
Begitu mengetahui Kenzo dan Qiara berada di Indonesia, Kevin merasakan sesuatu kerinduan yang sekian lama berhasil dia tahan. Tapi sekarang kembali membuncah di dalam hatinya. Keinginan untuk bertemu dengan mereka berdua semakin besar, tetapi Kevin pun merasa dilema ketika melihat David yang tidak pernah beranjak barang sejengkal pun dari Qiara. David seakan selalu menjaga Qiara, seakan begitu takut kehilangan Qiara.
"Aku harus berusaha mencari cara untuk bisa mendekati Qiara dan Kenzo. Bagaimanapun caranya aku harus bertemu dengan Qiara dan menjelaskan semua hal yang terjadi di antara kami. Agar segala kesalahpahaman kami bisa segera terselesaikan!" Kevin sudah membulatkan hatinya, untuk bisa bertemu dengan Qiara. Kevin akan meminta bantuan Arjun untuk bisa menembus pertahanan kediaman Pratama, yang telah dijaga oleh beberapa anak buah David yang dia kerahkan.
"Tampaknya kita akan menemui kesulitan untuk bisa menembus kediaman Pratama. Di situ banyak sekali anggota-anggota mafia yang dipimpin oleh David!" ucap Arjun mulai putus asa.
"Kita bisa masuk ke kediaman Pratama dengan cara menyamar. Pura-pura menjadi di jamaah tahlil di kediaman tersebut. Bukankah sekarang di sana sedang dilaksanakan tahlilan untuk kakeknya Qiara yang baru saja meninggal? Kita bisa menttyamar dan masuk ke sana dengan bebas!" usul Arjun yang langsung disetujui oleh Kevin.
Hari itu juga, Kevin dan Arjun langsung menjalankan rencananya. Kevin dan Arjun berdandan seperti rakyat jelata yang akan mengikuti tahlilan di rumahnya keluarga Pratama. Perjalanan mereka mulus. Karena memang banyak orang yang akan mengikuti kegiatan itu. Tidak ada yang curiga dengan mereka berdua.
"Kita harus saling membantu, agar bisa ketemuan dengan Qiara. Kamu harus ingat untuk melindungi aku!" ucap Kevin mengingatkan Arjun.
__ADS_1
Saat semua orang sibuk dan fokus ke acara tahlilan, David juga tampak sibuk membantu ayahnya Qiara. Tugas Arjun adalah mengawasi kalau-kalau David masuk ke kamar Qiara. Maka Arjun akan langsung mengabari Kevin agar segera bersembunyi.
Akhirnya Kevin berhasil masuk ke kamar Qiara, Qiara tampaknya sedang sakit, jadi terlihat sedang tiduran. Kevin matanya sudah berkaca-kaca. Melihat wanita yang dia cintai kini ada di depan matanya.
"Aku harus segera menyelesaikan apa yang menjadi tujuan aku kesini. Waktuku sempit!" ujar Kevin pelan. Kevin duduk di tepi Ranjang Qiara. Qiara yang menyadari ada seseorang di kamarnya, Seketika membuka matanya.
"Apakah acara tahlilan sudah selesai, David?" tanya Qiara. Tetapi saat membuka mata, Qiara terkejut, saat mendapatkan Kevin yang membekap mulutnya, karena tadi Qiara hampir saja berteriak.
"Aku datang untuk melihat keadaan kamu dan anak kita. Apa kabarmu?" tanya Kevin dengan suara bergetar.
"Kami baik!" ucap Qiara biasa saja. Kevin menangkap kesinisan dalam suara Qiara
__ADS_1
"Aku merindukan kamu!" ucap Kevin dengan suara bergetar. Qiara hanya memutar bola matanya dengan malas. "untuk apa kamu merindukan wanita yang sudah kamu ceraikan, huh?" ucap Qiara dengan kesal.
