Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
90. Ke Amerika


__ADS_3

Setelah mengurus semua surat-surat yang dia butuhkan. Arjun langsung terbang menuju Amerika ke tempat di mana ayahnya saat ini sedang meregang nyawa.


"Aku mengunjungimu, bukan karena aku mengaku kalah kepada kamu! Tapi aku tidak mau kalau suatu saat anakku juga tidak berbakti dan membenciku seperti yang aku lakukan saat ini kepada kamu!" ucap Arjun bermonolog kepada dirinya sendiri.


Sepanjang perjalanan Indonesia menuju ke Amerika. Arjun lebih banyak melamun dan memikirkan masa-masa dahulu ketika dia masih berbahagia bersama dengan ayahnya dan juga ibunya.


Sebelum datang seorang wanita, yang telah menghancurkan seluruh keindahan keluarga kecilnya.


Wanita yang diselamatkan oleh ibunya pada saat dia diperkosa oleh para preman. Ibunya Arjun yang baik hati.


Dia menolong perempuan itu dan juga dia membawanya ke dalam rumahnya. Memberikan status dan juga nama besar.


Tetapi siapa yang menyangka bahwa perempuan itu adalah seorang yang sangat tidak tahu diri. Dia malah menggoda ayahnya Arjun ketika ibunya Arjun sedang sakit.


Dengan mata kepala sendiri. Arjun melihat penghianatan keduanya. Sehingga membuat Arjun merasa sangat membenci ayah serta selingkuhannya itu.


Bahkan ketika ibunya meninggal, Arjun tidak mengatakan sepatah kata apapun terhadap ayahnya maupun wanita yang sedang pura-pura menangis di depan para pelayat yang menyatakan rasa bela sungkawa mereka kepada keluarga Arjun.


Setelah ayahnya resmi menikahi wanita yang telah menggodanya. Arjun sangat marah sekali dan dia langsung minggat dari rumah ayahnya. Tidak pernah sekalipun kembali ke kediaman ayahnya.


Arjun menutup mata dan telinganya tentang kehidupan ayahnya di Amerika.


Ini adalah kali pertamanya sejak arjun dulu minggat dari kediaman ayahnya. Kali ini dia kembali ke Amerika atas panggilan ayahnya.


Entah untuk apa, ayahnya memanggilnya ke sana. Tetapi yang jelas, Arjun sudah siap menghadapi semua hal yang akan terjadi di sana terhadap dirinya.


"Aku tidak takut dengan apapun yang akan mereka lakukan padaku. Aku siap untuk menghadapi mereka semua dengan segala kekuatan yang kumiliki!" ucap arjun dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


Sambil menatap jendela pesawat dan menatap awan-awan yang sedang berseliweran di sekitar pesawat yang dia tumpangi saat ini.


Perjalanan yang sangat panjang antara indonesia dan Amerika. Sehingga membuat Arjun akhirnya kelelahan dan jatuh lelap di pesawat yang dia tumpangi saat ini.


Entah berapa lama Arjun tertidur tapi yang jelas ketika dia membuka matanya waktu sudah beranjak malam.


"Tuan, tolong segera kencangkan sabuk pengaman anda kita akan segera mendarat!" ucap salah seorang pramugari mengingatkan kepada Arjun untuk memasang sabuk pengalamannya kembali.


Kemudian pesawat menukik dengan tajam. Tanda bahwa mereka sudah siap untuk mendarat di Bandara yang dituju saat ini.


Arjun turun dari pesawat dan melangkahkan kakinya untuk keluar dari bandara. Tidak disangka, sopir ayahnya sudah datang untuk menjemput Arjun.


"Selamat datang kembali tuan muda Arjun! Mari saya antar anda untuk menemui Tuan besar!" ucap supir ayahnya dengan penuh rasa takzim kepada Arjun.


Arjun melirik kepada seorang pemuda yang berdiri di samping sopir ayahnya. Pemuda itu terus menundukkan kepalanya tidak berani sama sekali mengangkat kepalanya di hadapan Arjun.


"Siapa pemuda itu?" Arjun kepada sopir ayahnya sambil melirik sekilas.


"Oh jadi kamu yang bernama Steven? Yang kata ayahku adalah anak dari hasil perselingkuhan ibumu dengan asistennya?" ucap Arjun dengan wajah sinisnya menatap kepada Steven.


Steven seketika mendongak. Dia menatap Arjun dengan lekat. Dia terkejut bagaimana bisa Arjun mengetahui berita seperti itu? Padahal dia tidak pernah menginjakkan kakinya ke Amerika. Apalagi bertemu dengan dirinya maupun dengan ibunya.


