
°°°~Happy Reading~°°°
Hari demi hari telah terlewati, acara resepsi yang di gadang-gadang menjadi acara resepsi yang paling megah itu kini tinggal menghitung hari, semua sibuk dengan urusannya masing-masing, tak terkecuali Marvell yang akhir-akhir ini sering pulang larut hingga dini hari.
Seperti hal nya malam-malam sebelumnya, malam ini pun tak jauh berbeda, bahkan kini sudah menunjukkan pukul sebelas malam, namun nyatanya Marvell tak kunjung menunjukkan batang hidungnya.
Anelis masih setia menunggu kedatangan sang suami, meski berkali-kali bibi Mei dan beberapa pelayan meminta nyonya rumah itu untuk beristirahat saja, namun Anelis seolah keras kepala, ia tetap bersikukuh menunggu sang suami tanpa menghiraukan rasa kantuk yang kian mendera.
Denting jam kian bergulir, tak terasa sudah hampir tengah malam, berkali-kali Anelis menguap lebar namun berusaha di tahannya, hingga akhirnya bola matanya yang sudah sayu itu sudah tak sanggup lagi untuk terjaga, Anelis tertidur dengan TV besar yang masih dalam keadaan menyala.
🍁🍁🍁
Derap langkah mengalun di tengah keheningan malam, lampu-lampu ruangan masih setia berpendar, begitu juga dengan layar televisi yang masih setia menyala tanpa satupun gerangan yang menatap.
Di hampirinya televisi itu, seketika hatinya teriris saat mendapati sang istri tengah meringkuk di atas sofa, tanpa bantal, atau bahkan selimut tebal.
Marvell beralih menatap pak Li dan beberapa pelayan yang masih membuntuti nya dengan tatapan nyalang, bagaimana mereka membiarkan begitu saja sang pemilik hatinya kini tertidur dengan posisi meringkuk tak nyaman?
" Apa kalian lupa apa perintahku? " Suaranya lirih, namun berhasil membuat semua orang yang di tatapnya membeku di tempat.
" Maaf tuan... Berkali-kali kami meminta nyonya untuk beristirahat namun nyonya bersikeras untuk menunggu anda tuan... " Pak Li ambil suara, sebelum nantinya tuan nya itu terlanjur murka dan tak terima sedikitpun alasan.
Marvell menghela nafas berat, di dekati nya istrinya yang masih terlelap itu, mengusap wajah itu lembut, lalu mengec*p benda kenyal yang kini menjadi favoritnya.
" Mas sudah pulang... " Lirih Anelis yang sadar akan sentuhan suaminya itu.
Marvell hanya mengangguk, ia jadi merasa bersalah karena sudah mengganggu tidur lelap sang istri. Hingga akhirnya ia bisa bernafas lega saat di dapatinnya istrinya itu kembali memejamkan matanya, ternyata istrinya itu hanya mengigau.
Marvell melangkahkan kakinya menuju kamar utama dengan Anelis yang masih setia di gendongannya, begitu nyenyak nya tidur sang istri, sampai-sampai tak merasa terganggu saat ia meletakkan nya di atas ranjang besar milik nya.
Di kecup nya kening istri tercintanya itu, sebelum akhirnya ia memilih menepi, melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Beberapa menit mengguyur tubuhnya akhirnya kini Marvell merasakan tubuhnya sedikit lebih segar, di liriknya ke arah jarum jam, sudah hampir pukul 2 dini hari, ia putuskan untuk segera bergabung dengan sang istri yang sudah lebih dulu memasuki alam mimpi.
__ADS_1
Namun, sebelum berkelana dalam mimpi, ia sempatkan lebih dulu mencicipi bibir kenyal sang istri, hingga akhirnya bola mata penuh kehangatan itu mulai mengerjap saat merasakan lum*t*n-lum*t*n kecil merayapi area bibirnya.
" Emmm... Mas... Mas sudah pulang? "
" Heem... Apa mas membangunkan mu? "
Anelis menggeleng, lalu mengedarkan pandangannya, ia tersentak saat mendapati dirinya telah berada di kamar tidurnya.
" Apa mas yang menggendong Ane sampai ke kamar? " Tebak Anelis.
" Tidak... "
Anelis mengernyit.
" Tidak? Terus... si-siapa yang memindahkan Ane? "
" Pak Li... "
Anelis melotot tak percaya.
Seketika itu Marvell tergelak, wajah panik istrinya itu begitu menggemaskan untuknya.
" Bercanda sayang... " Marvell mencubit gemas hidung Anelis " Mas tidak akan membiarkan siapapun itu menyentuh tubuhmu, sedikitpun... "
Seketika itu, kepalan tangan Anelis melayang menimpa dada bidang Marvell.
" Mas... " Geram Anelis.
" Oke oke... Tidak lagi untuk hari ini... Tidak tahu besok pagi... "
" Mas... " Anelis merengek, ia tak suka di goda-goda manja oleh sang suami.
" Iya iya... Kemarilah... " Marvell menepuk dada bidangnya, membuat Anelis mendekat dan menenggelamkan wajahnya di dekapan sang suami.
__ADS_1
" Mas pakai parfum baru? " Sahut Anelis sembari mengendus-endus harum semerbak tubuh sang suami.
Marvell mengernyit.
" Tidak... Aku pakai yang biasanya kok, kenapa? "
" Harum, Ane suka... "
Anelis semakin merapatkan tubuhnya, wajahnya ia tenggelamkan di dada bidang sang suami, sedang tangannya setia melingkar di tubuh suaminya itu, membuat Marvell gemas sendiri dengan tingkah tak biasa sang istri.
" Kenapa kamu manja sekali, hmmm... "
Cup
Marvell mengec*p kening sang istri, lalu berpindah ke kedua mata indah itu, tak ketinggalan juga pipi chubby yang selalu bersemu merah itu, hingga akhirnya bibirnya kini mendarat di bibir kenyal sang istri.
" Tidurlah... "
Marvell merengkuh erat tubuh itu, mengusap-usap kepala istrinya itu lembut, hingga akhirnya keduanya kini mulai mengembara di alam mimpi dengan saling merengkuh erat dalam kehangatan.
🍁🍁🍁
Masih berkisah tentang dedek emesh, kalian nggak mau kenalan sama dedek Molla😍
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Jangan lupa mampir di chat story ku yah...
ternyata buat chat story lebih susah dari pada buat naskah novel
__ADS_1
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