
"Bagaimana dengan pekerjaanku? kau tidak bisa seenaknya begitu menculik anak orang!" sungut Qiara sebal dengan kelakuan Kevin yang amat bar-bar menurutnya.
"Arjun, tolong urus kerjaan Qiara di swalayan!" lalu dia menutup telponnya. Qiara terpana melihat tingkah polah Kevin yang sombong itu.
"Kau memang menyebalkan, awas saja kalau nanti gajiku di potong gara-gara kamu!" ancam Qiara sambil menunjukkan tinjunya.
"Aku akan menggajimu 10 x lipat gajimu di swalayan, asal kau menemaniku makan malam setiap hari!" Qiara rasa syock mendengarkan bualan Kevin yang sungguh kelewat batas menurutnya.
"Kenapa gak 100x lipat sekalian? Nanggung amat!" sungut Qiara sambil melemparkan pandangan ke jendela. Kesal hatinya harus berdebat dengan manusia ga ada akhlak bernama Kevin, yang selalu egois dan mau menang sendiri.
"Boleh, tapi kau harus mau jadi istriku!" jawab Kevin sambil menggamit dagu Qiara dan berniat mencium bibirnya lagi. Qiara langsung saja menghindar dan menjauhkan wajahnya dari Kevin.
Kejadian saat mencium Qiara dahulu di depan ruang ganti sampai sekarang masih terngiang di mata Kevin. Debar jantungnya semakin bertambah kencang apabila mengingat kejadian itu. akevin tersenyum sendiri. Qiara yang melihat itu jadi heran dan takut terjadi hal buruk pada dirinya.
Qiara langsung memukul kepala Kevin, dan menjauhkan wajahnya dari hadapannya. Dengan mata melotot Qiara melihat ke arah Kevin.
"Jangan macam-macam ya!" ancam Qiara galak.
"Ah... dasar kuda liar yang cantik!" ucap Kevin sambil memundurkan badannya, menjauh dari Qiara yang sudah siap menghajarnya.
Mereka akhirnya sampai di restoran yang sudah Arjun pesan tadi siang. Restoran yang mewah dan cantik. Qiara sangat terpesona sampai matanya berbinar, tanpa sadar dia mundur-mundur dan hampir saja menabrak seseorang yang tengah berdiri di belakang nya. Kevin meminta maaf pada orang tersebut sambil menggamit tangan Qiara dan menggenggamnya dengan erat.
"Maaf kan kekasih saya pak Andi Pratama, tadi dia tidak sengaja!" ucap Kevin sambil memeluk pinggang Qiara. Qiara tampak bingung dan mau meralat ucapan Kevin, tapi dia urungkan karena tadi dia melihat Arnold masuk juga ke restoran itu.
__ADS_1
"Oh... pak Kevin, apa kabarnya? " Pak Andi yang mengenali Kevin malah menjabat tangan Kevin dan mengenalkan pada istrinya juga "Melisa!" sambil menjabat tangan Kevin.
Saat bersalaman dengan Qiara, mata Melisa tampak berkaca-kaca, sehingga menimbulkan rasa kwatir sang suami.
"Maafkan Pak Kevin. Istri saya ini, setelah kehilangan Putri kami saat melahirkan, dia selalu sedih apabila bertemu seorang wanita yang seusia Putri kami, kalau dia hidup, pasti seusia Nak Qiara ini!" sambil menunjuk ke arah Qiara.
Qiara memeluk Melisa dan menepuk bahunya. Agak lama, karena saat Qiara akan melepaskannya tapi Melisa semakin memeluknya dengan erat. Ada rasa haru dan sedih yang bersarang dalam hatinya.
"Anakku... kamu sudah besar Nak.." ucap Melinda lirih hampir tidak terdengar orang lain sambil mengeratkan pelukannya pada Qiara. Qiara mendengar ucapan yang hanya lirih saja terdengar itu, tapi dia hanya diam saja. Dia tidak mau membuat keributan.
"Nanti akan aku selidik mengenai hal ini" bathin qiara." Ternyata dia ibuku, yang sangat lama aku rindukan!" Qiara juga memeluk Melinda dengan sangat erat, mereka sama-sama menangis. Kevin dan Pak Andi sangat heran melihat apa yang terjadi pada wanita dua generasi tersebut.
"Sayang, ayo kita pulang, jangan mengganggu kencan mereka berdua!" bujuk Pak Andi sambil memegang pundak sang istri tercinta.
