
Setelah security membawa pergi ayahnya, Arjun kini duduk di kursi kebesarannya. Arjun kembali mengingat pertemuannya bersama ayahnya yang sudah sangat lama dia tinggalkan.
Arjun sedang fokus dengan pikirannya tiba-tiba saja pintu ruangannya diketuk oleh sekretarisnya.
" Maafkan saya tuan Arjun ayah anda pingsan di lobby!" ucap sekretarisnya Arjun sambil menatap takut-takut kepada atasannya.
" Tinggal kau bawa ke rumah sakit, kenapa kok laporan kepadaku? Aku tidak ada urusan dengan orang itu!" ucap Arjun dengan geram menatap kepada sekretarisnya sendiri.
" Tapi dia ayah anda Tuan! Apakah anda tidak ingin untuk melihat keadaannya?" ucap sekretarisnya lagi.
" Siapa yang mengatakan padamu kalau dia itu Ayahku, huh? Aku tidak punya ayah! Ayah aku sudah mati sejak lama! Sekarang kau pergi dari sini atau Aku akan memecatmu hari ini juga!" ucap Arjun marah.
Arjun melemparkan semua barang-barang yang ada di atas meja kerjanya. Sehingga membuat sekretarisnya pun ketakutan. Serta merta, langsung meninggalkan Arjun yang saat ini sedang mengamuk di ruangannya.
" Kurang ajar!" teriak Arjun sekerasnya.
Saat ini perasaan Arjun benar-benar sedang tidak karuan. Kacau balau.
Semua itu gara-gara kedatangan ayahnya yang tiba-tiba hadir dihadapannya. Setelah selama 20 tahun lamanya dia pergi dari keluarga besarnya.
Arjun saat ini benar-benar tidak bisa diselamatkan siapapun Perasaan marah kesal dan jengkel semuanya bercampur aduk beserta dendam dan kebencian terhadap ayahnya.
Semua ingatan kenangan masa lalu tentang Ayahnya berkecamuk di dalam pikirannya layaknya kaset rusak yang tidak mau berhenti berputar dan itu membuat Arjun seperti kehilangan akal.
Arjun melemparkan semua barang-barang yang ada di dalam kantornya sehingga membuat sekretarisnya yang berada di luar ruangan sudah ketakutan.
Dengan gemetar, sekretarisnya Arjun menghubungi Kevin karena hanya Kevin lah yang bisa menenangkan Arjun saat ini.
"Maafkan saya tuan Kevin, karena sudah mengganggu waktu anda. Tapi ini sangat sangat penting, Tuan Arjun saat ini sedang mengamuk di kantornya, Tuan! Tolonglah saya!" sekretarisnya Arjun memberikan laporan kepada Kevin.
__ADS_1
" Emangnya apa yang terjadi tidak biasanya kan Arjun mengamuk seperti itu?" tanya Kevin merasa heran.
" Tadi ada ayahnya yang datang ke sini. Tuan Arjun langsung mengusirnya dan setelah itu Tuan Arjun langsung mengamuk di ruangannya. Semua barang-barang di sana hancur tuan karena dilemparkan oleh Tuan Arjun!" sekretarisnya Arjun membuat laporan kepada Kevin.
"Baiklah, aku akan segera ke sana. Ingat! Kau jangan melakukan apapun. Arjun sangat berbahaya kalau sedang mengamuk!" Kevin kemudian meninggalkan kediamannya untuk menuju ke perusahaannya.
Sudah satu minggu ini Kevin memang tidak datang ke perusahaan karena dia sibuk mempersiapkan pernikahannya bersama Qiara. Ingin memberikan yang terbaik untuk pernikahannya yang kedua bersama Qiara.
Kevin yang saat ini sedang sibuk mempersiapkan pernikahannya dengan Qiara. Akhirnya dengan terpaksa datang juga ke kantornya untuk bisa mengetahui apa yang sedang terjadi di sana.
"Arjun sepertinya belum juga bisa memaafkan ayahnya. Padahal kejadian itu sudah 20 tahun yang lalu selalu saja masih bisa membuat Arjun hilang kendali semacam ini!" Kevin terus bermonolog dengan dirinya sendiri sepanjang perjalanan menuju ke kantor.
" Apakah aku harus menelepon Santi mungkin Santi bisa menenangkan dia?" tanya Kevin.
" jangan-jangan malah membuat Arjun tambah kacau lagi kelihatannya hubungan Santi dan Arjun juga sedang tidak baik-baik saja!" Kevin mencari cara untuk membuat Arjun bisa tenang lagi.
" Entah berapa lama Arjun bisa memaafkan ayahnya aku jadi ikut-ikutan pusing gara-gara ini semua!" kecepatan tinggi Kevin berusaha untuk secepatnya bisa sampai ke perusahaan karena dia sangat khawatir dengan keadaan Arjun saat ini.
sebenarnya beberapa tahun ini Arjun sudah berusaha untuk mengobati penyakit itu dengan mengunjungi beberapa psikiater tetapi tampaknya belum berhasil.
