggal bersamaku?" tanya Kevin sambil menundukkan kepalanya.


"Demi untuk bersamamu aku rela kehilangan apapun. Karena cinta itu tidak bisa diukur dengan hal semacam itu!" ucap Qiara sambil tersenyum kepada suaminya yang saat ini sedang menundukkan kepalanya.


"Kita ke hotel kita aja ya yang dekat sini. ya sekalian aja buat istirahat!" usul Kevin karena saat ini dia benar-benar ingin memiliki quality time bersama Qiara. Istri tercinta mikirnya.


Sejujurnya saat ini Kevin merasa terganggu karena dia menggunakan mobil pemberian dari David untuk istrinya. Oleh karena itu, dia menawarkan kepada Kiara untuk tidur di hotel terdekat saja milik keluarganya.


Setelah mereka sampai di hotel milik Atmajaya Group. Kevin langsung mengambil presiden suite untuk tempat tidur mereka.


"Kenapa sih kamu dari tadi cemberut terus Apakah ada kesalahan yang kuperbuat?" tanya Kiara sambil menatap kepada Kevin yang saat ini sedang menatap jendela kamar hotel tempat mereka menginap malam ini.


Qiara langsung memeluk Kevin dari belakang sehingga membuat Kevin terkejut dibuatnya.


"Ada apa sih dari tadi kamu cemberut terus. Aku lebih baik pulang aja deh daripada dicuekin sama kamu kayak gini!" ucap Qiara lalu dia bersiap-siap untuk meninggalkan Kevin di kamar hotel tersebut.

__ADS_1


"Jangan kayak gitu dong Sayang. Aku hanya sedang memikirkan tentang mobil yang dihadiahkan oleh David untuk kamu. Apakah kalau kita mengembalikannya kepada David, itu memungkinkan?" tanya Kevin dengan hati-hati karena dia takut menyinggung perasaan Qiara.


"Kenapa harus dikembalikan? Ini kan hadiahku jadi terserah aku akan melakukan apa!" demi mendengarkan ucapan Qiara.Hati Kevin semakin sakit rasanya. Seakan tidak dihargai oleh istrinya.


"Kalau aku memintamu untuk memilih antara mobil ini dan aku. Kamu mau pilih yang mana sayang?" tanya Kevin dengan nada pelan. terdengar sekali bawa Kevin saat ini sedang cemburu terhadap mobil yang diberikan oleh Arjun kepada istrinya.


"Kok kamu aneh banget? Masa aku disuruh milih kamu atau mobil? Tentu saja aku akan pilih kamu. Hanya saja kan aku harus menghargai hadiah dari teman. Walaupun aku tidak jadi menikah dengan David. Akan tetapi tetap saja, kami masih bisa berteman! Aku pasti akan menjaga pertemanan itu dengan baik. Selama David masih menghargaiku sebagai temannya!" ucap Qiara sambil meremas jemari Kevin yang saat ini ada di genggamannya.


"Sudah ayo kita tidur saja. Daripada kita bicara. Nanti ujung-ujungnya berantem malah tidak baik untuk rumah tangga kita!" ucap Qiara mengakhiri perdebatan Kusir itu dan memilih untuk langsung berbaring di ranjang tanpa memperdulikan Kevin yang saatnya masih belum puas berdebat dengannya.


"Apakah David begitu berharga dalam hidupmu sayang? Sehingga kau tidak mau melepaskan mobil itu?" tanya Kevin dengan suara gemetar Karena sejujurnya saat ini dia merasa cemburu ketika memikirkan bahwa Qiara mungkin saja masih memiliki perasaan untuk mantan calon suaminya.


"Bukan masalah berharga atau tidak. Tetapi selama kita berpisah. David lah yang selalu setia dan selalu berada dalam setiap kondisi tersulit ku!" ucap Qiara menjelaskan kepada Kevin tentang perasaan dan hubungannya bersama dengan Arjun selama tinggal di Meksiko.


"Apa kau yakin hubunganmu dengan David itu hanya sebatas teman? Apa kau tidak memiliki perasaan untuknya?" tanya Kevin begitu penasaran kepada Qiara yang sudah mulai memejamkan matanya.


Setelah menunggu beberapa saat lamanya. Tetapi masih tetap tidak mendapatkan jawaban dari Qiara. khirnya Kevin pun melihat ke samping dan ternyata Qiara sudah terlelap dalam tidurnya.


" Ya ampun kebiasaan sekali dia kalau tidur seperti kebo hampir seperti orang mati!" ucap Kevin merasa kesal karena dia bicara tidak ada lawannya.


Selama ini Kevin dan Qiara selalu berbicarakan apapun tanpa ada rahasia di antara mereka. Mereka berharap keterbukaan mereka terhadap pasangan masing-masing akan membuat mereka bisa menjaga keharmonisan rumah tangga mereka.


Jangan sampai kehancuran kembali datang dan memisahkan mereka berdua seperti tahun-tahun yang lalu.

__ADS_1


"Biarlah Istriku tidur. Aku juga mengantuk dan pengen tidur juga. Biar besok kami bicarakan lagi masalah ini dengan kepala yang lebih dingin?" akhirnya Kevin pun memutuskan untuk tidur dengan memeluk tubuh istrinya yang sedang meringkuk karena kedinginan.


__ADS_2