Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Enakan di Sana Sayang


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Tiga jam bergelut dalam kenikmatan, akhirnya Marvell kini menyudahi kegiatannya. Di gendongnya tubuh sang istri menuju kamar pribadi yang terletak di balik sebuah pintu rahasia, membuat Anelis seketika itu mengerutkan dahinya.


" Di sini ada kamar mas? " Suaranya layu tak bertenaga, bahkan wajahnya masih berderai peluh hasil dari kegiatan yang baru saja di lakukan nya.


" Iya... Buat istirahat kalau lagi lembur... " Sembari meletakkan tubuh Anelis di atas ranjang empuk itu dengan hati-hati.


" Kenapa tadi tidak di sini saja mas... " Anelis merengek, merutuk keras kenapa ia tak tahu menahu jika di sini ada kamar dan ranjang yang nyaman, jika saja ia tahu, pastilah ia akan memilih di sini saja dari pada di kursi sofa sempit itu.


Marvell ikut berbaring di sebelah Anelis, kepalanya berpangku pada satu tangannya, bola matanya menatap nakal pada istrinya yang juga tengah menatapnya.


" Enakan disana sayang... "


Plak...


Seketika itu Marvell mendapat bogem mentah di dadanya, Anelis kesal, kenapa suaminya itu tidak ada urat malunya sama sekali sih.


" Mas... " Geram Anelis.


Marvell menyunggingkan senyum nya saat melihat tingkah istrinya yang selalu menggemaskan saat tengah merengek seperti ini.


" Baiklah baiklah... Sekarang istirahatlah dulu... "


Marvell merapatkan tubuhnya mendekati Anelis, menuntun istrinya itu untuk tidur dalam pelukannya.


" Terimakasih sayang... "


🍁🍁🍁


Anelis mengerjapkan bola mata nya yang masih terasa lengket untuk di buka, ia menggeliat, meregangkan ototnya yang terasa linu tak karuan. Bola matanya mulai menelusuri ruangan asing itu, ruangan pribadi suaminya yang terasa sangat nyaman dengan fasilitas tak kalah seperti kamar hotel berbintang.


Suaminya telah menghilang dari sisinya, mungkin tengah melanjutkan pekerjaan nya, pikirnya.


Pandangannya mulai beralih pada sebuah jam dinding yang terletak di atas televisi berlayar besar, seketika itu bola matanya melebar, sudah hampir jam makan siang, ternyata ia sudah tidur selama itu, rencananya ia hanya rebahan sebentar tapi tak sengaja sang mimpi membawanya terlalu jauh mengembara.

__ADS_1


" Kamu sudah bangun? " Terdengar suara Marvell yang baru saja memasuki ruangan itu, selagi menunggu istrinya bangun, Marvell memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang beberapa hari ini telah di anggurkannya.


" Mas... Anak-anak... Anak-anak sudah waktunya pulang mas, mereka nggak ada yang jemput... Ane tadi ketiduran... " Sahut Anelis sembari bangkit dari ranjangnya, ia gugup, bagaimana bisa ia melupakan kedua buah hatinya itu.


Marvell menahan pundak Anelis lalu mendorongnya halus agar wanitanya itu duduk dengan tenang.


" Tenanglah... Aku sudah memerintahkan sopir untuk menjemputnya... "


Seketika itu Anelis bernafas lega.


" Huuh... Alhamdulillah... "


" Sekarang kamu bersih-bersih dulu, mungkin anak-anak sudah akan menuju ke sini... "


Anelis tampak berpikir sejenak, ia terusik akan suatu hal.


" Tapi... Gimana pakaian ku mas... " Keluh Anelis, tak mungkin ia menggunakan kembali pakaiannya yang sudah porak poranda itu.


" Nanti ku suruh Willy mencarikannya... " Sahut Marvell dengan tenang, selama ada Willy, masalah sebesar apapun pasti akan bisa terselesaikan dengan mudah jika asisten jomblo itu yang menangani nya.


" Tidak... " Sentak Anelis, membuat Marvell seketika mengernyit.


" Dia kan laki-laki mas... Aku... Aku tidak mau dia yang menyiapkan pakaian ku... Kan... Ada... Itunya... " Lirih Anelis merasa tak enak hati, tapi lebih baik di bicarakan dari pada nanti akan terjadi yang tidak-tidak, apalagi kalau bukan rasa malu yang membara karena merasa privasinya telah di umbar kepada laki-laki lain yang bukan mahramnya.


Tanpa komando, bibir Marvell seketika mengembang sempurna, wajah malu-malu istrinya itu begitu menggemaskan dan menjadi hiburan tersendiri untuknya.


" Mas... " Sahut Anelis sembari menggoyang-goyangkan lengan suaminya yang tengah berada di dunia lamunannya itu.


" Iya iya... Nanti ku suruh sekretaris ku yang menyiapkan nya... "


" Jangan... " Sentak Anelis untuk yang ke sekian kalinya.


" Kenapa lagi sayang... mereka berdua kan perempuan... " Marvell melebarkan urat kesabarannya.


" Ane malu, nanti... Mereka tahu mas... " Sahutnya dengan bibir yang sedikit mengerucut.

__ADS_1


" Tahu apa? " Marvell mulai menggoda kembali istri kecilnya itu.


" Tahu itu... " Lirih Anelis, wajahnya sudah semakin memerah bak buah ceri yang begitu mengg*da.


" Itu apa? "


" Mas... " Anelis sudah capek karena semakin di goda oleh suaminya itu.


" Makannya kalau bicara itu yang jelas, aku mana tahu kalau kamu hanya bilang itu itu aja... "


" Itu... Yang tadi kita lakukan berdua mas... hubungan badan, hubungan suami istri, sunnah rasul, puas... " Geram Anelis, ia sudah tak perduli lagi dengan urat malunya, ia sudah terlalu kesal.


" Ohhh... itu... " Marvell nyengir kuda, upaya menjahili istrinya kini berhasil sempurna.


" Emang apa salahnya kalau mereka tahu... " Lanjut nya lagi dengan sangat enteng.


" Mas... "


" Iya iya... Terus kamu maunya gimana sayang... " Sembari membelai surai rambut Anelis.


" Suruh bibi Mei kesini saja ya mas... " Pintanya setengah mengiba.


Marvell tampak berpikir sejenak.


" Itu akan butuh waktu lama sayang... Kamu mau nanti anak-anak lihat kamu kaya gini? " Saran Marvell memberi pengertian.


Anelis menunduk lesu, alamat dia pasti akan di permalukan lagi di depan dua sekretaris itu.


" Ya udah, terserah mas aja... "


🍁🍁🍁


Happy Reading


Mana nih suaranya, kok sepi banget kaya di kontrakan😅

__ADS_1


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2