Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
110. seseorang dari masa lalu


__ADS_3

David hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika melihat Martha yang selalu saja mau menempel dengannya sementara Dia sedang asyik bermain dengan Stella putrinya.


"Ayo kita masuk ke dalam karena Sekarang waktu Sudah siang sudah tidak baik untukmu berjemur lagi!” David kemudian langsung menggendong setelah untuk masuk ke dalam rumah karena melihat matahari yang semakin menyorot dan tidak baik untuk seorang bayi seperti Stella bermain di luar dalam kondisi semacam itu.


"Jangan lupa untuk memberikan susu dan juga makanan tambahan untuk Stella aku harus segera berangkat ke kantor karena ada rapat penting hari ini!" ucap David kemudian dia pun langsung meninggalkan istri dan anaknya di dalam kediamannya.


"Hati-hatilah di jalan! Kalau sudah sampai kau harus menghubungiku!" ucap Martha berpesan kepada David sebelum dia berangkat ke kantornya.


" Iya kau juga jagalah Stella di rumah jangan kelayapan ke mana-mana!" ucap David sambil mengelus kepala istrinya.


Setidaknya ada kemajuan sekarang. David mau berpamitan kepadanya sebelum berangkat ke kantor.


Setelah David berada di kantor dia disibukkan dengan segala urusan pekerjaannya yang menggunung karena dia selalu fokus untuk bermain dengan Stella di rumah.


Zetelah rapat selesai David berniat untuk kembali ke rumahnya untuk bisa melihat keadaan setelah tetapi kembali sekretarisnya memberikan jadwal untuk bertemu dengan klien dari luar negeri.


"Kenapa kau memberikan jadwal begitu mendesak? Aku harus menemui putriku dulu!" ucap David sambil cemberut merasa tidak suka dengan kinerja sekretarisnya yang begitu saja mengatur jadwal hidupnya tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepadanya.


" Maafkan saya tuan karena klien ini memang sangat spesial dia ingin bertemu dengan Anda secara langsung!" ucap sekretaris dengan takutan karena melihat David yang sejak tadi mengurutkan wajahnya.


"Pokoknya lain kali kau kalau mengatur jadwalku harus konfirmasi padaku kalau aku belum menyetujuinya jangan berani-berani kau ceklis!" ucap David kemudian dia mengikuti sekretarisnya untuk kembali masuk ke dalam ruangannya.


"Klien Anda 10 menit lagi akan sampai di kantor anda ingin Saya mempersiapkan apa untuk dia?" tanya sekretarisnya David.


"Terserah kau saja! Aku tidak peduli apapun yang kau suguhkan padanya Toh aku juga tidak mengenal orang itu!" jawab David dengan Ketus sehingga membuat sekretarisnya menjadi bingung.


"Kau itu sudah menjadi sekretarisku bertahun-tahun lamanya. Masa untuk hal sepele seperti itu saja, kau masih bertanya padaku. Katakan padaku, apa Kau layak menjadi seorang sekretaris eksekutif?" ucap David sengit sambil menatap sinis kepada sekretarisnya yang sekarang menundukkan kepalanya karena merasa takut melihat amarah David yang bergelora.


"Baiklah Tuan Saya permisi! Akan saya persiapkan suguhan untuk klien anda!" ucap sekretarisnya David kemudian dia langsung meninggalkan David sendirian di ruangan itu.


"Benar-benar menyebalkan! Dia sudah menjadi sekretarisku begitu lama tetapi segala sesuatu masih harus mendapatkan arahan dariku!" ucap David merasa sangat kesal dengan kelakuan sekretarisnya yang luar biasa.

__ADS_1


"Di mana ini kliennya. Kenapa sejak tadi dia tidak datang juga? Dia benar-benar sangat mengganggu! Sudah memberikan jadwal tiba-tiba, pakai acara molor lagi!" ucap David terus menggerutu karena tidak senang harus menunggu seseorang yang tidak dia ketahui.


Tidak lama kemudian pintu kantor David ada yang mengetuk dari luar.


"Masuk saja! Aku tidak pernah mengunci ruanganku!" ucap David sambil menatap jendela yang ada di dalam ruangannya.


Pikiran David yang saat ini sedang sibuk mengembara. Dia ingin segera pulang ke rumah dan ingin bertemu dengan putrinya. sehingga dia tidak fokus dengan apa yang terjadi di kantornya saat ini.


"Selamat siang David! Bagaimana dengan kabarmu?" tanya seorang wanita tiba-tiba saja memanggil David.


Davidson tak melihat ke arah perempuan yang baru saja datang dan masuk ke dalam ruangannya.


"Kamu? Untuk apa kau datang ke tempatku? Apa sebenarnya yang kau inginkan dariku?" tanya David dengan menatap tajam kepada perempuan itu. Seorang perempuan yang pernah hadir di masa lalunya dan telah menggoreskan begitu banyak luka di dalam hatinya.


