
Melihat rumah keluarga David sangat mewah, Sudan hatinya jadi ketar ketir. Jadi penasaran dengan keluarga kekasihnya. Selama dekat dengan David,dia memang tidak pernah bicara masalah keluarga kepada Susan. Jadi tidak heran kalau Susan aga bingung dengan kehidupan David yang sebenarnya.
"Rumah Grandfa sangat mewah dan indah sekali." Mata Susan benar-benar dimanjakan dengan segala kemewahan di rumah itu.
"Rumah warisan leluhur. Kami hanya menepati saja. Mana mampu kami membangun sendiri kediaman ini?" dusta David. Bagaimanapun David belum siap memberitahu Susan tentang keluarga besarnya atau bisnis keluarganya. Bisa-bisa Susan langsung kabur, kalau tahu Grandfa adalah ketua mefia di Meksiko. Itu artinya kelak dirinya yang akan menjadi penerus sang Grandfa.
Susan duduk di sofa yang di import dari Italia. Sofa itu kesayangan mamahnya David. David tersenyum melihat kelakuan Susan yang tampak sangat bahagia di ajak ke rumahnya.
"Apa kita akan tinggal di sini, kalau kelak kita menikah?" tanya Susan penasaran.
"Kita bisa tinggal disini kalau kamu mau. Tapi aku lebih suka tinggal di apartemen. Lebih dekat dengan kantor kita. Rumah ini terlalu besar bagiku. Pusing rasanya!" keluh David.
Memang benar, David tidak suka tinggal di rumah utama keluarganya. David datang ke rumah ini paling sebulan sekali atau kalau grandfa memanggil saja. Hari-hari kalau suruh datang ke rumah ini, David rasa malas.
"Kalau kita sudah menikah, aku ingin tinggal disini. Aku akan mengajak mamahku juga untuk tinggal disini. Kasihan Mamah sendiri di rumah. Papah masih lama di penjara." David hanya tersenyum.
"Kau bisa lakukan apapun yang membuat kamu bahagia." David lalu merangkul bahu Susan.
"Terima kasih karena sudah mau terima aku lagi dalam hidup kamu!" ucap Susan sahdu. Hatinya tersentuh dengan David yang mau memaafkan kesalahan dirinya dan juga orang tuanya.
"Aku juga terima kasih, karena kamu mau mencintai aku yang miskin ini!" David mencium kening Susan dengan khidmat. Susan sangat bahagia menerima semua cinta David.
"Kamu segera urus perceraian dengan Kevin. Aku akan langsung melamar kamu, begitu masa Iddah kamu selesai." Susan mengangguk lalu membenamkan kepalanya di pelukan David.
Hatinya merasa sangat damai. Hampir tiga bulan dirinya dan David break. Maka dari itu, Susan sangat rindu dengan David.
__ADS_1
"Kita mau pulang ke apartemen atau mau nginep disini?" tanya David.
"Aku ingin mencoba tinggal disini, apakah boleh?"
"Tentu, sayang! Mumpung Grandfa tidak ada di sini. Anggap kita sedang liburan saja. Kebetulan besok hari Minggu. Kita bisa bersantai di sini." David lalu membawa Susan ke kamar tamu.
"Kok aku tinggal di kamar tamu sayang? Aku ingin tidur di kamar kamu!" rajut Susan manja.
"Jangan Kumat, sayang! Ini rumah Grandfa. Kalau tiba-tiba Grandfa pulang, lihat kita satu kamar, bisa di coret aku dari daftar ahli waris." David bergidik hanya membayangkan hal tersebut.
"Grandfa kamu galak ya?" tanya Susan aga takut.
"Grandfa orang yang baik. Tapi dia tegas kalau masalah moral dan free ***. Dia pastinya akan langsung membunuhku kalau tahu kita pernah tinggal satu apartemen dan kamu pernah menggugurkan kandungan kamu." David menyuruh Susan masuk ke kamar tamu.
Setelah David pergi, Susan membaringkan tubuhnya di kasur. "Wah.. kamar tamu saja begini mewahnya. Aku jadi penasaran dengan kamar David. Tapi kalau aku ke sana, lalu Grandfa pulang, bahaya juga. Aku harus bersabar. Aku yakin kalau David berasal dari keluarga kaya raya. Rumah ini saja bisa ditaksir harganya 10 triliun. Kalau tidak kaya raya, tidak mungkin mampu membangun rumah mewah ini. Bahkan rumah keluarga Pratama masih kalah jauh." Monolog Susan.
