Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Kamu Manusia Apa Bukan Sihhh?


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Hampir satu jam mencari, namun si kecil Arshi masih tak kunjung di temukan, membuat Anelis kalang kabut, wajahnya sudah basah penuh derai air mata, bahkan kini terlihat memerah dengan kesedian yang kian membuncah.


" Ya Allah... Bagaimana ini bi... " Anelis mulai putus asa, bahkan pencarian itu sudah melibatkan seluruh pelayan di mansion itu, namun, tetap saja, pencarian itu masih tak membuahkan hasil apa-apa.


" Sabar nona... Nona kecil pasti akan segera di temukan... "


Beberapa pelayan yang tak ikut dalam misi pencarian itu berusaha menenangkan Anelis yang sudah terkulai lemah di atas kursi. Mereka menatap iba Anelis, mereka tahu betul, bahwa cinta ibu 2 anak itu begitu besar bagi anak-anak nya.


Hingga perhatian mereka beralih pada suara lembut yang begitu di kenalnya.


" Ada apa ini? "


Terlihat mama Clara yang mulai mendekati kerumunan itu, wajah yang masih terlihat awet muda itu tampak berkerut dalam, gurat kekhawatiran tercetak jelas disana saat mendapati Anelis kini tengah terisak.


Melihat kedatangan mama Clara, sontak saja pelayan-pelayan itu langsung menyingkir, memberi jalan sang nyonya besar.


Anelis tak kuasa lagi membendung kesedihan nya, di rengkuh nya tubuh wanita itu, mencoba mencari ketenangan di tengah hatinya yang gundah gulana.


" Ma... Arshi menghilang... Saya tidak bisa menemukan nya... " Anelis terisak dalam rengkuhan mama Clara, jiwa rapuh nya kini menyembul hebat, ia butuh kekuatan untuk menguatkan hatinya.


" Menghilang? Menghilang bagaimana An? " mama Clara menepuk-nepuk halus punggung bergetar Anelis, berusaha menenangkan tangis Anelis yang terdengar begitu pilu.


" Saat saya bangun... Saya tidak bisa menemukan putri saya ma... Dia sudah tidak ada di kamar... " Isak nya kian dalam, nafasnya tersengal-sengal, pikirannya kian kalut dengan kecemasan yang membuncah hebat.


" Kalian sudah coba mencari nya? " Mama Clara melempar pandang pada pelayan-pelayan itu.


" Sudah nyonya, semua tempat sudah kami sisir... "


" Coba kalian cari sekali lagi, dan kamu... Buatkan minuman untuk putriku... " Sahut mama Clara yang sudah menganggap Anelis sebagai putrinya sendiri.


Satu jam pencarian, lagi-lagi hasilnya nihil, semua orang tak bisa menemukan keberadaan si mungil Arshi yang kini menghilang bagai di telan bumi, semua panik bukan main.


" Bagaimana kalau kita cek CC TV nyonya? " Saran salah satu satpam dengan nafasnya yang ngos-ngosan setelah tadi berlarian kesana-kemari mencari nona kecilnya.


" Bodoh... Kenapa tidak dari tadi hahhh... Cepat kamu periksa sekarang... " Haduhhh... Mama Clara tak habis pikir, kenapa dari tadi ia tak kepikiran sampai ke situ?


Lama menunggu dengan sebuah ketidakpastian, akhirnya satpam itu kembali dengan wajah nya yang sumringah, sudah jelas terbaca bagaimana hasil yang akan di dapat.

__ADS_1


" Kau sudah menemukan nya? "


" Sudah nyonya... "


🍁🍁🍁


Anelis dan mama Clara menaiki tangga melingkar itu dengan langkah cepat, sudah tak terkira lagi bagaimana perasaan Anelis saat ini, hatinya berdebar tak terkira, jika memang putri nya itu berada disana, ia tak apa, ia tak akan kesal ataupun marah pada gadis kecil itu, cukup ia bisa menemukan si kecil Arshi, ia sudah sangat bersyukur.


Mama Clara membuka mula pintu kamar yang terletak di pojok depan, membukanya perlahan, tampak dua manusia yang kini masih bergelung di bawah selimut tebal dengan nyamannya.


Anelis mengikuti langkah mama Clara yang berangsur mendekati ranjang, harum maskulin itu langsung menusuk lubang hidungnya, baru kali ini ia memasuki kamar seorang laki-laki, apalagi laki-laki itu adalah laki-laki yang dulu merenggut kesuciannya, hatinya bergejolak hebat, ingatan masa kelam itu tiba-tiba kembali menyeruk dalam kepalanya, berputar bebas bagai alunan musik tanpa mau di hentikan.


Ya Allah... Kuatkan lah hamba...


Sekuat hati ia berusaha menyingkirkan semua rasa sesak yang dirasa, menyingkirkan jauh-jauh rasa takut yang kian menggerogoti jiwa rapuhnya, ia hanya ingin menemukan keberadaan putri kecilnya, tidak lebih, hanya itu inginnya.


