
David yang saat ini sedang berhadapan dengan Martha yang baru saja pulang dari rumah sakit setelah dia melahirkan.
"Bagaimana dengan keadaanmu? Apakah kau baik-baik saja?" tanya David sambil memegang kening Marta.
"Aku baik-baik saja kau bawalah Putri kita!" ucap Martha sambil melangkah perlahan ke rumah mereka.
David tampak berbahagia karena melihat putrinya yang begitu cantik sekali kini sedang tersenyum kepadanya.
"Senyumnya seperti kamu!" ucap David mengatakan itu kepada Martha.
"Dia putriku tentu saja kau mirip denganku kalau mirip dengan orang lain tentu akan mengatakannya bahwa dia bukan putriku!" ucap Martha menjawab perkataan David.
"Terima kasih karena kau sudah memberikan dia padaku!" ucap David sambil mencium kening Marta yang seketika berderai air matanya karena rasa haru.
"Seandainya aku bisa memiliki hatimu 100%, aku pasti akan sangat bahagia!" ucap martha.
"Kau merasa kekurangan apa? Kenapa kau masih juga belum bersyukur? Bukankah selama ini aku tidak pernah mengkhianati hatimu?" tanya David berusaha untuk menghibur hati Martha yang tampaknya sudah sedih.
"Apakah di hatimu masih ada Qiara?" tanya Martha sambil menatap tajam kepada David.
"Tolong kau jangan memulai pertengkaran denganku!" ucap david kesal, kemudian dia meninggalkan Martha sendirian di kamarnya bersama dengan bayi mereka.
Sementara itu David yang sekarang berada di ruang kerjanya. Sedang mempelajari laporan yang diberikan oleh anak buahnya yang berada indonesia.
"Jadi mereka sudah mempunyai anak lagi?" tanya dmDavid sambil melemparkan file-file yang tadi diberikan oleh detektifnya mengenai Qiara dan Kevin.
"Percayalah Qiara suatu saat aku pasti akan mendapatkanmu dan merebutmu kembali dari Kevin!" ucap David sambil mengepalkan tangannya karena merasa sangat jengkel bahwa sekarang Qiara sedang hamil lagi anak Kevin.
Hati David tidak terima wanita yang dia cintai kembali melahirkan anak bagi laki-laki yang dia benci selama ini.
__ADS_1
Sangat lama David berdiam diri di dalam ruang kerjanya. Tampak David sedang membaringkan tubuhnya di sofa yang ada di sana dan tampak terlelap dalam tidurnya.
David tidak mengetahui tentang kedatangan Martha ke ruang kerjaannya.
"Ternyata sampai saat ini kau masih belum juga melepaskan tentang Qiara! Kau bahkan masih mengawasi kehidupan mereka hingga saat ini. Apakah diriku tidak pernah berarti sedikitpun untukmu?" tanya Martha sambil mengelus pipi David yang saat ini sedang terlelap dalam tidurnya.
"Aku sangat mencintaimu dan aku rela kehilangan apapun demi kamu tetapi kenapa sampai saat ini aku belum bisa menggantikan posisi Qiara di hatimu?" ucap Martha dengan berderai air mata.
Ketika Martha melihat David yang mulai menggeliatkan tubuhnya. Dia pun langsung meninggalkan David seorang diri dan menuju ke kamarnya.
Di dalam kamar tampak Marta yang sedang menangis terisak merasa sedih dengan nasibnya yang tidak dicintai oleh sang suami.
"Kau harus bersabar menghadapi David. Tidak mudah bagi David untuk bisa melupakan Qiara yang selama ini sangat Dia cintai. Bersabarlah Martha. Suatu saat kau pasti akan memetik buah kesabaran tersebut!" pesan Grandfa kepada Martha sebelum dia menghembuskan nafasnya yang terakhir kini terngiang di telinga Martha sehingga membuatnya kembali kuat dan tegar dalam menghadapi David yang masih belum bisa move on setelah ditinggalkan oleh Qiara yang kembali kepada mantan suaminya
"Benar kata grandfa bawa aku harus bersabar menghadapi David. Memang tidak mudah untuk melupakan orang yang benar-benar kita cintai!" akhirnya dengan kekuatan itu Martha kemudian masuk ke ruangan kerja David dan memintanya untuk pindah ke kamar mereka.