"Where you understand, About That?" punya Steven sambil menatap kepada Arjun.


"Tidak usah sok pakai bahasa Inggris! Palai bahasa Indonesia saja!" ucap Arjun dengan sinis. Kemudian dia meninggalkan Steven dan segera masuk ke dalam mobilnya.


"Segera berangkat! Kita tinggalkan saja dia! Aku tidak sudi satu mobil dengan dia!" ucap Arjun memberikan perintah kepada sopir ayahnya untuk segera meninggalkan Steven. Yang saat ini masih bengong dengan apa yang tadi dikatakan oleh Arjun.

__ADS_1


"Tapi Tuan! Saya takut dengan Nyonya Emeralda. Dia pasti nanti dia akan mengamuk kepada saya kalau saya meninggalkan anaknya!" ucap sopir tua itu ketakutan terhadap ibu tirinya Arjun.


"Kau dengarkan aku! Yang berhak menjadi Nyonya di rumah itu adalah Ibuku. Wanita pelacur itu tidak berhak kau panggil nyonya!" ucap Arjun dengan wajah yang merah berapi-api. Arjun sangat marah ketika dia mendengarkan wanita bernama Emeralda itu dipanggil Nyonya oleh sopir ayahnya.


"Maafkan saya tuan muda Arjun! Saya hanya mematuhi perintah dari Tuan besar!" ucap Sopir itu dengan penuh ketakutan.


"Kenapa kau tidak berangkat juga? Atau Aku akan pergi dari sini dan membiarkanmu tidak berhasil melaksanakan tugasmu!" ucal Arjun dengan nada tinggi. Karena dia sudah sangat kesal melihat Steven yang masih juga berdiri bengong di luar seperti orang yang kehilangan akal sehat nya.


"Eh, kamu! Anak haram! Apa kau mau pulang atau tidak? Kalau tidak kami akan meninggal kamu di sini!" Arjun memanggil Steven yang kini menatapnya dengan sendu.


Steven merasa sangat sakit dan sedih karena melihat kakaknya yang selama ini dia tunggu kehadirannya. Tampaknya sekarang begitu membencinya. Bahkan kakaknya sekarang memanggil dia dengan sebutan anak haram.


" Apakah dia begitu membenciku sampai tidak bisa bicara dengan baik padaku?" ucap Steven sangat sedih.


Walaupun Steven memiliki Ibu yang jahat dan seorang wanita penggoda. Tetapi karena dia lebih dekat dengan ayahnya Arjun sehingga hatinya lembut dan juga memiliki perangai yang baik. Tidak seperti ibunya yang jahat.


Sopir ayahnya Arjun merasa kasihan melihat Steven yang saat ini sedang menangis di pinggir jalan. Kemudian, tubuh ringkihnya itu pun keluar dari mobil dan menuntun Steven untuk masuk ke dalam mobil.


"Cih, begitu mengabdi kepada perempuan jahat itu?" ucap Arjun sambil berdecih. Tampak rasa jijik dengan sopirnya ayahnya yang sepertinya sangat ketakutan dengan wanita bernama Emeralda itu.


"Tuan Steven tidak bersalah dengan apapun yang terjadi dalam keluarga Tuan muda. Tolong jangan melampiaskan kemarahanmu kepada anak yang tidak berdosa!" ucap sopir ayahnya Arjun mencoba untuk menasehati Arjun agar jangan marah-marah terus kepada Steven.


Bagaimanapun dia tahu, bahwa Steven adalah seorang anak yang baik dan dia tidak tega ketika melihat Steven yang saat ini terus menangis dengan sedih.


"Sudahlah tuan muda Steven kau jangan menangis Tuan Arjun memang memiliki Perangai yang keras seperti itu sama seperti dengan ayahnya kau harus bersabar, Tuan muda!" ucap sopir tua itu memberikan nasehat kepada Steven.


Steven tampak tersenyum kepada sang sopir. Kemudian dia menatap Arjun dari spion yang ada di sampingnya.

__ADS_1


"Walaupun Kak Arjun tidak menganggapku sebagai adikmu dan menganggapku sebagai anak haram. Tetapi di hatiku, Kak Arjun adalah selamanya kakakku. Walaupun kita tidak pernah bertemu sebelumnya, tapi di hatiku kau tetap sebagai Kakakku!" ucap Steven dengan suara yang gemetar.


Ada perasaan sedih di hatinya. Ketika melihat penolakan dari kakak yang selama ini selalu dia tunggu-tunggu kehadirannya.


__ADS_2