"Aku harus berhasil dapatkan hatinya Grandfa. Biar dia merestui pernikahan aku sama David. Ah... sebelumnya aku harus segera mengurus perceraianku dengan Kevin. Dasar bodoh! Kenapa dulu aku mau dinikahkan sama dia? Kalau tidak, nasibku tidak akan senaas ini. Jadi janda setengah satu hari menikah. Sungguh menyedihkan nasibku!" Susan terus bermonolog, sampai akhirnya dia kelelahan sendiri dan tertidur.
David masuk ke ruangan rahasia. Di sana dia melakukan rapat bersama anak buahnya yang dia tugaskan mengawasi Kesya dan Kevin.
"Ada laporan apa?" David to the point. Bahaya kalau nanti Susan mencari-cari dan dirinya tidak ada dikamar. Bisa-bisa Susan curiga.
"Mereka masih tinggal di Panthouse. Kevin mulai membangun perusahaan miliknya sendiri. Kevin sudah meninggalkan keluarga Atmajaya " Sunar mengakhiri laporannya.
"Bos, kalau menurut saya. Kita bisa menjadi investor di perusahaan baru yang sedang di rintis oleh Kevin. Jadi kita bisa mengawasi mereka dari dekat." ucap anak buah David yang lainnya, Tiara.
__ADS_1
"Maksudnya biar kamu bisa menggoda Kevin yang tampan itu bukan? Aku sudah bisa menebak isi kepalamu!" semprot David jengkel.
"Kan sambil menyelam minum air bos. Kerjakan tugas bos, sambil godain cowok ganteng juga. Sudah karatan nih boss! Kelamaan gak dapat belaaian lelaki!" protes Tiara sambil manyun.
"Dasar genit!" David kesal jadinya.
"Tapi bos, bagus juga idenya Tiara. Kita bisa membantu mereka mendirikan perusahaan baru. Kita bisa lebih mudah dalam akses ke segala arah." Sunar mengungkapkan pendapatnya.
"Nanti saya pikir-pikir. Sudah, bubar dulu rapatnya." Setelah selesai, David langsung keluar dari ruangan rahasia. David rencananya mau tidur sebentar, sambil menunggu makan malam tiba.
Baru terasa badannya lelah sekali. Seharian beraktivitas di luar. Setelah berbaring di kasur, tidak membutuhkan waktu lama, David sudah terlelap. David tidak tahu saat Susan masuk ke kamarnya dan tidur di sampingnya.
Susan yang tidak bisa tidur, akhirnya nekat mendatangi David di kamarnya. Susan merasa rindu dengan David yang lama berpisah dengannya. Setelah berada dalam pelukan David, Susan langsung nyenyak.
Susan dan David tidak tahu kalau grandfa pulang sore ini. Grandfa yang tahu kalau David ada di rumah, karena tadi melihat mobil cucunya di garasi. Grandfa langsung masuk ke kamar David.
Betapa terkejutnya Grandfa saat masuk ke kamar David, melihat sang cucu kesayangan sedang tidur siang dan memeluk seorang wanita, yang dia tahu adalah kekasih David waktu di Meksiko dulu.
Seingatnya, dahulu dia sudah meminta wanita itu untuk menjauhi David. Kenapa mereka tidur bersama sekarang? Banyak pertanyaan dalam hati Grandfa. Dia langsung ke kamar mandi David. Mengambil air satu gayung, lalu menyiram mereka berdua yang sedang nyenyak tidur.
David dan Kesya gelagapan saat tubuhnya terasa dingin, badannya basah kuyup. Saat membuka matanya, Grandfa melotot ke arahnya. David terkejut saat mendapatkan Susan dalam pelukannya dengan menggunakan pakaian seksi.
"Ah... Susan cari perkara saja! Kenapa dia pakai acara masuk kamarku segala sih?" rutuk David dengan kebengalan Susan. Gak nurut dengan omongannya. Padahal tadi sudah diingatkan jangan masuk ke kamarnya, tapi bandel sekali.
Sialnya, Grandfa melihat mereka berdua. Lemas sudah David. Siap-siap saja di tendang Grandfa dari surat warisan. Berkali-kali David menghela nafas berat. Grandfa masih melotot kepadanya. Susan sudah ketakutan di samping David.
__ADS_1