Kevin terus berputar dan memikirkan apa yang bisa dia lakukan untuk menolong sahabatnya itu.
"Sebaiknya aku menelepon psikolog saja mungkin dokter itu bisa menolong untuk menenangkan Arjun saat ini!" kemudian Kevin pun mencari nomor telepon psikolog yang biasa didatangi oleh oleh Arjun selama beberapa tahun ini.
" Ada apa Tuan Kevin? Tidak biasanya anda menghubungi saya!" tanya Psikologi itu di seberang sana.
" Sonia, kau datanglah ke kantorku saat ini Arjun sedang mengamuk tampaknya penyakit kecemasannya kembali sedang kambuh!" ucap Kelvin untuk meminta banguan Sonia agar datang menolong Arjun yang saat ini sedang mengamuk.
" Apakah ada kejadian yang memicu hal itu?" Sonia mencari informasi tentang Arjun saat ini. Lelaki yang sudah hampir 2 tahun lebih menjadi pasiennya.
__ADS_1
" Tadi sekretarisnya Arjun menelpon saya, katanya ayahnya yang dari Amerika itu datang. Pasti karena masalah itu yang mengakibatkan penyakit Arjun jadi kumat!" Kevin menerangkan situasi yang sedang terjadi terhadap Arjun.
" Emang sulit untuk kita bisa menolong Arjun karena di dalam hatinya sendiri dia tidak ingin sembuh dari dendam dan kebencian terhadap ayahnya sudah bertahun-tahun saya berusaha untuk menghilangkan rasa itu tetapi masih juga belum berhasil!" ucap Sonia seakan merasa putus asa dengan keadaan Arjun saat ini.
" Memang luka yang ditorehkan oleh ayahnya sangat dalam. Saya pun pasti akan merasakan sedih dan marah. Kalau saya mengalami hal yang sama. Arjun selama 20 tahun ini sudah hidup sendiri dan berhasil melaluinya. Sekarang, tiba-tiba saja ayahnya datang. Tentu Arjun merasakan kesedihan itu semakin dalam menyayat hatinya!" ucap Kevin sedih.
" Baiklah saya akan segera menuju ke kantormu pastikan nanti kau membantuku juga untuk bisa menenangkan Arjun!" kemudian panggilan pun di akhiri.
Begitu sampai di kantor, merasa heran di lobby tampak para karyawannya sedang berkumpul entah sedang membicarakan apa.
" Apa yang sedang kalian lakukan? Bukannya bekerja, malah berkumpul dan bergosip seperti ini?" tegur Kevin dengan nada keras terhadap karyawannya yang saat itu tampak ketakutan dengan kedatangannya.
" Tuan Kevin, itu, Ayahnya Tuan Arjun pingsan kami tidak tahu harus melakukan apa terhadapnya. Tuan Arjun sama sekali tidak mau menemuinya!" mendengar ucapan dari karyawannya itu Kevin seketika terkejut.
"Lalu di mana sekarang ayahnya Arjun?" tanya tanya Kevin dengan panik.
"Ada di ruangan kesehatan, Tuan! Kami bingung mau melakukan apa jadi sementara dirawat oleh dokter perusahaan!" ucap karyawan itu memberikan laporan kepada Kevin.
Kevin kemudian memberikan pesan kepada resepsionis untuk mempersilahkan Sonia segera masuk ke ruangannya Arjun untuk menolong Arjun di sana.
Sementara dirinya, sekarang pergi ke ruangan kesehatan untuk melihat keadaan ayahnya Arjun. Begitu sampai di sana Kevin melihat ayahnya Arjun masih pingsan dan belum sadarkan diri.
" Ayo kita bawa ke rumah sakit jangan sampai nanti kita melewatkan waktu terbaik untuk menyelamatkannya!" siap Arjun memberikan perintah kepada dokter yang sedang bertugas hari itu.
Kemudian tim kesehatan yang berada di ruangan kesehatan, membantu Kevin untuk membawa ayahnya Arjun ke rumah sakit.
Setelah ayahnya Arjun dibawa ke rumah sakit Kevin pun mendatangi ruangan Arjun yang saat ini sudah hancur berantakan.
Kevin mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan itu mencari keberadaan Arjun tetapi nihil tidak ditemukan di manapun.
__ADS_1
Kemudian Kevin matanya memicing ketika melihat sesosok bayangan yang berada di pojok ruangan yang saat ini sedang menelungkupkan badannya di lantai.
Kevin langsung berlari menuju ke arah Arjun yang saat ini keadaannya berantakan dan sangat mengkhawatirkan.