" Sayang... " Pekik Anelis saat berhasil menemukan orang yang sedari tadi berhasil membuat jantung nya berlari maraton tanpa henti.


Di dekatinya tubuh mungil Arshi yang masih merengkuh erat tubuh Marvell, melepas paksa pelukan itu, ia langsung merengkuh putri kecilnya yang kini terlihat menggeliat merasakan tidurnya terganggu.


" Euhhh... Ashi mashih penen bobo myh... " Gumam kecil Arshi di sela tidur lelapnya.


" Iya sayang... Tidurlah... " Di tepuk-tepuk nya punggung kecil itu dengan sayang, tangisnya kian menjadi, tak tahu lagi bagaimana jika ia benar-benar kehilangan gadis menggemaskan itu.


Marvell mengerut pelipisnya, ahhh... Kekesalan nya kian menjadi saat merasakan kepalanya yang berdenyut hebat.


Suara bising itu kian memekik tajam, memaksa nya untuk menajamkan penglihatan nya, dan seketika itu bola matanya membelalak saat mendapati beberapa pelayan yang dengan lancang nya memasuki kamar pribadinya.


" Apa yang kalian lakukan di sini hahhh...? " Sentak Marvell, ahhh... Sial... Pagi-pagi mood nya sudah hancur saja, apalagi kepalanya masih terasa berdenyut sisa alkohol semalam, Bertambahlah kekesalan dalam dirinya.


" Bangun kamu Vell... " Sontak Marvell melirik ke arah sumber suara, ternyata mamanya juga ada di dalam kamarnya.


" Kamu itu manusia apa bukan sih... Kamu tega menculik anakmu sendiri dan membuat ibunya khawatir seperti ini Vell? "


Hah... Menculik? Menculik apa? Sebenarnya apa sih yang sedang di ocehkan mama nya saat ini...


" Menculik? Menculik apa sih ma? " Malas Marvell menyahuti mama nya yang memang sangat cerewet itu, ia masih belum menyadari bahwa disana ada Anelis beserta putri kecilnya yang tadi malam telah ia rengkuh dalam tidurnya.


" Pura-pura bodoh? Mama tidak akan mengampuni kelakuan mu ini Vell... "

__ADS_1


" Sebenarnya mama ngomong apa sih .. pagi-pagi udah ngelantur aja... " Marvell mengacak rambutnya kesal, tidurnya saja belum tuntas, ia sudah kena omelan dari mama Clara, inilah alasannya kenapa ia memutuskan untuk tinggal sendiri di mansion elit miliknya.


" Buka matamu dan lihat Anelis... "


Anelis? Mana ada wanita itu di kamarnya?


Meski begitu, Marvell tetap mengedarkan pandang ke sekeliling kamarnya, hingga bola matanya membulat sempurna saat mendapati Anelis tengah merengkuh erat putri kecilnya yang masih terlelap dengan derai air mata yang mengalir deras. Ada apa ini sebetulnya?


" Mam... apa yang sebenarnya terjadi sih? "


Mama Clara mulai kesal dengan kelakuan putra semata wayangnya itu, benar-benar laki-laki tak bertanggung jawab, di pukul nya bahu kekar itu dengan sangat keras, tapi untuk seorang Marvell, pukulan itu bahkan tak terasa di bahu kekar miliknya.


Plakkk


" Kamu ini benar-benar ya... sampai kapan kamu pura-pura bodoh hah... Kamu menculik putrimu sendiri dan membuat ibu nya khawatir seperti ini? Kamu benar-benar... Plak...plak...plak... " Bertubi-tubi mama Clara melancarkan serangannya pada bahu kekar Marvell.


" Mam... Stop... " Teriakan Marvell berhasil membuat mama Clara berhenti dari serangan mendadaknya.


" Siapa yang menculik siapa sih..? Aku menculik gadis kecil itu? Kapan? Tadi malam aku langsung ke kamar sepulang dari bar, lalu bagaimana aku bisa menculiknya? hmmm... "


" Kamu nggak sedang bohong kan? " Selidik mama Clara.


" Untuk apa aku bohong? Kalau tidak percaya cek CC TV saja, lalu apa gunanya mama memasang CC TV di penjuru mansion jika tak ada gunanya... " Sentak Marvell, ia kesal bukan main.


" Oh iya ya... Pak Mamat... Bener nggak apa kata si tengik ini? " Tanya mama Clara pada pak Mamat yang tadi bertugas mengecek CC TV.


Ya ampun, panggilan memalukan itu masih saja di sematkan kepadanya, apa nggak ada panggilan yang lebih keren sedikit?


" Emmm... Jadi... " Pak Mamat mulai dengan ceritanya.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Bagaimana, Marvell manusia apa bukan?


Apa makhluk jadi-jadian kali yah😂


Jangan lupa like

__ADS_1


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2