Melinda selama ini hanya menerima laporan mengenai putrinya dari kepala panti tempat Qiara dibesarkan , melalui foto. Setiap hari selalu dikirimkan, oleh karena itu, Melinda langsung tahu bahwa wanita yang ada dihadapannya adalah putrinya yang sudah lama jauh darinya.
Setelah berpamitan merekapun berpisah. Kevin dan Qiara menuju meja yang telah di pesan oleh Arjun . Hati Qiara merasa hangat, setidaknya dia tahu, ada seorang ibu yang ternyata masih merindukan dirinya.
Qiara bisa merasakan cinta dan kerinduan sang ibu sangat besar, melalui pelukan yang berlangsung selama beberapa menit tadi. Pasti ada alasannya kenapa orang tua kandungnya meninggalkan dia di panti asuhan sejak dia lahir. Mereka pasti punya kesulitan tersendiri. Qiara bertekad akan menyelidiki hal tersebut.
Kevin dan Qiara makan malam dengan tenang. Karena pikirannya sibuk memikirkan tentang orang tuanya, membuat Qiara menjadi sedikit jinak. Kevin merasa senang sekali karena Qiara tidak berulah. Akan sangat merepotkan kalau kuda liar cantik itu bertingkah brutal. Bisa malu dia dibuatnya.
"Pasangan suami istri tadi siapa?" akhirnya keluar juga suara Qiara, setelah sekian lama mereka dalam hening.
__ADS_1
"Mereka adalah owner dari hotel tempat jamu kerja" Qiara sangat terkejut."Itu artinya Susan adalah sepupuku?" Bathin Qiara.
"Ceritakan tentang mereka!" pinta Qiara pada Kevin yang tampak antusias bercerita.
"Apakah mereka tidak mempunyai anak?" Qiara hati-hati sekali bertanya hal itu, kwatir Kevin curiga
"Tidak, yang aku dengar dari mamah serta berita yang beredar, saat istrinya mau melahirkan, terjadi kecelakaan besar, menewaskan lima orang, saat itu nyawa istrinya pak Andi juga hampir saja tidak tertolong, hanya saja kasihan dengan mereka. Anak mereka meninggal saat proses melahirkan. Karena pendarahan yang hebat, Bu Melinda juga harus merelakan rahimnya untuk di angkat. Karena kalau tidak , nyawanya bisa melayang!" Kevin menceritakan semua yang dia ketahui.
"Aku akan bertanya pada ibu panti, kenapa orang tuaku mengira aku sudah meninggal, padahal tadi aku dengar dengan jelas, dia mengatakan itu, bahwa aku adalah anaknya!" Bathin Qiara, hatinya masih penuh tanda tanya.
"Aku harus menyelidiki hal ini dengan jelas, kalau waktu itu ada kecelakaan hebat. artinya ada seseorang yang mencoba membunuh kami, apa mungkin, ibuku sengaja menyembunyikan aku, demi keselamatan diriku?" tebak Qiara lagi dalam hatinya.
Kevin yang kebingungan merasa aneh dengan sikap Qiara yang sedari tadi lebih banayk melamun daripada berbincang dengannya.
"Sayang, kamu gak apa-apa kan? Ada masalah apa? cerita sama aku, biar aku bisa bantu kamu" Kevin mengusap telapak tangan Qiara yang dia letakan di atas meja.
"Sayang, sayang, kepalamu peyang! Jangan coba-coba cari kesempatan dalam kesempitan!" hardik Qiara sambil melotot melihat Kevin.
Kevin merasa senang karena wanita pujaan hatinya telah kembali ke habitat aslinya. Kuda liarnya yang cantik yang sangat menggemaskan baginya.
Tadi Kevin sungguh ketakutan melihat Qiara yang hanya terdiam dan melamun terus, kwatir kalau kesambet setan gedung ini, biasanya kalau gedung kan suka ada penghuninya gitu, jadi Kevin kwatir tadi.
Melihat Qiara sudah mulai normal, Kevin jadi bahagia sekali. "Kenapa kau senyum-senyum persis kaya kuda bego?" tanya Qiara heran.
__ADS_1
"Tidak apa-apa sayang, aku seneng kalau kamu udah balik normal lagi!" demi mendengar ucapan Kevin, Qiara bangkit dari duduknya dan hendak menjitak kepala Kevin. Tapi dia urungkan karena dari jauh Qiara melihat ada ibu-ibu paruh baya yang datang ke arah mereka dengan wajah garang dan menakutkan. Qiara bergidik ngeri.