Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
53. Santi menerima Arjun


__ADS_3

Setelah ciuman panas yang terjadi diantara mereka berdua, Santi dan Arjun saling menatap. Tatapan sendu mata berembun. Ya, ada gairah di sana. Menginginkan lebih dari sekedar ciuman, tetapi keduanya menahan hasrat tersebut untuk menjaga satu sama lain.


"Aku, aku mencintaimu! Apakah kau bersedia untuk menjadi kekasihku?" tanya Arjun dengan terbata-bata.


"Apa yang kau katakan?" tanya Santi gugup.


"Apa kau hanya bermain-main dengan aku?" Arjun menjauh dari Santi, lalu menatap tajam ke arahnya.


"Bagaimana mungkin? Dalam hidupku baru kali ini aku serius berhubungan dengan seorang pria!" elak Santi sambil menarik wajah Arjun mendekati dirinya.


"So, jawab pertanyaan aku tadi!" ucap Arjun mulai mode horor lagi, ah, pesona seorang Arjun yang sudah membuat Santi tidak berdaya.


"Aku akan pikirkan hal itu!" jawab Santi tersipu malu.


"Kenapa? Apa karena aku bukan bos, seperti Kevin? Kamu masih ingin mendekati Kevin?" tanya Arjun mulai jutek.


"Aih, apa yang kau katakan? Aku hanya tidak bisa memutuskan hal seperti ini dengan gegabah!" ujar Santi.


"Fix! Kamu hanya sedang bermain-main dengan aku!" Arjun langsung keluar dari mobil tersebut. Santi kemudian mengejar Arjun, dan menarik tangannya.


"Jangan kayak gitu! Ayo kita cari tempat yang tenang, untuk bicara!" Ajak Santi, Arjun masih cemberut, kesal dengan Santi yang seakan sedang mempermainkan perasaan dirinya. Sepanjang jalan, Arjun hanya diam.


"Apa kau marah kepada diriku?" tanya Santi.


"Pikir saja sendiri!" ujar Arjun ketus.


"Aku juga mencintai kamu! Hanya saja, kalau untuk menjadi kekasih kamu, kita masih harus berpikir ulang!" jawaban Santi membuat hati Arjun terluka.


"Kamu memang hanya bermain-main dengan aku!" Tiba-tiba Arjun mengerem dan keluar dari mobil. Berjalan ke arah sembarangan. Santi yang tidak tahu sekarang mereka ada di mana, menatap kepergian Arjun, masih bimbang, apa yang akan dirinya lakukan.


"Ah, pria ini benar-benar penyiksa!" Santi lalu keluar, dan mengikuti Arjun yang kini duduk di tepi pantai. Matanya tertuju ke arah pantai, syahdu dan sendu.


"Apakah kau marah? Maafkan aku!" Santi kemudian duduk di samping Arjun, menaruh kepalanya di pundak Arjun. Tetapi Arjun menghindari Santi.


"Kau marah? Kau ini, begitu saja marah!" rajut Santi, lalu tanpa perduli langsung meraih tengkuk Arjun, kembali ******* bibir pria menawan itu. Sekian lama, Arjun hanya pasrah saja, dengan apa yang dilakukan oleh Santi terhadap dirinya. Jantungnya masih belum bisa di kondisi kan, hal baru ini, dia baru kenali.


Sepanjang hidup Arjun, dirinya hanya sibuk mengurus keperluan Kevin, tidak ada waktu pribadi untuk dia pikirkan. Ya, Kevin selama ini telah menjadi poros kehidupan dirinya. Kehadiran Santi adalah sesuatu yang baru baginya.

__ADS_1


"Kau setan kecil! Hobbymu menyiksa aku!" ucap Arjun, ketika mereka selesai berciuman.


"Aku mencintai kamu! Aku sudah berhasil mengkonfirmasi semuanya!" ujar Santi dengan senyum sumringah.


"Mengkonfirmasi apa?" tanya Arjun dengan tatapan bodohnya.


"Mengkonfirmasi. Apakah kamu layak jadi kekasih aku!" ucap Santi asal saja. Dan itu membuat Arjun melotot ke arahnya, tambah kesal saja dengan wanita yang selama beberapa hari ini selalu menganggap dirinya segalanya.


"Kau hanya sedang bermain-main dengan aku! Aku tahu itu!" Arjun berkata dengan ketus.


"Aku sudah katakan! Aku serius! Kenapa kau tidak percaya?" Santi merajuk juga. Sekarang dia yang misuh misuh. Arjun malah jadi kelapakan di buatnya.


