
°°°~Happy Reading~°°°
" Daddy apain mommy!!! "
Membuat Marvell seketika itu membeku di tempatnya.
" Boy... Are you kidding? Mana mungkin daddy nyakitin mommy, hmmm... "
" Tadi Arsha dengar mommy nangis, itu pasti karena daddy kan... " Tukas Arsha tak ingin di bantah.
" No boy... "
" You lied dad... " ( Kamu berbohong dad... )
Sahut Arsha dengan tatapan nya yang kian tajam dan mencekam, membuat Marvell pun tak dapat lagi mengelak.
Kamu ketahuan daddy...
" Oke... True... Mommy menangis karena daddy... But, it's just a misunderstanding boy... Mommy mengira daddy di cium perempuan lain saat di restoran... " ( Tapi, itu hanya salah faham boy...)
" Tante Alexa? " Tebak Arsha yang langsung di angguki Marvell.
" Mommy tidak tau kalau tante Alexa itu adik sepupu daddy? " Tebak Arsha lagi.
__ADS_1
" May be... " Timpal Marvell sembari mengedikkan bahunya.
" Itu salah daddy karena tidak memberi tau mommy soal tante Alexa... " Sungut Arsha menyalahkan sang daddy, benar-benar daddy nya itu tidak dapat di andalkan sama sekali.
" Daddy kira mommy sudah tau tentang tante Alexa boy... Dulu kan kalian pernah melihat-lihat album keluarga daddy bersama granny? " Bela Marvell pada dirinya sendiri.
" Hmmm... Tapi mommy tidak mungkin mengingat semuanya dad... " Sungut Arsha.
" Tapi kamu mengingat nya kan? "
" Karena Arsha cerdas... "
" Seperti daddy bukan... " Bangga Marvell.
" Seperti mommy? " Marvell menundukkan kepalanya, bola matanya menatap lekat-lekat pada wajah rupawan sang putra yang terlihat seperti copy an wajahnya.
" Bola mata biru, hidung mancung, rambut pirang, sepertinya mommy tidak memiliki yang seperti ini boy... " Tanya Marvell dengan tatapan memicing nya.
" Terserah daddy... Arsha mau sama mommy aja... " Bocah laki-laki itu melengos menghindari tatapan tajam sang daddy, langkah kakinya kini menerobos hendak membuka pintu kamar Anelis, namun seketika itu di cegat oleh Marvell, bisa berabe kalau anak laki-laki nya itu bergabung dengan sang mommy, pasti serangan ngambek yang akan di terimanya akan semakin ganas tanpa bisa di redam.
" Tunggu boy... Please... Give mommy more time... " Pinta Marvell, membuat Arsha kini menghela nafas dalam.
" Daddy sudah janji tidak akan buat mommy menangis, tapi daddy tidak bisa menepati nya... " Sahut Arsha penuh kecewa.
__ADS_1
" Yeay... I'am promise. Tetapi ini terjadi begitu saja boy... Daddy tidak bisa menghindarinya... " Timpal Marvell penuh alasan.
" Daddy harus cepat menjelaskannya pada mommy tentang yang sebenarnya, atau mommy akan semakin sedih dan Arsha akan ikut memusuhi daddy... " Sahut bocah laki-laki itu seolah acuh, namun sebenarnya begitu perduli dan care pada daddy nya itu.
" Tentu boy, daddy akan menjelaskan semuanya... you can count on me, boy... " (kamu bisa mengandalkan ku, boy... )
🍁🍁🍁
Pagi mulai menyingsing, hawa dingin kota Paris kini terasa begitu mencekik, menusuk tulang hingga bagian terdalam, membuat Marvell seketika mengeratkan selimutnya.
Apa? Selimut? Bukankah semalam ia tidur tanpa selimut? Bagaimana bisa selimut itu kini membalut tubuhnya?
Dengan malas, Marvell berangsur membuka matanya, menatap lekat-lekat pada selimut tebal yang kini membungkus tubuhnya. Laki-laki itu terlihat mengembangkan senyum lebar nya, pasti ini ulah sang istri yang tak tega membiarkan nya menggigil kedinginan.
Kalau seperti ini, pasti istrinya itu sudah memaafkan dirinya, hanya malu saja bagaimana mengungkapkan nya, itulah Anelis, istri tercintanya.
Laki-laki itu meregangkan tubuhnya, tidur di sofa membuat tubuhnya terasa linu-linu tak karuan, namun bukannya mengeluh, laki-laki itu kembali menyunggingkan senyum lebarnya, ini masih soal selimut, kepedulian sang istri benar-benar membuat awal harinya menjadi berwarna.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