Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
40. Kevin di culik


__ADS_3

Kevin membuka matanya, saat di sadarinya seseorang membawanya keluar dari rumah sakit. Kevin masih lemas, tapi dia bisa melihat dengan jelas mata orang yang membawanya, walaupun pakai masker wajahnya. Kevin yang masih lemas, karena efek bius yang tadi di suntikkan ke nadi Kevin, membuat Kevin tidak bisa melakukan apapun. Ketika dirinya di naikkan ke dalam ambulans dan dibawa keluar dari rumah sakit, Kevin sudah sadar kalau dirinya dalam bahaya.


"Si.. siapa kamu?" tanya Kevin dengan suara lemah. David hanya tersenyum sinis di balik masker yang dia gunakan.


"Sebentar lagi kamu akan bertemu dengan malaikat pencabut nyawa!" ucap David dengan seringai liciknya.


"Apa salahku? Sehingga kau lakukan hal ini kepadaku?" tanya Kevin semakin lemas.


"Salah kamu, kenapa kamu harus datang ke negara ini? Seharusnya kamu diam anteng di Indonesia, kenapa kamu malah merusak hariku dengan datang ke sih, huh?" David mencengkram pelipis Kevin hingga meringis kesakitan.


"Apa aku punya salah sama kamu? Perasaan aku selama di sini tidak pernah menyinggung atau bertemu dengan kamu. Siapa sebenarnya kamu? Mau apa kamu menculikku dan asistenku?"


"Kesalahan kamu adalah karena Qiara terlalu mencintai kamu, walaupun kamu sudah menyakiti dia, tapi dia gak mau melepaskan kamu!" ucap David dengan amarah yang memuncak.


"Mark! Masukan mereka berdua ke dalam ruangan bawah tanah! Jangan berikan mereka makan, kalau mereka masih menolak untuk kita pulangkan ke Indonesia!" perintah David lalu pergi meninggalkan Kevin dan Farel bersama anak buahnya yang tampak sangat dan garang.


"Tuan Kevin, apa kau baik-baik saja?" tanya Arjun tertatih-tatih, suaranya lemas karena belum pulih.


"Aku baik-baik saja, jangan khawatir tentang aku! Bagaimana dengan kamu? Aku dengar suaramu serak sekali!" ucap Kevin berusaha melihat keadaan asistennya.


Suasana dalam ruangan bawah tanah itu sungguh gelap, hanya ada sedikit pencahayaan dari lobang ventilasi. Mata Kevin masih terasa berat, tampaknya efek bius tadi masih belum hilang 100%, Arjun menatap kondisi Kevin yang wajahnya bengkak semua. Kepala Kevin bahkan di sangga oleh penyangga.

__ADS_1


Keadaan dirinya masih lebih baik. Para penyerang itu sungguh sadir dan kurang ajar. Kaki Kevin bahkan banyak memar karena ditendang terus menerus, Untung saja tidak patah.


"Siapa yang sangat jahat sama kita, Tuan? Setahu saya, kita tidak memiliki musuh, apa Tuan tahu siapa laki-laki tadi? Kenapa dia tahu soal Nyonya Qiara?" banyak pertanyaan dalam hatinya.


"Sudah sakit begini, kau masih cerewet juga, Arjun! Aku sampai bingung mau menjawab apa!" kekeh Kevin, merasa lucu dengan Arjun.


"Tuan tampaknya baik-baik saja, tuh buktinya bisa meledak saya!" cicit Arjun yang merasa kesakitan.


"Kita istirahat! Besok kita cari cara untuk keluar dari sini!" usul Kevin yang langsung di setujui oleh Arjun. Arjun memang sangat lelah, pertarungan saat itu telah menguras energi yang cukup banyak. Badannya semuanya sakit dan lemes.


"Tuan, tadi laki-laki itu bilang, kita disuruh pulang ke Indonesia, apakah dia itu saingan bisnis kita? Mungkin dia tidak suka dengan prywk baru kita. Makanya melakukan hal ini kepada kita?" tanya Arjun masih juga penasaran.