Susan masuk ke dalam ruangan David dan kemudian dia duduk di sofa yang disediakan oleh David di dalam ruangan itu.


"Lumayan juga seleramu!" ucap Susan sambil mengedarkan pandangannya ke kantor milik David.


"Kau masih saja sepi dulu berapi-api dan juga penuh dengan emosi!" ucap Susan menatap kepada David yang sedang menghafalkan kedua tangannya.


"Percayalah kalau kau seorang laki-laki tidak segan-segan aku untuk menghajarmu!" ucap David sambil meninggalkan Susan di dalam ruangannya sendiri.


Tetapi Susan terus mengikuti kemanapun David pergi.


"Please David! Aku cuma ingin bicara sebentar denganmu Kenapa kau bereaksi berlebihan seperti itu?" tanya Susan seperti tidak suka dengan kelakuan David yang tidak menghargainya sama sekali.


"Aku tidak ada minat untuk bicara denganmu. Cepat segera kau tinggalkan kantorku Susan! Sebelum aku memanggil security dan melemparkanmu ke jalanan!" ucap David sambil melotot kepada Susan yang tampak tidak senang dengan penyambutan mantan kekasihnya.


"Kalau tidak ada Qiara dalam hidup kita mungkin kau dan aku sekarang sudah menjadi suami istri!" ucap Susan dengan suara parau sehingga menghentikan langkah kaki David yang menarik Susan keluar dari ruangannya.


"Jangan berani-berani kau menyebut nama Kiara dengan mulut busukmu itu!" ucap David sambil mendorong tubuh Susan untuk menjauh darinya.

__ADS_1


"Dengarkan aku David! Aku datang ke perusahaan ini untuk menawarkan kerjasama bukan untuk bernostalgia denganmu mengenai hubungan kita yang sudah lewat begitu lama!" ucap Susan sambil berusaha untuk bisa mendekat ke arah David.


"Pergi kataku Kingford group milkkku tidak membutuhkan wanita sepertimu untuk berbisnis dengan kami!" ucap David sambil menatap tajam kepada Susan yang hanya bisa memutar bola matanya dengan malas.


"Bahkan sampai sekarang kau masih marah denganku. Apakah kau begitu membenciku karena aku sudah menggugurkan anak kita?" ucap Susan dengan berlinang air mata.


"Kejadian itu sudah sangat lama. Apakah kau tidak bisa untuk memaafkanku!" ucap Susan berusaha untuk bisa bicara secara normal dengan David.


"Pergi kataku sekarang juga atau aku akan memanggil satpam untuk menyeretmu keluar dari Kingford group!" ucap David dengan nada baritonnya. Dia tidak mau untuk memberikan kesempatan apapun kepada Susan untuk kembali masuk ke dalam hidupnya.


"Sengarkan aku David? Aku memiliki Suatu kondisi untuk menemuimu!" ucap Susan masih belum mau menyerah untuk bisa bicara dengan David.


David kemudian langsung menarik interkom yang berhubungan dengan ruang security.


"Cepat kau bawa lima orang untuk datang ke dalam ruanganku!" perintah David kepada seseorang di seberang sana.


Tidak menunggu lama. Para security tersebut pun datang dan menghadap David dengan wajah penuh keheranan.


" Ada apa Tuan David? Apakah ada sesuatu yang bisa saya bantu?" tanya kepala satpam yang saat ini sedang menundukkan kepalanya di hadapan David yang masih tampak begitu marah dengan kehadiran Susan di kantornya.


"Cepat seret perempuan ini keluar dari ruanganku dan kalian harus mengingat wajahnya. Bahw aku mem-blacklist dia untuk datang ke perusahaan ini. Kalau sampai dia masuk ke ruanganku ataupun datang ke perusahaan Kingford Group, datang untuk menemuiku. Maka kalianlah yang akan pertama kali aku pecat semuanya!" ucap David sambil menunjuk satu persatu hidung satpamnya yang saat ini gemetar ketakutan melihat emosi David yang luar biasa.


"Kau harus ingat apa yang kukatakan tadi!" ucap David kepada satpamnya.


"Ayo Nona cepat! Anda keluar dari ruangan Tuan kami jangan sampai kau memberikan masalah kepada kami semua!" ucap kepala security sambil menggiring Susan untuk meninggalkan ruangan David.


"Lepaskan tanganku! Aku masih ingin bicara dengan Tuanmu. Sungguh lancang sekali kau!" ucap Susan tetap memberontak dari cekalan kelima satpam itu yang kini melemparkannya keluar perusahaan Kingford group.


"Saya rasa nona memiliki kuping dan juga rasa malu. Anda sudah di blacklist oleh pemilik perusahaan ini. Maka pergilah jangan pernah datang ke sini lagi!" ucap kepala security sambil menatap tajam kepada Susan.


"Sungguh brengsek!" ucap Susan kemudian meninggalkan kantor itu dengan perasaan penuh amarah di hatinya.

__ADS_1


__ADS_2