Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
79. Haruskah?


__ADS_3

Yuk dukung terus karya author dengan membudayakan like,vote, favorite serta gift seiklas kalian semua, readerku sayang.


Happy reading..


...****************...


David mencoba untuk melepaskan dirinya dari pelukan Marta yang masih memejamkan matanya.


" Buka matamu Tidak usah kau berpura-pura tidur Aku tahu Kau pasti sudah bangun!" ucap David dengan nada tingginya.


Tetapi Martha tetap tidak bergeming juga dan tetap menutup matanya Tetapi dia tetap memeluk David dengan erat.


"Dia ini sungguh benar-benar seorang Ratu drama bisa-bisanya dia melakukan seperti ini kepadaku sungguh Lancang dan kurang ajar!" ucap David penuh dengan emosi di dadanya.


"Lepaskan pelukanmu Aku tidak suka tidur di pelukanmu!" hasil kekuatan naga untuk bisa melepaskan dirinya dari Martha.


Tiba-tiba saja, Martha kini bibirnya sudah mendarat sempurna di bibir David. Oh, ****! David memaki di dalam hatinya.


"Kurang ajar yang kau lakukan padaku?" ucap David, berusaha lebih keras lagi melepaskan dirinya dari Martha.


David berusaha sekerasnya untuk bisa melepaskan diri dari martha. Entah apa yang sedang terjadi disini. Bagaimana seseorang lemah seperti Martha, bisa menahan seseorang seperti David? sungguh membagongkan sekali.


Akhirnya David menyerah dengan usahanya untuk melepaskan diri dari Martha. detik pun kemudian kelelahan dan akhirnya terlelap di atas ranjang yang sama dengan sang istri.


Sekitar jam setengah tujuh malam, keduanya bangun dan terkejut. Karena mereka saling memeluk satu sama lain.


Martha tampak mengucek matanya dan merasa bingung kenapa David berada dalam pelukannya. Martha sepertinya tidak ingat dengan kejadian tadi siang, ketika dia menarik tubuh David ke atas ranjang.

__ADS_1


"Apa yang terjadi di sini? Kenapa David ada di ranjang ini?" Tanya Martha dengan penuh penasaran.


"Aku akan mandi saja. Sebelum dia bangun. Bisa marah besar dia, nantinya!" ucap Martha kemudian langsung keluar dari pelukan David yang masih terlelap dan tidurnya.


Setelah selesai mandi Martha kemudian memesan makan malam untuk mereka berdua melalui layanan kamar.


Davis tampak terkesiap, ketika mendapatkan dirinya yang tertidur di sebuah ranjang yang empuk dan besar. Tampaknya David pun melupakan kejadian tadi siang, saat dia berjuang keras untuk keluar dari pelukan Martha.


David membuka matanya dan melihat Martha yang sedang menyantap makan malamnya. Karena dia sendiri merasakan lapar, akhirnya tanpa merasa malu atau pun canggung. Dia pun mendekati Martha dan ikut menyantap makanan yang tersedia di atas meja.


"Aku senang kalau kamu menyukai makanannya aku pesan. Setidaknya tidak ada makanan yang terbuang!" ucap Martha tersenyum kepada David.


"Terserah apa yang kau katakan. Aku hanya sedang lapar makanya aku menghabiskan makanan ini bukan perkara aku menyukainya atau tidak!" ucap David dengan suara Ketus terhadap Martha.


"Entah kau akan mati atau tidak, kalau kau bisa bicara baik sedikit saja padaku!" Martha sambil meninggalkan David ke balkon kamar hotel yang sedang dia tempati bersama David.


"Tadi siang, aku datang ke sini, mengajakmu untuk berjalan-jalan. Katanya kau tidak butuh. Sekarang kau malah mengatakan akan menyenangkan kalau kita berjalan-jalan. Sebenarnya apa yang kau inginkan?" tanya David mengambil menatap tajam kepada Martha. Tampak jengkel sekali.


"Kapan kau mengajakku jalan-jalan Kenapa aku tidak ingat?" Martha mencoba untuk mengelak dari tuduhan David.


