
°°°~Happy Reading~°°°
" Hadiahnya di tunda dulu ya girl... "
" Tapi Ashi mau hadiah na sheukallang, daddy kan udah janji shama Ashi, janji hallus teupati... " Lirih Arshi dengan bola mata yang mulai berair.
" Karena kamu tidak dapat piala jadi hadiahnya di tunda!!! " Timpal Arsha tanpa memikirkan perasaan saudara kembarnya yang cengeng itu.
Dan benar saja, si kecil Arshi sontak menangis histeris saat mendengar alasan penundaan hadiah nya, rasa kecewa dan amarah kini meluap, beradu melingkupi hatinya.
" Hwa... Daddy dahat... "
" Sayang... Arsha hanya bercanda, kenapa kamu menangis hmmm... " Anelis berusaha menenangkan putri cengeng nya itu, namun tentu tak semudah yang di bayangkan, bukannya mereda, tangis Arshi malah semakin melengking tajam.
" Hwa... Daddy dahat myh... Ashi eundak mahu shama daddy... "
Si kecil Arshi sontak bangun dari pangkuan daddy nya, gadis kecil itu kemudian mendekati mommy nya yang masih merengkuh baby Arshell yang mulai gelisah dalam tidurnya.
" Hwa... Mommyh, daddy dahat... "
Lengkingan tangisan Arshi semakin memekakkan telinga. Hingga akhirnya, bayi mungil itu akhirnya ikut menangis dengan lantangnya karena tangisan dari kakak perempuannya itu benar-benar telah mengganggu tidur nyenyak nya.
" Oekkk... Oekkk... "
Anelis pun kewalahan, antara mendekap baby Arshell yang menggeliat tak tenang, dengan si kecil Arshi yang merengkuh tubuhnya dengan tangis yang tak kunjung mereda.
__ADS_1
Alhasil, mobil mewah itu pun kini riuh akan tangisan.
" Sayang... Udah cup ya... Daddy sama Arsha hanya bercanda sayang... " Anelis berusaha menenangkan putri kecilnya, sedang sebelah tangannya juga tengah sibuk menimang baby Arshell yang juga ikut menangis seperti kakak perempuan nya.
" Tapi daddy dahat myh... Hwa... " Haduh, bocah kecil itu malah semakin lantang menangis nya.
Anelis menghela nafas, memang susah membujuk putri kecilnya itu.
" Mas... " Rengek Anelis pada sang suami agar ikut menenangkan salah satu anaknya.
" Arshi, sini girl... " Bujuk Marvell pada akhirnya.
" Eundak mau, daddy dahat, daddy ingkall janji, hwa... " Sungut Arshi masih dengan isak tangisnya.
" Daddy bohong!!! Ashi eundak shuka!!! " Gadis kecil itu semakin mencak-mencak tidak karuan.
" No, daddy serius girl... "
" Benellan? Sruuuk... " Tanya gadis itu memastikan.
" Hmmm... Come here, daddy beri tahu... "
Perlahan Arshi melepaskan diri dari sang mommy yang masih berusaha menenangkan sang baby boy, gadis kecil itu tampak mendekat pada daddy tengik nya, membuat Anelis kini lebih leluasa untuk menimang-nimang bayi mungilnya agar tak lagi merengek.
".... " Bisik Marvell yang entah apa yang tengah di bicarakan nya, hingga membuat wajah cemberut Arshi kembali berbinar bahagia.
__ADS_1
" Benellan daddy? Daddy eundak bohong shama Ashi kan? " Tanya Arshi dengan antusias.
" Of course girl... "
" Yeay... Ashi mau naik shawat, ashik ashik ashik... " Heboh gadis kecil itu melompat-lompak kegirangan.
" Mommyh myh... Ashi mau naik shawat shama mommy, shama daddy, shama dedek bayi oek oek, Ashi sheunang sheukalli, hihihi... "
" Arsha nya ketinggalan girl... " Sahut Marvell mengingatkan.
" Asha na nakal, jadi Asha di tinggal aja daddy... " Sungut Arshi dengan tatapan memicing pada si kecil Arsha.
Arsha yang di ancam seperti itu pun tak ambil pusing, bocah laki-laki itu masih duduk tenang dengan wajah stay cool nya.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Jangan lupa jempolnya ya chingu
Have a nice day
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1