Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Bersabar untuk Lima Bulan Lagi


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


" Pempush na buat shapa Molla... " Arshi menatap bingung pada teman nya itu.


" Buat Ashi kalau Ashi na ngompoll, hahaha... " Maura tersenyum puas, wajahnya begitu bahagia karena bisa menggoda teman ter-cengeng nya itu.


" Ashi eundak shuka ngompoll kok Molla... " Raut wajah Arshi berubah sendu, bola matanya bahkan sudah mulai berair siap memuntahkan isinya.


" Oh sayang... Tidak tidak... Maura hanya bercanda... " Ibunda Maura berusaha menenangkan gadis yang tengah berulang tahun itu.


" Ashi tup tup tup... Molla hana beullcanda, dangan mallah-mallah ya Ashi yang tantik na sheupeulti pincess Elsha... " Sahut Maura, gadis kecil itu tengah merengkuh tubuh Arshi, berusaha menenangkan nya agar tak sampai menangis karena ulah kejahilan nya.


" Ini ada apa... Kok pada pelukan kaya teletubbies? " Anelis terkekeh dengan aksi kedua bocah menggemaskan itu.


" Biasa myh... Mereka itu kan anak-anak kurang kerjaan!!! " Timpal Arsha yang sudah jengah dengan tingkah dua bocah perempuan itu.


" Dalli pada Asha shuka na juttek mulluk, muka na millip keultash leutcek... " Sungut Arshi setelah melepas rengkuhan nya.


" Sudah dong... Kok malah jadi berantem sih anak-anak mommy... "


" Itu myh... Asha na shuka calli galla-galla shama Ashi... " Arshi menunjuk kembarannya itu dengan geram.


"Sudah dong sayang... Eh... tadi Arshi sama Maura kenapa tadi berpelukan seperti Teletubbies? " Sahut Anelis berusaha mengalihkan kekesalan Arshi.


" Tadi Ashi na ngambek galla-galla Molla billang kalo Molla kado Ashi pempesh tante... " Adu Maura, gadis kecil itu memang selalu jujur apa adanya.


" Kenapa ngambek, kan memang kenyataannya seperti itu? " Seloroh Arsha, membuat Arshi seketika mendelik.


" Eundak, Ashi eundak peullnah ngompol... " Sentak Arshi.


" Terus yang setiap pagi bilang " Mommyh... Myh... Bocoll bocoll... " Itu apa kalau tidak mengompol, apa rumah daddy yang bocor... " Timpal Arsha sembari mengikuti cara bicara Arshi yang cadel nya kebangetan.


" Mommyh... " Teriak Arshi, air matanya sudah mengalir deras, mau memprotes pun tak bisa karena kenyataannya memang benar adanya.


" Ohh... Tidak sayang... jangan menangis di hari ulang tahun mu. Maura hanya bercanda tadi... " Sahut ibunya Maura merasa bersalah atas tingkah jail putrinya.


" Iya Ashi... Molla eundak kado Ashi pempesh kok... Molla kado Ashi ishtana pincess Elsha, badus sheukalli ishtana na loh... "

__ADS_1


Seketika Arshi terperangah dengan perkataan sahabatnya itu, air matanya pun mendadak surut tanpa bekas.


" Sheullius Molla? "


" Iyya... Shupulluh llius... "


" Yeay...Ashik ashik ashik... Ashi mau buka myh... Ashi mau buka ishtana pinsesh na... " Arshi menyaut tangan Anelis, ingin membawa mommy nya itu ke tempat lain, namun pergerakan mereka tiba-tiba terhenti.


" Kalian di sini? " Sahut Marvell, laki-laki itu tengah bersama seorang laki-laki yang tak kalah tampan darinya.


" Daddy... "


" Daddy... "


Serentak kedua bocah kecil itu berlarian ke arah daddy nya masing-masing, Arshi ke pelukan Marvell dan Maura ke pelukan David, sedang Arsha memilih tetap diam menggenggam jemari mommy nya, laki-laki itu memang tidak suka bertindak heboh.


" Apa dia suamimu Hanna... " Anelis menatap tak percaya jika Maura kini tengah merengkuh sosok laki-laki yang tak kalah tampan dari suaminya, tapi tetap saja masih lebih tampan suami nya.


Hanna mengangguk mengiyakan dengan gesturnya yang malu-malu.


Marvell pun memperkenalkan David pada Anelis, sedikit bercerita tentang awal pertemuan mereka yaitu dua bulan lalu setelah taken kontrak tanda tangan kerja sama.


" Jodoh? Apa maksudmu sayang... " Sungguh Marvell tak tahu apa maksud istrinya itu.


" Maksudku... Mungkin kita bisa menikahkan anak-anak kita, benarkan Hanna... " Sembari tergelak.


" Stop sayang... Anak-anak kita masih empat tahun dan kau sudah mencarikan mereka jodoh? Apa kau juga ingin mencarikan jodoh juga untuk calon anak kita yang umurnya saja baru 4 bulan di kandungan? " Sembari mengelus perut Anelis.


" Hahaha... Kalau bisa kenapa tidak... Benarkan Hanna... "


Hanna hanya membalas dengan senyum tersipu.


" Sayang... "


" Iya iya... Hanya bercanda mas... " Anelis tergelak dengan wajah serius Marvell.


" Daddy ... Ashi mau buka kado shama mommy ya... " Si kecil Arshi sudah tak tahan menunggu orang-orang dewasa itu mengobrol lebih lama lagi.

__ADS_1


" Hmmm... Baiklah, hati-hati girl... "


" Mas... Aku temani Arshi sama Arsha dulu... " Pamit Anelis pada suaminya.


" Hmmm... Hati-hatilah. Ingat, jaga kondisimu baik-baik, kau membawa bibit ku di dalam perutmu, kalau capek duduk saja... Atau kau akan ku kurung di kamar seharian... cup... "


" Mas... " Anelis merengek, kenapa suaminya itu sama sekali tak punya urat malu.


" Hmmm... Pergilah temani anak-anak... "


Anelis dan baby twins pun memilih menepi meninggalkan Marvell dengan keluarga kecil itu.


" Daddy... Molla duga mau main shama Ashi, boleh? " Ijin Maura.


" Tentu girl... Kembalilah bermain bersama temanmu... "


Hanna dan putrinya mulai menjauh dari kedua laki-laki tampan itu, mereka berdua memilih menyusul Arshi yang sudah mulai membuka kadonya.


" Putrimu sangat manja sekali kelihatannya... " Celetuk Marvell.


" Yah... Dia selalu menempel padaku setiap saat, kapanpun itu... Bukankah putrimu juga sama? " David tergelak.


" Yah... Tidak jauh berbeda, bahkan dulu sempat tak mau aku tinggal meski hanya ke kamar mandi sebentar saja... "


" Begitulah... Manja nya terkadang membuat kepala sampai pusing... " Timpal David.


" Yah... Kau beruntung hanya ada satu putri dan satu istri. Beda denganku, putri yang cerewet, putra yang kritis, dan di tambah dengan istri yang sangat manja. Bahkan setiap malam aku harus begadang hanya untuk mengelus perutnya... "


" Hahaha, tak apa. Itu hanya selama istrimu hamil... "


" Yah... Aku harus bersabar lima bulan lagi... " Keluh Marvell tak lagi bisa mengelak.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Maap kemarin absen, wkwkwk

__ADS_1


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2