Tampaknya David merasa cemburu dengan dirinya, sehingga melampiaskan kemarahan dengan menyiksa dirinya dan juga Arjun.


"Apa tuan akan menuruti kemauan pria gila itu?" tanya Arjun mulai khawatir.


"Ya, kita harus keluar dengan selamat, masalah lainnya bisa nanti kita pikirkan. Jangan khawatir, aku pasti akan mencari keberadaan Qiara. Aku tidak akan pernah menyerah untuk menemukan istri dan anakku!" ucap Kevin menggebu.


"Kalau saja dulu Tuan langsung menikah secara sah menurut agama dan negara, Nyonya tidak akan mengamuk begini. Entah apakah beliau masih berstatus istri Anda atau bukan. Bisa saja pria tadi adalah suami baru Nyonya Qiara." demi mendengar ucapan Arjun, Kevin sampai gemetar.


"Jangan sembarangan! Tidak mungkin Qiara menikah dengan pria keji itu! Qiara gadis yang baik! Pasti dia tidak akan sembarangan menerima pria untuk menjadi suaminya!" Kevin sangat marah walaupun itu hanya kemungkinan saja.

__ADS_1


Hati Kevin sungguh cemburu. Cintanya untuk Qiara, membuat dia rela kehilangan semua haknya dalam keluarga Atmajaya.


Kini bisnisnya telah semakin berkembang. berapa kali ayahnya menghubungi agar kembali ke Atmajaya Group, tapi Kevin selalu menolak.


Sementara itu, di manstion Qiara


Qiara tadi siang pergi ke rumah sakit tempat di mana kevindi rawat, tapi Qiara mendapatkan kenyataan, bahwa Kevin tidak ada disana.


"Tuan Kevin menghilang tadi malam, semua CCTV rumah sakit mati! Tidak ada bukti menghilang nya Tuan Kevin dari rumah sakit." suster yang berjaga memberikan informasi.


"Sungguh bikin cemas, dimana Kevin sama Arjun saat ini?" tanya Qiara. Sementara itu, David yang sedang mengawasi Qiara di kantornya tampak sangat geram, David baru saja menerima laporan dari anak buah yang dia perintahkan untuk menjaga Qiara, bahwa tadi siang Qiara pergi ke rumah sakit dimana Kevin di rawat.


"Apakah aku perlu membunuh suami kamu?" tanya David kepadanya dirinya sendiri.


Rasa cinta yang terlalu besar, membuat David jadi terobsesi dengan Qiara. Cintanya telah merubah David yang selama ini menentang kejahatan malah kini menjadi pelaku kejahatan.


David juga menyuruh anak buahnya untuk mengacaukan semua proyek Kevin di Meksiko. Semua klien yang di datangi Kevin, di ancam oleh anak buah David. Supaya menarik investasi mereka. Kevin sungguh di buat rugi dari segala sisi oleh David. David telah gelap mata dalam kecemburuan dan patah hati karena di tolak oleh Qiara. Qiara yang sampai saat ini masih perduli dengan Kevin, membuat hati David rasanya sakit dan terluka.


"Kalau aku tidak bisa memilikimu, orang lain juga tidak akan pernah memiliki kamu! Biarlah aku selamanya ada di sisimu sebagai sahabat, tidak masalah, asalkan aku bisa bersama kamu, Qi!" tiba-tiba mata David berkaca-kaca, rasa sakit karena cinta sepihak sungguh telah membuat David jadi gelap mata.


David selama ini selalu menahan diri untuk berbuat jahat, walaupun jabatan dirinya seorang ketua mafia di Meksiko, tetapi David tidak pernah mengurus langsung urusan organisasi. Semua itu di urus oleh orang kepercayaan sang Grandfa, Mark! Pria asli Meksiko yang sudah malang melintang di dunia permafiaan selama puluhan tahun lamanya

__ADS_1


__ADS_2