Apa Kabar Sayang

Apa Kabar Sayang
83. Ayahnya Arjun Datang


__ADS_3

Mari kita tinggalkan sejenak David dan Martha, yang sedang berusaha dan berjuang untuk mendapatkan cinta di dalam rumah tangga mereka.


Mari kita tengok kehidupan Kevin dan Qiara yang kini sedang berbahagia karena sudah mempersiapkan pernikahan mereka kembali.


"Qiara, kamu gak usah angkat-angkat yang berat-berat! Sudah kamu di kamar saja!" ibunya Qiara memperingatkan Qiara untuk tidak ikut sibuk dalam mempersiapkan pernikahannya bersama Kevin.


"Tidak apa-apa Mah, ini karenanya pekerjaan kecil tidak akan membuat saya lelah!" ucap Qiara sambil tersenyum kepada ibunya.


"Kamu itu selalu kebiasaan, kalau dibilangin ngeyel terus!" ibunya kemudian meninggalkan Qiara, membantu para pekerjanya yang kini sedang sibuk merias ruang tamunya.


Qiara dan Kevin minta untuk melaksanakan pernikahan mereka di rumah pribadi keluarga Pratama. Agar terkesan sakral.


Mengingat pernikahan mereka yang pertama, hanya dilaksanakan secara siri.


"Wah, kamu pasti bahagia ya, karena kalian akan menikah kembali!" tiba-tiba suara Arjun mengagetkan Qiara.


"Kamu hampir saja membuatku jantungan!" ucap Qiara sambil melihat kepada Arjun.


Arjun hanya tersenyum, ketika melihat Qiara yang tampaknya tidak suka karena tadi dia mengagetkannya.


" Mau apa kamu di sini bukannya membantu atasanmu mempersiapkan pernikahannya?" tanya Qiara dengan Ketus.


Arjun hanya tertawa.


"Aku kemari karena mengantarkan hantaran pernikahan untukmu!" lalu Arjun menunjuk ke beberapa barang-barang yang kini tergeletak di lantai ruang tamu keluarga Pratama.


Qiara sampai telonjak kaget melihat begitu banyaknya barang-barang yang mahal dan sangat cantik sesuai dengan seleranya.


" Ya ampun, apa Kalian mau memindahkan toko ke rumahku!" ucap Qiara seperti yang tidak percaya dengan kegilaan yang dilakukan oleh Kevin saat ini.


"Terima saja! Kevin merasa menyesal karena dulu waktu pertama kali menikah denganmu, tidak memberikan apapun padamu. Dia ingin menebus semua waktu yang telah hilang di antara kalian!" ucap Arjun.


Mata Qiara berkaca-kaca, merasa terharu dengan ketulusan yang ditunjukkan oleh Kevin dalam menyikapi pernikahan mereka berdua yang kembali akan dilaksanakan dalam waktu 2 hari lagi.

__ADS_1


"Sampaikan ucapan terima kasih kepada Kevin!" ucap Qiara.


"Baiklah! Ya sudah aku pulang dulu ya!" kemudian meninggalkan kediaman Pratama.


Di tengah jalan, tiba-tiba saja mobil Arjun dihadang oleh mobil Santi.


Arjun mengerutkan keningnya, merasa tidak suka melihat Santi yang menghalangi perjalanannya kembali ke kantor.


"Mau apa lagi Santi?" Arjun kemudian turun dari mobilnya dan menghampiri mobil Santi yang kini menghadang jalannya untuk melanjutkan perjalananny ke kantor.


" Apa maksudmu melakukan hal seperti ini?" tanya Arjun dengan suara yang dingin.


Santi kemudian turun dari mobilnya dan langsung mencium bibir Arjun, Arjun sangat terkejut dengan kelakuan Santi itu dan mendorong tubuhnya hingga terjatuh.


Santi bahkan sampai meringis karena menahan kesakitan tubuhnya yang jatuh ke atas aspal.


Karena merasa kasihan, Arjun pun kemudian mengangkat tubuh Santi dan mendudukannya di mobilnya. Ketika Arjun hendak pergi Santi malah menarik tangan Arjuna ke dalam pelukannya.


"Lepaskan! Kau masih juga belum berubah!" teriak Arjun sehingga membuat Santi malah terkekeh karena merasa lucu dengan ekspresi Arjun saat ini.


"Kau benar-benar perempuan yang tidak tahu malu. Bagaimana mungkin mengatakan hal seperti itu?" kemudian masuk ke mobilnya dan meninggalkan Santi seorang diri di sana.


Hati Arjun saat ini sangat kesal sekali dengan kelakuan Santi yang selalu mengganggunya setiap hari.


"Dasar wanita aneh!" ucap Arjun terus menggerutu di sepanjang perjalanan ke kantor.


