Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Mau Lahiran Mas...


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Hari-hari terus bergulir, tak terasa usia kandungan Anelis sudah memasuki usia sembilan bulan, perut ibu muda itu sudah sangat membuncit, suami posesifnya pun semakin bertambah posesif setiap harinya.


Kini Anelis tengah merebahkan tubuhnya di kasur king size nya, bola matanya tak henti-henti menatap pada pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat, sedang tangan kirinya dengan setia mengelus-elus perutnya yang sudah sangat membuncit itu.


" Mas... Mas masih lama? " Sahut Anelis sudah tak sabar.


" Hmmm... Sebentar lagi sayang... " Sahut Marvell yang masih bersemedi di dalam kamar mandi, laki-laki itu tengah membersihkan tubuhnya setelah seharian ini lelah bekerja.


Klek...


Tak berselang lama, pintu kamar mandi itu pun terbuka lebar, menampilkan sosok Marvell lengkap dengan jubah putihnya.


" Mas... Ane pengen bobok... " Adu Anelis, wanita itu sudah merasa tak nyaman dengan perut besarnya, punggungnya juga sering merasa linu di waktu-waktu tertentu.


Tak menunggu lama, Marvell pun segera merebahkan tubuhnya di samping Anelis, tangannya dengan setia mengusap-usap perut buncit itu lembut, sesekali ia juga mengajak calon buah hatinya itu berbincang.


" Baby... What are you doing now, hmmm... " Sahut Marvell sembari mengusap lembut perut Anelis, membuat bayi dalam perut Anelis sontak merespon dengan tendangan yang cukup kencang seolah mengerti bahwa daddy nya itu tengah mengajaknya berbicara.


" Mas... jangan ajak dia bicara... Dia ngga mau diem kalau kamu ajak bicara terus mas... " Keluh Anelis, perutnya sudah sedikit sakit, apalagi di tambah dengan tendangan-tendangan itu membuat ia semakin mengernyit.


" Oh... Maafkan mas sayang, bermain dengannya sangat menyenangkan, apa sakit sayang? " Marvell berganti mengusap lembut wajah istrinya yang kini mulai terpejam itu.


" Heemmm... " Anelis hanya menjawab dengan deheman ringan.


" Mas... Mas elusin punggung Ane yah... " Pinta Anelis pada sang siami.

__ADS_1


Marvell mengernyit.


" Kok di punggung sayang? Dedek bayinya kan ada di perut, kok elus nya di punggung? Kamu ngga salah bicara kan? " Pertanyaan bod*h itu lolos begitu saja dari mulut berharga Marvell.


" Ngga apa-apa, Ane pengen di elus di situ, mas mau kan... " Sahut Anelis dengan mata sayu nya.


" Of course honey... "


Marvell pun mengusap di bagian punggung sang istri, sebenarnya laki-laki itu masih merasa bingung kenapa istrinya itu ingin di elus di bagian punggung, namun ya sudahlah, ia tak tega jika menanyakan nya pada sang istri yang kini sudah memejamkan matanya.


Selang beberapa menit, Anelis benar-benar terlelap dalam tidurnya, Marvell segera beranjak dari ranjang, ia belum ganti baju karena tadi di tahan sang istri terlebih dahulu.


Setelah berganti baju, Marvell kembali lagi ke ranjangnya, ia merebahkan dirinya di sebelah sang istri yang kini tengah tertidur lelap dengan posisi badan yang sedikit tidak nyaman dengan perut besarnya.


Di kecup nya pucuk kepala sang istri, lalu mengusap di perut buncit Anelis sebelum akhirnya ia ikut terlelap menyusul sang istri yang kini telah mengembara ke alam mimpi.


🍁🍁🍁


Anelis berangsur bangkit dari ranjangnya, melangkahkan kakinya ke kamar mandi, ia sudah tak tahan ingin mengeluarkan air seni nya.


Selesai dengan semedinya, Anelis tak lantas tidur di ranjangnya, wanita itu terlihat berjalan hilir mudik di dalam ruangan kamarnya, sesekali ia juga merem*s baju tidurnya saat sakit kembali menyergapnya.


Setengah jam berlalu, Anelis tak kunjung menutup matanya, wanita itu bahkan tak menyentuh ranjangnya sama sekali, hanya duduk di sofa atau berjalan-jalan di dalam kamar.


Dan sampai saat ini, Anelis sudah tak kuasa menahannya lagi, sakit itu semakin melilit, bahkan sekarang lebih intens dari awal sakit pertama kali.


Anelis berjalan menghampiri sang suami, di goyang-goyang kan nya lengan kekar suaminya itu lembut.

__ADS_1


" Mas... Mas bangun... "


" Hmmm... " Marvell hanya berdeham, laki-laki itu bahkan masih menutup rapat kelopak matanya.


" Mas bangun... "


" Hmmm... Ada apa sayang... "


" Mau ke rumah sakit mas... " Lirih Anelis.


Mendengar jawaban Anelis, memaksa Marvell untuk membuka sedikit kelopak matanya, di liriknya jam di atas televisi.


" Untuk apa ke rumah sakit sayang? Ini masih tengah malam... " Sahut Marvell tak percaya dengan tingkah istrinya yang tiba-tiba minta ke rumah sakit di jam satu dini hari.


" Mau lahiran mas... "


" Oh... Lahiran... " Dengan kelopak mata yang kembali menyipit hendak merengkuh sang mimpi untuk yang kedua kalinya.


" Apa!!! Lahiran!!! "


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Tolong itu bang Marvell nya di bangunin, pake cara apa aja terserah Chingu, haduh... Kasihan itu Anelis nya😪


Happy Reading

__ADS_1


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2