Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
76. Menurut


__ADS_3

"Menikahlah dengan Martha atau grandfa akan menyumbangkan semua harta kekayaan Kingford kepada publik!" ancam grandfanya David.


David meraup wajahnya dengan kedua tangannya, David tanpak sangat frustasi mendengarkan ancaman sang grandfa.


"David Grandfa hanya memiliki kamu sebagai cucu, kalau kamu tidak mau menikah. Bagaimana nasib keluarga kita? Apakah akan berhenti hanya sampai di kamu? Itu tidak akan pernah grandfa biarkan!" ucapkan sambil menatap David dengan tajam.


"Grandfa, kalau David memang tidak bisa menerima saya sebagai Istrinya, coba dicarikan perempuan lain barangkali akan lebih menarik perhatiannya!" ucap Martha sambil melirik sekilas ke arah David, yang kebetulan sedang menatapnya juga.


"Kau sungguh perempuan ular yang sanggup menjilat Grandfaku, agar mau menikahkanku denganmu!" ucap David dengan sini sambil meninggalkan Martha dan Grandfanya.


"Bersabarlah! Grandfa sangat yakin kalau kamu bisa menaklukkan hati David dan memberikan keturunan untuk kami!" ucap grandpa mencoba menghibur Martha yang kini masih berderai air matanya, merasa sedih dan bersinggungan dengan ucapan david yang keterlaluan.


"Martha akan mencoba untuk bersabar, semua ini demi membalas Budi keluarga kami kepada Grandpa!" ucap Martha dengan berderai air mata.


Grandfa mendekati Martha dan kemudian memeluk perempuan malang itu. Yang akan mulai saat itu, hidup dalam kesepian dan kesendiriannya.


"Grandfa memilihmu sebagai istrinya David, karena Grand percaya bahwa kamu adalah perempuan yang kuat dan hebat!" ucap Grandpa sambil memeluk Martha kemudian dia pun meninggalkan perempuan itu sendiri di sana.


"Pergilah ke kamarmu dan Bersiaplah untuk pernikahanmu bersama dengan David!" ucap grandfa kemudian pergi menuju kamarnya.


Sementara itu David ini sedang mengamuk di kamarnya, dia melemparkan semua barang-barang yang ada di sana. Untuk melampiaskan kekesalan hatinya karena dipaksa menikah oleh sang grandfa.


"Grandfa benar-benar keterlaluan. Kenapa dia memaksaku untuk menikahi perempuan yang tidak kukenal? Aku tidak mungkin bisa mencintai dia, karena cintaku hanya untuk Qiara seorang!" ucap David dengan penuh amarah dan emosi yang kini terus memuncak di dalam hatinya.


Tadi siang David mendapatkan laporan dari anak buahnya yang ada di Jakarta, bahwa Qiara dan Kevin kini sudah resmi menikah dan mereka sudah tinggal bersama di kediamannya Kevin.

__ADS_1


"Kurang ajar kamu Kevin! Berani sekali kau merampas calon istriku. Akan ku pastikan kau menyesalinya!" ucap david penuh dengan amarah, sambil melemparkan semua bantal dan selimut yang ada di atas ranjangnya.


"David! Apa yang kau lakukan, huh? Kau benar-benar seperti laki-laki yang tidak punya akal!" tiba-tiba grandfa sudah ada di hadapan David dan menatapnya dengan tajam


"Qiara sudah menikah dengan Kevin. Cinta David sudah berakhir! David tidak bisa memiliki Qiara lagi!" David menjatuhkan dirinya ke lantai dan menangis tersedu-sedu.


Saat itu, Martha yang tidak sengaja melewati pintu kamarnya, melihat David yang sedang terpuruk, merasakan juga kesedihan yang kini dirasakan oleh David.


"Kasihan sekali dia! Pasti hatinya sangat sakit ketika mendengar orang yang dia cintai menikahi orang lain. Dia sungguh seorang laki-laki yang malang!" ucap Martha sambil menatap sendu ke arah David yang masih menangis di kamarnya.


Tampak grandfa yang berusaha untuk menenangkan sang cucu satu-satunya, yang masih terus menangis histeris di kamarnya.