"Ya ampun! Lihatlah perempuan ini dia bahkan tidak ingat dengan apa yang dia katakan tadi siang!" keluh David kepada dirinya sendiri.


Karena malas berdebat, akhirnya David pun mandi dan menggunakan pakaian yang tersedia di hotel, yang sudah dipersiapkan oleh Grandfa.


"Sepertinya tidak ada salahnya, kalau aku mengajak jalan-jalan perempuan itu. Setidaknya grandfa tidak akan banyak cerewet lagi padaku!" ucap David kepada dirinya sendiri di kamar mandi.


Setelah selesai menyiapkan dirinya, akhirnya David pun mengajak Marta untuk pergi berjalan-jalan di tengah kota. Menyaksikan lampu-lampu dan juga pasar malam yang ada di pinggir jalan kota Meksiko.

__ADS_1


Martha tampak menikmati sekali jalan-jalan tersebut dia terus saja bersorak dan menari-nari karena sangking bahagianya.


"Apakah kau bisa berhenti bersikap norak seperti itu? Aku malu diliatin oleh orang-orang di jalan!" tegur David kepada Martha yang tampaknya Acuh sekali dengan lingkungan sekitar.


Martha tampaknya sangat menyenangi pertunjukan warga sekitar yang sangat memanjakan matanya tidak adanya dia terus mengikuti tarian-tarian yang mereka lakukan.


"Ayolah David kita Menari Bersama dengan mereka. Ini sangat menyenangkan sekali!" Martha mengajak David untuk menari bersamanya dan David hanya cemberut saja menerima perlakuan semacam itu dari istrinya.


Pada akhirnya David pun menikmati. Apa yang sedang dikerjakannya bersama dengan Martha yaitu menari bersama para warga sekitar yang tampaknya sedang merayakan festival Halloween.


"Wah, jalan-jalan kita malam ini sangat menyenangkan sekali. Terima kasih ya David karena kamu mau menemani aku jadi aku tidak merasa bosan di kamar terus bagaimana kalau kita juga pergi belanja?" Marta kepada David yang kini mulai bisa tersenyum sedikit.


Sifat Martha yang ceria dan tampak easy going membuat David merasa nyaman berada di sampingnya dan dia hanya mengikuti saja kemanapun Marta membawanya berlari dan berjalan menyusuri jalanan kota Meksiko.


"Apakah kau tidak merasakan lelah? Kita sudah berjalan semalaman. Cepatlah kita pulang, nanti kita terlalu jauh dari mobilku di parkirkan!" ucap David membujuk Marta untuk segera pulang bersamanya.


Tetapi Martha tampaknya tidak mau ambil peduli dengan ucapan David. Dia terlalu asik dan euforia menyaksikan keindahan pasar malam yang sekarang sedang dia saksikan.


"Apa kau tahu sudah sangat lama sekali sejak aku menghadiri festival semacam ini. Makanya aku sangat bahagia sekali. Terima kasih banyak ya? Karena kamu sudah mau membawaku ke sini!" ucap Martha dengan mata berkaca-kaca.


David merasa salah tingkah menerima ucapan terima kasih tersebut. Karena sejujurnya, dia merasa tidak menikmati malam itu. Dia hanya merasa terpaksa saja takut grandfa akan ngomel-ngomel lagi kepadanya kalau dia cuek terhadap Martha istrinya.


"Ayo kita pulang malam semakin larut Bagaimana kalau kita Tambah jauh dari mobilku di parkir?" David kembali mengingatkan Martha untuk pulang bersamanya.


"Aku masih ingin menikmati festival ini, apakah kita tidak bisa sampai tengah malam nanti tetap berada di sini?" permintaan Martha sungguh membuat David jadi kehilangan akal.


"Ayolah kita pulang, besok aku harus pergi ke kantor! Tidak bisa kita berlama-lama di sini. Nanti aku akan kecapean dan tidak bisa bangun pagi-pagi!" ucap david berusaha membujuk Martha untuk mau pulang bersamanya.

__ADS_1


Martha cemberut, karena tidak bisa membujuk David untuk bisa tetap berada di sana hingga tengah malam nanti.


__ADS_2