Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
41. Dipaksa bercerai oleh David


__ADS_3

Kevin yang saat ini di kurung di ruangan bawah tanah oleh David dan anak buahnya. Setiap hari harus menahan lapar dan haus.


David tidak membolehkan anak buahnya untuk memberikan makanan dan minuman sampai Kevin mau pulang ke Indonesia dan berjanji tidak akan pernah kembali ke Meksiko lagi.


Kevin yang keras kepala, selalu menolak sehingga mereka berdua kini tampak sangat kurus dan kekurangan gizi. Sudah tiga hari mereka berdua tidak makan dan minum.


Davis sekarang menemui Kevin lagi, wajah Kevin sudah pucat dan kurus, tampak sangat menyedihkan. Arjun langsung merangkak ke hadapan David, memohon untuk di pulangkan ke Indonesia, tetapi David tidak mau kalau hanya Arjun saja yang dipulangkan. David perlu Kevin yang pulang ke Indonesia. Tidak penting apakah Arjun di Meksiko atau tidak bagi David.


"Tuan, setujui saja permintaan dia! Aku tidak mau mati konyol disini! Aku mohon Tuan Kevin! Berbaik hatilah kepada saya, yang selama ini telah mengabdikan hidup kepadamu!" Arjun membuang semua harga dirinya. Memohon kepada David dan Kevin supaya dilepaskan dari ruangan bawah tanah tersebut. David hanya tersenyum sinis, melihat Arjun yang begitu cepat menyerah.


"Aku bersedia pulang ke Indonesia, tapi bukan karena ancaman kamu! Tapi memang visa kunjungan kami sudah berakhir hari ini!" ucap Kevin dengan pandangan nanar dan tajam.


Hingga hari ini, Kevin belum pernah bertemu dengan Qiara, istrinya yang sudah lama dia cari. Sekarang Kevin baru tahu, kenapa selama ini usahanya terasa sia-sia, ternyata Qiara di lindungi oleh David, seorang pimpinan mafia di Meksiko.


Mengingat malam di saat dirinya dan Arjun di hajar oleh 10 pria berjas hitam, Kevin sudah bisa menilai kekuatan organisasi mafia yang di pimpin oleh David kingford. Kevin ngeri ngeri sedap membayangkan akan berurusan dengan penjahat kelas kakap seperti David.


Kevin memang belum pernah mendengar David kena kasus kejahatan apapun, tapi menilik dari anak buah yang waktu itu diperintahkan untuk menghajar dan menculik dirinya dan Arjun, Kevin sudah yakin 100% bahwa organisasi tersebut bisa di kategori kan dengan organisasi berbahaya.


"Sunar, siapkan jet pribadi kita! Kirimkan mereka ke Indonesia dengan baik-baik! Jangan sampai ada kekurangan apapun!" setelah memberikan perintah, David meninggalkan ruangan tersebut, namun sebelum menutup pintu, David berujar,


"Sunar, pastikan pria brengsek itu menceraikan Qiaraku, karena aku ingin, setelah Qiara melahirkan bayi kami, aku ingin menikahi wanita yang aku cintai! Paham?" tanya David.

__ADS_1


"Siap, Tuan! Saya pasti akan membawakan surat cerai untuk Anda!" jawab Sunar dengan yakin.


Kevin hanya terdiam, 'Biarlah, sekarang yang terpenting adalah keluar dulu dari ruangan ini. Keluarga di Indonesia pasti sekarang sudah pada panik. Perusahaan bisa kacau balau kalau kami berlama-lama di tempat ini!' bathin Kevin.


Arjun yang sudah sangat lemas dan lemah, hanya bisa menutup matanya. Rasa lapar dan haus, sungguh sulit untuk di tahan lagi. Untung saja, di sana masih disediakan toilet walaupun dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, tapi itu masih lebih baik, dari pada tidak ada sama sekali.


"Arjun, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Kevin lemas, suaranya sudah gemetaran.


Tidak lama kemudian, beberapa anak buah David datang dan membawa keduanya keluar dari ruangan bawah tanah tersebut. Ruangan bawah tanah tersebut ternyata berada di atas rumah sakit yang di sediakan untuk para mafia, anak buah David yang mengalami luka maupun cedera dalam menjalankan tugas mereka.


"Kalian akan mandi dan makan dulu! Bersiaplah, pesawat kalian akan lepas landas 1 jam lagi!" ucap Sunar datar, nyaris tanpa ekspresi.