"Aku mengantuk! Aku akan tidur di sini. Kau kembalilah ke kamar dan temani anak kita!" ucap David tanpa membuka kelopak matanya.
"Tapi anak kita kini sedang menangis mencari daddynya!" ucap Martha berusaha untuk membuat David mau mengikuti keinginannya.
Mendengarkan apa yang dikatakan oleh Martha. David pun akhirnya membuka kelopak matanya. Lalu dengan malas dia bangkit dan pergi menuju kamar mereka berdua yang jaraknya tidak terlalu jauh.
Martha menggamit lengan David dan menggenggamnya dengan erat. Sehingga membuat David merasa heran dengan kelakuan Martha yang tiba-tiba romantis terhadap dirinya.
"Ada apa denganmu? Kenapa kau seperti ini?" tanya David terheran-heran kepada Martha.
"Tidak apa-apa! Aku hanya sedang ingin menggenggam tanganmu. Apakah tidak boleh sayang?" tanya Marta pelan sambil tersenyum kepada David.
"Ya tidak apa-apa. Kau kan memang istriku. Kau berhak segalanya atas diriku!" ucap David sambil tersenyum kepada Martha.
__ADS_1
Martha merasa bahagia ketika melihat senyum suaminya yang begitu damai dan menentramkan.
'Biarlah kau berikan hatimu untuk wanita yang tidak mungkin bisa kau miliki. Tapi yang penting, segala yang ada dalam dirimu adalah hakku. Seperti yang kau katakan!' batin Marta sambil memeluk David dengan erat.
"Kau sangat aneh malam ini. Kenapa seperti itu? Apakah terjadi sesuatu denganmu? Katakanlah padaku siapa tahu aku dapat membantumu!" ucap David kepada Martha yang saat ini sedang menatapnya dengan lekat dan intens.
"Cukup kau berikan hatimu untuk mencintaiku dan memberikan seluruh hidupmu untuk bersamaku!" ucap Martha sambil berjalan menuju kamar mereka.
"Kata-katamu semakin hari semakin membuat aku bingung saja!" ucap David.
"TIdak apa-apa mungkin ini karena setelah aku mengalami proses melahirkan yang begitu rumit! Jadi saat ini aku ingin sekali dimanja olehmu, oleh suamiku!" ucap Martha sambil tersenyum.
David hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Marta yang menurutnya aneh dan tidak seperti biasanya.
' Apakah ini yang disebut dengan sindrom melahirkan sehingga membuat dia menjadi selalu ingin menempel kepadaku?' batin David sambil melirik sekilas kepada istrinya.
Begitu mereka sampai di dalam kamar David mendapatkan putrinya yang sedang menangis.
"Oh sayangnya Papa kau mencari papa?" tanya David sambil menggendong putrinya dan menciumnya dengan penuh cinta dan kasih yang dia rasakan terhadap putrinya yang begitu cantik seperti seorang putri.
"Kau Istirahatlah! Biarkan anak kita aku yang akan menjaganya malam ini!" ucap David memerintahkan kepada Martha untuk beristirahat.
David sangat tahu bahwa istrinya telah melewati perjuangan antara hidup dan mati untuk melahirkan putrinya yang saat ini ada dalam pelukannya.
Martha tersenyum mendengarkan perhatian dari suaminya yang bersedia untuk menjaga anak mereka dan menyuruhnya untuk tidur.
'Mungkin benar kata Grandfa bawa aku hanya butuh untuk bersabar dan membiarkan David berdamai dengan hatinya yang belum move on terhadap Qiara!' batin Martha sambil terus menatap David yang sedang bermain dengan Putri mereka yang baru keluar dari rumah sakit.
David tampak sangat bahagia sekali berinteraksi dengan putrinya sehingga dia tidak merasakan kantuk lagi.
__ADS_1