Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
44. Season Dua Lamaran David untuk Qiara


__ADS_3

Setelah resmi bercerai, David akhirnya bisa resmi melamar Qiara. Lamaran yang indah dan romantis. Qiara sangat terharu. Mendapatkan cinta yang begitu besar dari seorang David kingford. Hati wanita mana yang tidak akan luluh lantak. Malam itu, dengan alunan musik, David melamar Qiara, suasana pantai dan live musik, sungguh amat sangat romantis sekali, suasana yang di bangun oleh David, Qiara yang tidak tahu akan ada lamaran tersebut hanya bisa tersenyum.


"Will you marrry me?" tanya David sambil berlutut di hadapan Qiara. Sungguh, Qiara menjadi wanita paling bahagia malam ini.


"I Will..!" jawab Qiara sambil tersenyum.


"Thanks you my sweetie!" David kemudian memasukan cincin berlian tersebut ke jari manis Qiara. David mencium telapak tangan Qiara dengan lembut.


"Wah, tahu gak? aku merasa kayak jadi artis di film telenovela, hehehe!" ucap Qiara, sambil menepuk bahu David pelan. Tatapan mata David yang penuh dengan cinta, membuat Qiara terbuai dengan angan.


"Aku akan membuat kamu menjadi ratu telenovela! Jika kau mau, tentu saja!" mereka pun tertawa-tawa bersama.


Ya, hari yang indah bagi mereka. Sepasang manusia yang berjanji akan saling mencintai sehidup semati. "Dav, terimakasih, karena sudah menerima aku yang tak sempurna ini!" ucap Qiara saat mereka berdua berdansa bersama. Dibawah sinar rembulan yang syahdu dan suara musik yang mengiringi, suasana begitu romantis.



visualisasi kebahagiaan David dan Qiara.


"Sayang, aku akan melakukan apapun juga, demi membahagiakan kamu. Percayalah, aku gak akan mengecewakan kamu!" David memeluk Qiara dengan erat.


Malam yang romantis bagi keduanya. Tidak jauh dari mereka, para bodyguard dan anak buah David terus menjaga dan memantau keselamatan Tuan mereka.


"Kenapa banyak sekali bodyguard di sekitar sini?" tanya Qiara keheranan. David hanya mengecup pipi Qiara sekilas, lalu berbisik di telinganya, "Aku takut kalau ada orang yang akan menculik kamu dari aku! Aku gak akan pernah biarkan, siapapun juga,merebut kamu dariku!" Qiara tergelak mendengar kata-kata David yang terdengar berlebihan baginya. David menatap Qiara dengan lembut.

__ADS_1


"Aku serius, sayang!" Jawab David sambil mencubit hidung Bangir Qiara yang masih tertawa mendengar apa yang dia katakan. "Siapa yang mau merebut aku dari kamu? Kevin saja yang mengaku mencintai, lebih memilih menceraikan aku!" ucap Qiara mulai terdengar serak.


"Apa kau masih mencintai kevin?" tanya David berhati-hati, tidak mau kalau tunangannya itu sampai tahu bahwa sesungguhnya dialah yang telah memaksa Kevin untuk menceraikan dirinya.


"Tidak, aku tidak akan menghabiskan waktu untuk orang yang sudah membuang aku!" suara Qiara terdekat di tenggorokan. Ada rasa sesak yang tiba-tiba menghimpit dadanya. Qiara lalu meninggalkan David dan duduk di kursi. Meminum minuman yang ada di sana. Sebotol wine?


"Jangan banyak-banyak, sayang! Nanti kamu mabuk!" David berusaha mencegah Qiara, tapi Qiara yang dalam suasana hati buruk, tidak menggubris. Karena membahas tentang Kevin, suasana romantis Seketika hancur menjadi kelam. Mood Qiara turun drastis.


"Sayang, pelan-pelan minumnya! Nanti kau mabuk!" sekali lagi David mengingatkan, dan sekali lagi, Qiara menepis tangan David yang mencegahnya untuk minum lagi.


"Ayo kita pulang, kalau kau mabuk, akan bahaya, sayang!" David berusaha memapah Qiara untuk masuk ke mobilnya. Para bodyguard sudah bersiap semua di sekitar mereka.


"Semua aman?" tanya David pada Sunar.


"Aman, Bos!" jawab Sunar mantap.


"Kita menginap disini saja, papah mamah kamu, pasti akan marah, kalau melihat kamu mabuk seperti ini!" ucap David, sambil membawa Qiara untuk masuk ke kamar khusus milik dirinya. Apabila David ingin menyendiri, maka kamar itu adalah pilihan David. Kamar presiden suit yang di desain khusus untuk dirinya.