"Aku terpaksa menceraikanmu! Karena pada saat itu, David mengancamku dan mengancam seluruh keluargaku. Kalau aku tidak bersedia menceraikanmu, maka David akan menghancurkan seluruh keluarga aku. Dia juga akan menghancurkan seluruh perusahaanku. Kau bisa pikirkan bagaimana perasaanku saat itu? Bahkan David juga telah mengurungku dan juga Arjun selama 1 bulan lebih, selama kami tinggal di Meksiko. Apa kau tahu itu? Betapa kami menderita saat itu. David bahkan tidak diberikan makan maupun minum kepada kamai. Sehingga kami berdua hampir saja mati kelaparan. David juga mengutus anak buahnya untuk menghajarku dan Arjun. Sampai kami hampir mati. Semua itu David lakukan dalam rangka memaksaku untuk menceraikan kamu. Lalu kau bisa bayangkan? Bagaimana keadaan kami berdua saat itu? Bahkan kami tidak diijinkan untuk pergi ke kamar mandi sekalipun. David benar-benar memperlakukan kami berdua layaknya seperti binatang. Aku harus mempertahankan hidupku dan Arjun, demi bisa melihatmu dan juga anak kita. Oleh karena itu, makanya aku menyetujui untuk menceraikanmu pada saat itu, dengan keadaan hati hancur sehancur-hancurnya! Qiara, aku benar-benar dalam keadaan terdesak. Ya Allah! Aku mohon kamu untuk bisa memahami keadaanku saat itu!" ucap Kevin dengan putus asa. Mencoba menerangkan kepada Qiara segala sesuatunya. Yang menjadi dasar dan alasan, kenapa dia sampai melayangkan gugatan cerai kepada istrinya.
Qiara terduduk lesu di ranjangnya. Serasa tidak percaya mendengarkan semua cerita Kevin tersebut. Seakan tidak mau percaya bahwa itu adalah kelakuan David. Selama ini, David selalu memperlakukannya layaknya seorang Ratu. Selalu memberikan segala yang terbaik untuknya. Selalu berada di sisinya dalam kondisi tersulit dalam hidupnya. Bagaimana mungkin Qiara bisa mempercayai ucapan Kevin saat ini? Karena saat ini di hati Qiara, David adalah segalanya, karena David sekarang adalah calon suaminya.
"Pergilah dari rumah ini! Aku akan bertanya kepada David mengenai semua yang kamu ceritakan! Dan jangan coba-coba lagi untuk mendekatiku maupun Kenzo. Kau tidak mempunyai hak apapun atas dia! Karena Kenzo adalah anakku kau harus ingat itu! Sekarang pergilah Aku tidak ingin melihatmu lagi!" ucap Qiara keras dan tegas. Kevin merasa hatinya tercabik-cabek mendengarkan apa yang dikatakan oleh Qiara saat ini.
Sementara itu, di depan pintu David Tengah mendengarkan pembicaraan antara Qiara dan Kevin. Hatinya sebenarnya sudah panas. Tetapi David ingin mengetahui apa yang akan dikatakan oleh Qiara mengenai semua laporan yang dikatakan oleh Kevin tadi. David berbunga-bunga ketika mendengarkan ucapan yang dikatakan oleh Qiara terhadap Kevin. Dan ternyata Qiara pun mengusir Kevin dari hadapannya. David kemudian pergi dari kamar Qiara, kembali ke ruang tamu, berkumpul bersama para tamu yang lain dalam rangka tahlilan untuk sang Kakeknya Qiara yang meninggal tadi siang.
Setelah Qiara merasa yakin bahwa David tidak ada lagi di depan pintu, Qiara pun berkata kepada Kevin dengan cara berbisik," Pergilah dari rumah ini sekarang juga! Jangan sampai David mengetahui keberadaanmu ini. Disini sangat berbahaya. Aku akan menemuimu dua hari lagi di tempat biasa kita bertemu dulu. Tunggulah Aku di sana! Aku pasti akan menemuimu dan kita bicarakan semuanya baik-baik, permasalahan kita. Ok? Kau harus hati-hati! Tolong jaga keselamatanmu! Jangan sampai David berbuat tidak baik terhadapmu, Ok?" ucap Qiara sambil memberikan kecupan sekilas di bibir Kevin. Ya! Ada kerinduan di dalam mata Qiara maupun Kevin.
__ADS_1
Hati Kevin berbunga-bunga, ketika dirinya mendapatkan kecupan bibir dari Qiara. Kevin sungguh tidak ingin mengakhiri itu. Tetapi keadaan sangat berbahaya. Apabila dirinya tidak bisa menahan diri. Oleh karena itu, setelah membelai pipi Qiara. Kevin pun akhirnya segera pergi dari kediaman Pratama. Menemui Arjun yang selalu berjaga.