"Tenanglah David! Lupakanlah cintamu untuk Qiara. Dia itu bukan jodohmu. Lupakanlah dia dan Hiduplah dengan Martha sebagai calon istrimu!" grandfa terus menepuk bahu David untuk menghibur hatinya.


Tetapi bukannya tenang, David malah menatap tajam ke arah Grand dan marah kepada Pria tua yang telah menghabiskan separuh hidupnya untuk mengurus sang cucu.


"Apa yang kau maksud David? selama ini grandfa selalu menginginkan kebahagiaanmu Tidak pernah sekalipun grandfa berpikir untuk menyakitimu!" Ucap grandfa dengan berderai air mata, merasa sedih dengan tuduhan sang cucu yang sangat dia sayangi.


"Lalu kenapa Grandpa tidak berjuang untuk mendapatkan Qiara untuk David kenapa?" tanya David dengan berderai air mata.


Grandpa kemudian bangkit dari duduknya, dan meninggalkan cucunya seorang diri. Grandfa membiarkan David untuk berpikir dan merenungkan apa yang sudah terjadi dalam hidupnya.


"Kau Istirahatlah karena besok pernikahanmu dengan Martha kan terlaksana!" ucap grandfa sambil meninggalkan David.


"Grandfa benar-benar egois tidak memikirkan perasaanku saat ini!" teriak David dengan histeris tetapi grandfa sama sekali tidak memperdulikannya.

__ADS_1


Grandfa menutup pintu kamar David dengan keras sehingga membuat tape terasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Grandfa.


Sementara itu Martha yang ada di kamarnya, kini tengah merenung dan melihat keluar melalui jendela kamarnya.


"Kasihan sekali David nasibnya begitu malang harus kehilangan orang yang dia cintai dan kini malah menikah dengan wanita yang tidak dia cintai. Apakah ada penderitaan yang lebih besar daripada itu?" ucap Marta sambil melihat ke arah luar.


Tampak rintik-rintik air hujan yang menghiasi jendela di luar kamarnya. Sehingga menambah Syahdu suasana malam itu.


"Bahkan alam pun ikut bersedih!" ucap Martha sambil menatap rintikan air hujan yang terus jatuh dari atas langit.


Sementara itu David kini telah terlelap dalam tidurnya. Setelah kelelahan mengamuk dan menghancurkan seisi kamarnya.


Tampak Grandfa menggelengkan kepalanya, melihat suasana kamar David yang hancur berantakan. Setelah diamuk oleh amarah David yang kini sedang patah hati.


"Anak itu masih saja berperilaku seperti ini. Kalau ngamuk selalu menghancurkan barang-barang di kamarnya!" ucap grandfa kemudian meninggalkan David seorang diri di kamarnya.


Kini Grandpa sedang berada di kamarnya seorang diri. Beliau menatap potret keluarganya yang kini hanya tersisa dirinya dan sang cucu.


"Adolf! Seandainya kau sekarang melihat keadaan putramu. Apakah kau akan menyalahkan ayahmu? Yang tidak bisa mengurusnya dan mendidiknya dengan baik!" ucap grandfa sambil menatap foto putranya yang kini sudah meninggal lebih dari 20 tahun yang lalu.


Ayahnya David yang meninggal dalam kecelakaan pesawat beserta sang istri, yang akhirnya meninggalkan seorang anak laki-laki bernama David Kingford.


Sejak itulah David tinggal bersama sang grandfa dan hidup hanya berdua saja, melewati suka dan duka bersama.


"Maafkan ayah, Adolf! Karena tidak mengurus anakmu dengan baik. Bahkan dia tidak bisa memperjuangkan cintanya. Sekarang dia bahkan harus menikah dengan perempuan yang tidak dia cintai. Hidupnya Pasti sangat menderita saat ini!" Ucap grandfa dengan bernilai air mata.

__ADS_1


Hatinya sungguh sangat sedih, ketika melihat kehancuran hati yang cucu yang amat sangat dia sayangi.


"Grandfa pasti akan mengusahakan yang terbaik untuk kebahagiaanmu. Percayalah pada Grandpa!" ucap grandfa sambil berusaha mengusap air matanya. Hatinya saat ini benar-benar sedih, melihat keadaan cucunya yang sangat hancur saat ini.


__ADS_2