Kevin yang sedang sibuk mempersiapkan pernikahannya sehingga mempercayakan keperluan kantor kepada Arjun. Dengan status Arjun sebagai asisten pribadi dari Kevin.


" Pak Arjun ada seseorang yang menunggu Anda di rumah anda!" tiba-tiba sekretaris Arjun muncul di hadapanmu.


"Siapa?" tanya Arjun bingung.


"Saya nggak tahu Tuan, dia tidak mau memberitahukan namanya!" kemudian sekretaris itu meninggalkan Arjun dalam kebingungan.

__ADS_1


" Apa kau cerobos sekali mengizinkan orang asing untuk masuk ke dalam ruanganku?" teriak Arjun kepada sekretarisnya.


" Jangan kau ulangi lagi!" kemudian masuk ke dalam ruangannya dan melihat seorang yang sangat ingin dia hindari selama hidupnya. Yaitu ayah kandungnya!


"Halo anakku, Apa kabarmu? Lama kita tidak bertemu!" ucap laki-laki yang ternyata adalah Ayah kandungnya Arjun.


" Siapa yang anakmu, huh? Cepat kau keluar dari ruanganku dan jangan pernah kembali lagi kemari!" Arjun kemudian menghubungi security memintanya untuk mengusir ayahnya sendiri.


" Pak Segera datang ke ruanganku ada penjahat di sini!" ucap Arjun langsung menutup panggilannya.


" Apakah kamu sebenci itu dengan ayah sehingga tidak ingin bertemu dengan ayahmu barang sebentar pun?" tanya ayahnya Arjun dengan mata yang berkaca-kaca.


" Aku seorang anak yatim piatu dan aku tidak mempunyai ayah. Siapa Anda, huh? Laki-laki asing yang ngaku-ngaku sebagai ayah saya. Silakan pergi dan jangan pernah kembali lagi dalam kehidupan saya!" ucap Arjun dengan mata melotot menatap ayahnya.


"Ayah mempunyai penyakit kanker dan usia Ayah hanya tinggal kurang lebih 2 bulan lagi!" tiba ayahnya Arjun mengatakan hal yang sangat mengejutkan.


"Aku tidak peduli sama sekali. Silahkan Anda pergi dari sini!" ucap Arjun dengan emosi yang kini mulai meninggi.


" Ayah membutuhkanmu untuk memegang tampuk kepemimpinan dalam perusahaan Prawira group. Ayah tidak bisa untuk mempercayakan perusahaan kepada orang lain yang bukan dari daging ayah!" ucap ayahnya Arjun dengan berderai air mata.


"Kau berikan saja perusahaanmu itu pada anak perempuan itu. Karena Aku sama sekali tidak tertarik untuk mengelolanya!" ucap Arjun tidak mau melihat wajah ayahnya sama sekali. Tampak ada kemarahan yang begitu jelas di wajah Arjun saat ini.


"Kenapa kau belum juga bisa memaafkan kesalahan ayah yang sudah begitu lama Arjun?" ucap ayahnya dengan suara bergetar.


"Kau berikan saja perusahaanmu kepada anak perempuan itu dan segala tinggalkan tempat ini!" usir Arjun kembali.


"Dia bukan anak kandung ayah. Ibu tirimu berselingkuh di belakang ayah dan memiliki anak itu!" bukannya merasa prihatin, Arjun malah tertawa terbahak-bahak, melihat nasib buruk ayahnya yang telah ditipu oleh istrinya sendiri.


"Itulah Karma bagi seorang penghianat macam kau! Sekarang kau tahu rasanya? Maka kau Nikmatilah itu!" sengit Arjun sambil melotot ke mata ayahnya.


"Dahulu ketika kau berselingkuh, hampir setiap malam Ibuku menangis karenamu. Ibuku merintih dan menjerit. Bagaimana perasaan dikhianati?" begitu Arjun melihat security masuk ke ruangannya dia pun langsung menyuruh untuk menyeret ayahnya sehingga keluar dari ruangannya.


"Pastikan kalau orang ini datang lagi ke sini, langsung kalian usir! Atau kalian akan langsung saya pecat dari perusahaan ini!" ucap Arjun memberikan ultimatum kepada security perusahaan.

__ADS_1


"Baik Tuan akan kami laksanakan perintah anda!" kemudian security itu pun membawa ayahnya Arjun yang kini menangis tersedu-sedu, karena merasa sedih diusir oleh anaknya sendiri.


Saat security itu hendak mendorong tubuh ayahnya Arjun tiba-tiba saja ayahnya Arjun pingsan seketika sehingga membuat orang yang ada di lobi perusahaan akhirnya heboh dibuatnya.


__ADS_2