
Setelah selesai membuatkan susu untuk Stella, David kemudian langsung pergi ke kamar Stella dan menggendong putrinya.
"Ayo Sayang minum dulu susunya ya? Mama sedang istirahat jangan ganggu dia ya?" ucap David dengan telaten memberikan susu tersebut kepada Stella yang tampak masih menangis.
dengan telaten David menggendong putrinya memberikan susu dan juga menghiburnya agar tidak menangis lagi.
"Berikanlah dia padaku sayang! Aku akan menyusuinya kau bisa tidur Bukankah besok kalau ada rapat penting?" tanya Stella sambil menatap kepada David yang tampaknya ragu untuk menyerahkan putrinya kepada sang istri.
"Apakah kau sudah cukup tidur? jangan sampai kau nanti kelelahan!" ucap David sambil menatap Martha.
"Aku sudah cukup tidur. Kau tidurlah istirahat Lihatlah matamu begitu hitam karena kekurangan istirahat!" ucap Martha mengulas senyum kepada suaminya kemudian dia langsung mengambil Stella dari tangan sang suami.
"Stella Kingford!" Panggil Martha untuk membuat putrinya kembali tenang.
__ADS_1
Setelah kenyang menyusu akhirnya setelah pun tertidur.
Setelah menempatkan Stella di dalam kamar bayi. Martha kemudian mendatangi suaminya yang saat ini sudah terlelap karena sangking lelahnya setelah bekerja seharian dan juga mengurus Putri mereka.
"Dia adalah definisi hot Daddy yang sesungguhnya. Dia adalah seorang laki-laki yang sangat mencintai putrinya. Walaupun aku tidak tahu apakah dia mencintaiku atau tidak!" ucap Martha sambil mengelus wajah suaminya yang saat ini sedang tertidur dengan pulas.
Martha kemudian berbaring di sebelah David dan menarik tangan David untuk menjadi bantal kepalanya dan memeluk tubuh Sang suami yang sangat dia cintai.
"Aku sangat berharap suatu saat bisa mendapatkan hatimu dan juga cintamu sehingga hidupku menjadi sempurna!" ucap Martha dengan berderai air mata ketika melihat suaminya yang sedang lelap tertidur.
Sementara itu di Indonesia Kevin dan Qiara yang sedang berbahagia karena akan memiliki anak kedua. Hasil pernikahan mereka yang kedua kali setelah perceraiannya dulu yang diakibatkan oleh perbuatan David yang mengancam Kevin untuk bercerai dengan Qiara.
"Sayang aku kan sudah bilangin kamu! Jangan bekerja keras-keras biarkan semuanya dikerjakan oleh pembantu kau cukup duduk dan menguruskan Kenzo saja!" ucap Kevin sambil menghentikan Kiara yang saat itu sedang menyapu.
__ADS_1
"Ya ampun! Ada apa denganmu? Ini hanya menyapu saja. kenapa heboh sekali sih? Aku butuh untuk bergerak agar nanti gampang untuk melahirkan kalau aku hanya tidur-tidur saja nanti akan kesulitan saat melahirkan anak ini!" ucap Qiara protes dengan perilaku posesif yang ditunjukkan oleh Kevin terhadapnya.
"Pokoknya aku tidak mengizinkan kamu untuk bekerja. Sudah cepat taruh sini aku akan menyerahkan semua pekerjaan ini kepada pembantu yang ada di rumah ini untuk apa aku menggaji mereka Kalau istriku masih harus bekerja?" kemudian langsung menarik Qiara untuk meninggalkan ruang tamu.
"Ayo kita ke kediaman Pratama saja mungkin ayah ibumu merindukan cucunya!" ajak Kevin kepada Kiara.
"Baru juga kemarin main. Sudahlah lebih baik di rumah aja istirahat Aku lelah kalau harus bolak-balik ke sana kemari!" ucap Qiara menolak keinginan Kevin.
" Ya sudah kalau begitu kita main di taman saja ya, bersama dengan Kenzo. Aku akan melatih dia untuk berenang supaya dia menjadi seorang laki-laki yang kuat!" ucap Kevin sambil menggendong putranya yang saat itu sedang bermain mobil-mobilan.
"Wah Putra Papa memang hebat!" Fuji Kevin ketika melihat Kenzo yang berhasil merakit mobilan yang dia beli untuk anaknya.
"Jangan terlalu memanjakannya dengan mainan seperti itu. Aku takut kalau dia nanti menjadi seorang anak yang hanya pintar menuntut kedua tuanya." ucap Qiara.
__ADS_1
"Tidak apa-apa permainan seperti ini membuat dia menjadi seorang yang kreatif dan juga berimigratif! Mobil-mobilan seperti ini bisa melatih kemampuan motorik dan juga kognitifnya untuk berkembang dengan baik!" ucap Kevin menerangkan kepada Qiara mengenai fungsi dari permainan yang diberikan oleh Kevin kepada putranya