Kevin dan Arjun bergerak cepat, mandi dan mengganti pakaian bersih yang sudah disediakan oleh anak buahnya David. Setelah badan bersih dan wangi, Kevin dan Arjun lalu makan dan minum sepuasnya. Makanan enak ala restoran bintang lima. Sesuai dengan selera Kevin dan Arjun.


"Ayo kita ke bandara sekarang, pilot sudah siap!" Sunar lalu mengawal Kevin dan Arjun untuk kembali ke Indonesia. Sesuai dengan perjanjian, Kevin menceraikan Qiara, setelah mendapatkan surat cerai tersebut, Sunar kembali ke Meksiko.


"Aku puas dengan hasil kerja kamu! Mulai sekarang kamu akan aku angkat sebagai asisten kepercayaan ku! Semua tugas penting kamu yang handle!" ucap David menatap puas, surat cerai Qiara yang sekarang ada di tangannya.


"Aku akan pulang, ingat! Semua yang terjadi di sini harus tetap menjadi rahasia. Qiara tidak boleh sampai tahu kalau kita pernah menculik dan menahan Kevin dan Arjun disini! Paham!?" ucap David penuh dengan penekanan.


"Siap, Bos!" jawab semua orang yang hadir di sana. David menatap satu per satu anak buahnya.

__ADS_1


"Sunar, bunuh siapa saja yang membocorkan rahasia di ruangan bawah tanah selama tiga hari kemarin!" perintah David, lalu pergi meninggalkan markas besar organisasi yang dia pimpin.


Grandfa sudah menyerahkan semua kepada David. Jadi David bisa melakukan apapun yang ingin dia lakukan. Sekarang David juga sudah merambah ke dunia narkoba dan diskotek. Grandfa tidak pernah memarahi cucunya yang tersayang, beliau selalu mendukung apapun keputusan David. Selama untuk kemajuan organisasi dan perusahaan kingford.


Hari itu juga, David mendatangi mantion Qiara, Pak Andi dan Melisa sangat setia mendampingi Qiara yang sudah mulai bersiap-siap untuk melahirkan. David yang sangat bahagia hatinya, karena sudah memiliki surat cerai dari Kevin, akan memberikan kabar bahagia itu.


"Sayang, lihat! Apa yang aku bawa untuk kamu!" David muncul di hadapan Qiara dengan senyum secerah mentari pagi.


"Apa? Kok Bahagia sekali?" tanya Qiara heran.


"Ini, kamu dapat kiriman dari Indonesia!" dusta David! Bagaimanapun, David tidak ingin qiara mengetahui kalau dirinya telah menculik Kevin dan Arjun serta memaksakan Kevin untuk menceraikan Qiara. David ingin menunjukkan hal itu secara alami saja.


"Kiriman apa? Kamu kok sampai bahagia begitu? Aku jadi penasaran!" Qiara lalu mendekati David yang duduk di sofa.


Pak Andi dan Melisa sedang berbelanja kebutuhan cucu mereka, jadi di mantion saat ini hanya ada David dan Qiara, serta beberapa pelayan yang memang sengaja David tempatkan untuk Qiara, wanita yang dia cintai.


"Bacalah!" David lalu menyerahkan surat putusan pengadilan agama yang menyatakan menyetujuinya gugatan perceraian yang di ajukan oleh Kevin. Mata Qiara nyalang, ketika membaca kop surat tersebut.


Hati Qiara luar biasa deg-degan, berusaha menguatkan hatinya, berharap apa yang ada di pikiran nya adalah suatu kesalahan. Tapi saat membuat surat itu, air mata Qiara langsung meluncur tanpa di undang.


"Surat Putusan perceraian dari pengadilan agama?" ulang Qiara, matanya sudah mulai kabur karena kelopak matanya mulai berkabut, air mata menetes tanpa permisi. Sedih dan pedih. Menerima surat perceraian tersebut.

__ADS_1


"Kini aku resmi menjadi janda!" lirih suara Qiara, tapi David bisa merasakan kesedihan dalam suara itu. "Apakah kau segitu cintanya dengan Kevin? Bahkan kamu rela menangis untuk pria yang selalu jahat dengan kamu!" ucap David dengan nada kesal dan jengkel. Qiara hanya diam membisu. Hatinya sedang tidak baik-baik saja saat ini. Hatinya sakit dan sedih.


__ADS_2