
Arjun mendekati Emeralda yang saat ini sedang menangis.
" Ada apa denganmu Kenapa kau menangis sedih seperti itu di tengah malam begini?" tanya ayahnya Arjun yang masih pucat wajahnya.
Seharusnya ayahnya Arjun itu masih berada di rumah sakit tetapi dia bandel dan dia ingin menyambut Arjun di rumahnya dia tidak mau kalau Arjun melihatnya dalam keadaan lemah.
"Katakan padaku! Apakah kau mengetahui bahwa Stevan bukan anakmu?" tanya Emeralda sambil terisak.
"Aku sudah mengetahuinya sejak lama. Tapi aku tidak mau menyakiti hatimu. Oleh karena itu aku tetap diam!" ucap ayahnya Arjun sambil duduk di atas ranjang.
"Hendra! Kau sungguh laki-laki yang sangat menakutkan! Jadi selama ini kau hanya berpura-pura baik pada kami?" tanya ibunya Steven sambil menatap nyalang kepada Hendra, ayahnya Arjun.
Ayahnya Arjun tertawa terbahak-bahak. Ketika mendengarkan pernyataan dari Emeralda yang mengatakan bahwa dia adalah pria yang menakutkan.
"Kau sungguh lucu Emeralda! Di sini aku adalah korbannya. Karena kau dan selingkuhan kamu itu. Bertahun lamanya telah menipuku. Selama beberapa tahun ini, tetapi aku tetap membiarkanmu dan juga anakmu dan Andrew. Untuk menikmati semua kemewahan di rumah ini dan menikmati nama Nyonya Prawira. Kurang baik apa aku padamu?" ucap Hendra sambil tertawa sinis melihat Emeralda yang saat ini menangis di hadapannya.
"Jangan bilang padaku! Kalau kau pun tahu apa yang kau lakukan di perusahaan!" tanya Emeralda dengan wajah penuh ketakutan.
"Aku mengetahui semua hal tentang kamu dan juga Andrew. Aku mengetahui segalanya tentang Kalian bertiga. Tentang niatmu untuk melakukan blokade terhadap perusahaanku. Aku mengetahui semuanya, tetapi aku diam, karena aku tidak mau merusak Rencanaku sendiri!" ucap Hendra kemudian dia memejamkan matanya.
"Jadi kamu yang telah membeli semua saham-saham yang kumiliki?" tanya Emeralda sambil memegang lengan Hendra.
"Saham itu awalnya memang adalah milikku. Kau yang sudah mencurinya dariku. Kau seharusnya merasa bersyukur, karena mendapatkan uang dari sana dan bisa bersenang-senang dengan selingkuhanmu!" ucap Hendra kemudian dia menutup matanya.
__ADS_1
Emeralda hendak mengangkat bantal timggi-tinggi. Dia berniat untuk membunuh Hendra saat ini. Tetapi dia urungkan karena mendengarkan apa yang dikatakan oleh suaminya saat ini.
"Kau jangan coba-coba untuk membunuhku! Karena hal itu tidakkah memberikan manfaat apapun padamu. Selain kau yang akan masuk penjara! Dan kekasihmu yang akan menikmati semua hasil pencurianmu dari rumahku, bersama selingkuhan dia! Kau sungguh wanita yang sangat kasihan Emeralda!" ucap Hendra kemudian dia mematikan lampu tidur yang ada di sampingnya.
"Apa maksud perkataanmu? Tolong jelaskan Hendra aku tidak mengerti!" tanya ibunya Steven terus mengejar penjelasan dari suaminya yang tampaknya sudah malas melayaninya untuk berbicara.
Tanpa banyak kata, ayahnya Arjun kemudian mengambil sebuah remote dan menyalakan layar besar yang ada di dalam kamarnya.
Emeralda matanya melotot sempurna. Ketika melihat apa yang ada di dalam layar besar itu. Di sana, Andrew sedang bermain dan bercinta dengan seorang wanita yang dia ketahui adalah sahabatnya sendiri.
"Andrew dan Pricilla?" pekik Emeralda seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Nasibmu sunggub kasihan Emeralda! Kau menghianatiku demi laki-laki b******* itu. Yang hanya memanfaatkanmu untuk mendapatkan kekayaan dari tanganku. Dan dia menggunakan uangmu untuk bersenang-senang dengan selingkuhannya, sahabatmu sendiri! sungguh, tidak ada nasib yang lebih malang, selain nasibmu Emeralda!" ucap Hendra kemudian dia membiarkan Emerald untuk melihat adegan lengkap yang ada di dalam CCTV itu.