"Aih. Kau memang punya hobby menyiksa orang lain!" Arjun lalu menarik tangan Santi, dan membawanya ke dalam pelukannya. Arjun dan Santi diam sesaat.


"Katakan kepadaku, apa sekarang kau adalah kekasihku?" tanya Arjun sekali lagi. Santi hanya mengangguk saja.


"Apa?" tanya Arjun cemberut.


"Ya, Tuan Arjun prawira! Aku adalah kekasihmu! Puas?" tanya Santi sambil meraup wajah Arjun yang kini tersenyum kepada dirinya.


"Aku harap, kamu tidak bermain-main dengan aku!" Arjun masih berkata dengan ketus.


"Mulai hari ini, tempat ini akan menjadi sejarah buat kita!" ucap Santi sangat bahagia.


"Kenapa?" tanya Arjun tampak kebingungan.


"Karena di tempat ini, aku dan kamu bersatu dalam ikatan cinta!" ucap Santi lalu menatap lekat wajah kekasihnya.


"Apa kau yakin?" tanya Arjun.


"Apa kita perlu ke hotel? Jadi kamu akan yakin, bahwa aku mencintaimu!" tantang Santi. Tetapi Arjun menggeleng.


"Aku tidak akan merusak kamu! Cinta aku tidak seperti itu!" jawab Arjun lalu mereka kembali menelusuri jalan yang ada di hadapannya. Pasir putih yang sangat indah.


"Ah, lihatlah! Apa yang sudah kamu buat untuk aku!" ujar Arjun tiba-tiba memukul kepalanya sendiri.


"Ada apa?" tanya Santi keheranan.

__ADS_1


"Aku sampai lupa dengan meeting. Bodohnya aku!" Arjun lalu berdiri lagi, bersiap untuk pergi dari sana.


"Apakah, bisa? Aku memiliki seluruh waktu kamu, untuk satu hari ini?" tanya Santi takut-takut.


"Kamu akan memiliki segala yang aku miliki! Tapi sekarang, ayo kita kembali ke Jakarta!" ajak Arjun.


Tetapi Santi, tetap duduk di tepi pantai tersebut, sepertinya enggan untuk pergi dari tempat itu.


"Ayolah! Meeting itu penting untuk perusahaan kami!" ajak Arjun lagi. Santi masih diam saja.


"Aku sudah mengatakan! Aku ingin bersama kamu. Selama satu hari ini!" ucap Santi lalu menarik tangan Arjun.


"Aku harus menelpon Kevin, jangan sampai. Dia mencari aku!" ucap Arjun, lalu mengambil ponselnya.


"Arjun, apakah bisa, satu hari ini, saja! Please! Lupakan Kevin, hiduplah untuk kita berdua saja!" ucap Santi lalu memeluk Arjun yang masih bingung dengan Santi.


"Aku hanya ingin, mengingat hari ini, sebagai hari terbaik dalam hidupku! Please, pahami aku! Aku hanya minta satu hari ini saja!" Santi menapat dalam wajah Arjun.


"Tapi bagaimana dengan Kevin?" tanya Arjun bingung.


"Kalau dia butuh kamu, bukanlah dia akan menghubungi kamu?" tanya Santi. Arjun diam sesaat.


"Ah, kau Benar! Sejak tadi, Kevin tidak menghubungiku, artinya dia baik-baik saja tanpa aku!" Arjun lalu kembali duduk bersama Santi.


Mereka berdua bermain disana sampai matahari terbenam, menikmati keindahan alam yang sangat menakjubkan bagi mata.


"Ah, apakah kau tidak lapar?" tanya Arjun.


"Seharian, kita tidak makan!" Mereka berdua lalu tertawa terbahak-bahak.


"Kita kenyang makan cinta!" ledek Santi yang malah diiayakan oleh Arjun.


"Kau yang sudah membuat aku melupakan segalanya! Kau setan kecil yang berbahaya!" ucap Arjun sambil mencubit hidung Bangir milik Santi.


"Kalau aku setan kecil, apa itu artinya kamu setan besar?" tanya Santi dengan menggelitik tubuh Arjun.


"Aw, kau sudah berani main kekerasan rupanya!" Arjun lalu mengejar Santi yang berlari menghindari dirinya.

__ADS_1


"Ayo kita makan! Aku tidak mau kamu sakit!" Ajak Arjun kemudian. Mereka lalu pergi dari pantai tersebut, dan mencari restoran di sekitar situ. Makan dan kembali ke Jakarta. Hati mereka berbunga, menikmati cinta yang sedang bermekaran di hati masing-masing.


__ADS_2