"Ayo kita minum lagi! Aku masih sanggup!" Qiara sudah mulai merancau kata-kata yang dia ucapkan sudah semakin ngawur dan tidak di mengerti oleh David.


"Kevin, kenapa kamu melakukan itu sama aku? Hiks Hiks, pria jahat! Pergi kau sana! Aku gak mau kenal sama kamu lagi!" Qiara memukuli tubuh David yang masih berusaha memasukan Qiara ke kamarnya.


"Qi, diamlah! Malu dilihatin orang-orang!" bisik David.

__ADS_1


"Aku mencintai kamu, tapi kamu malah menceraikan aku! Kamu memang penjahat! Pria keji! Hiks hiks!" Qiara terus meronta-ronta, tidak mau di papah oleh David. Sampai saatnya mereka sudah masuk, dan David akan meletakkan Qiara di kasur, Qiara menarik kerah baju David.


Qiara mencium bibir David dengan berderai air mata, David yang masih syock, hanya diam, menikmati ciuman yang di berikan oleh Qiara. Ciuman penuh rindu dan dendam!


"Aku mencintai kamu!" lalu Qiara jatuh di kasur, David terjatuh di atas tubub Qiara yang telah terlelap.


"Aku juga mencintai kamu, Qi!" David mencium kening Qiara, amat lembut. Karena takut akan membangunkan Qiara. "Aku akan bersabar untuk menunggu cinta kamu, percayalah!" ucap David. Lalu menyelimuti tubub Qiara.


David memilih tidur di sofa, hari ini adalah hari terindah dalam hidupnya, melamar Qiara adalah impian terbesar dalam hidupnya. Pernikahan mereka hanya tinggal menghitung hari. David akan bersabar sampai hari itu.


David akhirnya terlelap juga. Di tengah malah, ketika Qiara terjaga, dirinya merasa heran, karena ada di sebuah kamar yang asing baginya. "Dimana aku?" Qiara mengedarkan pandangannya ke sekeliling, "Kamar yang sangat mewah!" ujar Qiara, ketika matanya menatap tubub David yang tengah terlelap, Qiara mendekati David.


"Wajah yang sangat tampan, bibir yang sangat seksi dan menggoda!" Qiara menyusuri lekuk wajah David, tanpa terasa, terus mendekati David, Qiara mengecup bibir David, hanya sekilas, karena Qiara takut kalau David terbangun.


"Pria tampan ini adalah milikku!" ujar Qiara, entah Qiara saat ini sadae atau masih mabuk. Tapi sekarang, Qiara naik ke sofa yang di tempati oleh David, lalu membaringkan tubuhnya dalam pelukan David.


"Aku suka wangi badan kamu!" Qiara mengendus dada David, "Wangi!" Qiara lalu tidur di pelukan David hingga pagi menjelang. Untung saja sofa itu lebar, jadi Qiara tidak terjatuh. Ketika terbangun, David terkejut karena mendapatkan dirinya yang kini terbaring dan memeluk Qiara. Qiara memeluk pinggangnya dan membenamkan wajahnya di dada David.


"Good morning, sweetie!" ucap David, sambil mencium bibir Qiara yang masih terlelap, wajah cantik Qiara yang ada di pelukan nya, tidak ingin David mengakhiri saat-saat bahagia itu. Ketika merasakan gerakkan Qiara, David bergegas menutup matanya kembali.


"Eh, dimana ini? Kenapa aku tidur disini?" tanya Qiara, saat menyadari dirinya tidur di pelukan seorang lelaki, Qiara menatap wajah pria yang dia peluk dari tadi.


"David? Kenapa aku baru sadar, bahwa kamu begitu tampan?" Qiara tersenyum simpul. "Pria tampan ini adalah milik ku!" Qiara lalu mencium bibir David dengan pelan, David yang merasakan ciuman Qiara, tidak mau melepaskan kesempatan langka tersebut.

__ADS_1


David memeluk tubuh Qiara makin erat, menciumnya dengan lembut, ciuman yang semakin lama semakin menuntut hal yang lebih. "Dav, aku cinta sama kamu!" ucap Qiara di sela-sela ciuman mereka.


"I love you more, Baby!" David menatap wajah Qiara yang sudah berkabut. "Sabar, ya? setelah pernikahan kita, kita bisa melakukan apapun!" David kemudian mendudukan Qiara di sofa. Mata Qiara yang berkabut, menuntut untuk di berikan lebih, tapi David terus menahan gerak tangan Qiara. Qiara masih dalam pengaruh Alkohol makanya begitu agresif. David tidak mau nanti ketika sadar, Qiara menyesal dan membenci dirinya yang membiarkan hal seperti itu terjadi. David tidak ingin menjadi seorang bajingan yang memanfaatkan situasi. Cinta David untuk Qiara benar-benar tulus.


__ADS_2