"Para pengkhianat macam kalian memang layak hidup semacam itu!" ucap Hendra melirik sekilas kepada istrinya. Yang saat ini sedang marah-marah ketika mengetahui selingkuhannya ternyata punya selingkuhan lagi dan itu adalah sahabatnya sendiri.
"Kenapa kau membiarkan Kami tetap berada di sekitarmu padahal kau tahu bahwa kami merencanakan sesuatu yang jahat padamu?" tanya Emeralda terheran, seakan tidak mengerti dengan apa yang sedang direncanakan oleh suaminya.
" Aku hanya tidak ingin menjadi buruk seperti kalian yang membalas kebaikan dengan sampah! Anakmu masih lebih baik dan Dia masih menggunakan otaknya. Tidak seperti kamu dan juga selingkuhan mu!" Hendra melirik kepada Emeralda yang masih penasaran tentang perasaan Hendra saat ini.
"Aku masih akan memberikan bagian dari warisanku untuk Steven Mengingat Dia adalah seorang yang baik hati dan dia tidak pernah mengikuti kejahatanmu!" ucap Hendra semoga membuat Emeralda terperanjat kaget mendengarkan pernyataan itu.
"Apakah benar kau akan tetap memberikan bagian warisan untuk Steven di dalam perusahaanmu?" Emeralda mencoba untuk mengkonfirmasi yang dikatakan oleh suaminya.
__ADS_1
"Tentu saja! Walaupun Steven bukan anak biologisku. Tetapi dia tetaplah anak yang aku rawat sejak kecil. Aku yang memberikan dia kasih dan sayang dan dia pun menyayangiku. Tentu saja aku akan memberikan bagiannya Aku tidak akan menganiaya dia!" ucap Hendra dengan penuh keyakinan.
"Setidaknya, masih ada yang ku syukuri dari Steven. Dia tidak mewarisi sifat buruk kalian berdua. Steven berarti lembut dan dia menghargaiku sebagai ayahnya!" ucap Hendra lalu memutuskan untuk tidur.
"Tidurlah! Karena besok aku akan mengadakan rapat penting aku harus bangun pagi-pagi!" ucap Ayahnya Arjun.
Emeralda tidak berani lagi untuk mengajak bicara suaminya. Tetapi dia langsung keluar dari kamar itu. Dia berniat untuk mendatangi Andrew dan juga Priscillia. Dia ingin menangkap sendiri apa yang sedang dilakukan oleh mereka berdua.
Emeralda mengenal tempatnya, tempat yang saat ini sedang digunakan oleh mereka berdua. Itu adalah apartemen yang diberikan oleh Emeralda kepada Andrew, kekasih gelapnya. Ayahnya Steven.
Perasaan geram Emeralda menuju pada apartemen di mana saat ini Andre dan Priscillia sedang mantap-mantap.
Emeralda langsung masuk ke dalam apartemen itu. Karena dia tahu kata sandi untuk membuka pintunya.
Dengan perlahan dan hati yang sangat berdebar-debar. Emeralda membuka kamar di mana mereka berdua masih asik bercinta.
"Kapan kamu akan meninggalkan Emeralda? Aku sudah tidak sabar untuk menikah dengan kamu, sayang!" ucap Pricillia sambil bermain-main dengan andrew di ranjang itu.
"Sabarlah, Sayang! Sebentar lagi rencana kami akan berhasil. Setelah aku mendapatkan semua kekayaan milik Hendra. Aku pasti akan menendang dia dalam hidup kamu!" ucap Andrew sambil mencium bibir Priscillia.
Hati Emeralda sangat mendidih mendengar semua percakapan mereka berdua.
"Dasar kalian manusia-manusia kurang ajar! Manusia yang tidak tahu diri! Begini ternyata kelakuan kalian di belakangku!" Emeralda langsung melemparkan segala barang yang ada di dalam kamar itu kepada mereka berdua.
__ADS_1
Andrew dan Priscillia yang melihat kedatangan Emeralda di ruangan itu pun, mereka terkejut dan mereka langsung mengehentikan aktifitas mereka berdua.