
°°°~Happy Reading~°°°
Anelis melepas rengkuhan sang suami.
" Ane ngantuk mas... "
Lirihnya tanpa memandang pada manik biru itu, wajahnya setia menunduk, membuat wanita itu hanya bisa menatap pada dada bidang dan barisan roti sobek yang terlihat menggoda dengan selai lecinya yang setia menetes tanpa henti.
Membuat Anelis seketika itu gugup bukan kepalang, sontak saja wanita itu langsung memalingkan wajahnya, melangkahkan kakinya ke arah ranjang tanpa memperdulikan suaminya yang berharap ada adegan lebih di jendela kamar yang menghadap langsung ke arah menara Eiffel itu.
Bukan Marvell namanya kalau langsung tumbang, laki-laki itu tak patah arang, di susul nya sang istri yang kini memilih tidur di ranjang dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.
" Sayang... " Laki-laki itu berusaha menurunkan selimut yang menutupi kepala sang istri, namun usahanya itu sia-sia saja saat istrinya itu tetap menahan selimutnya sekuat tenaga.
" Sayang... Nanti kamu ngga bisa nafas... " Sarannya yang langsung di jawab ketus sang istri.
" Biarin... "
" Nanti kalau kamu kenapa-kenapa gimana, hmmm... Mas masih mau nyetak anak sepuluh... " Laki-laki itu masih saja menegosiasi.
" Pabriknya sudah tutup... "
__ADS_1
" Sayang... Ini malam Jum'at loh... "
Krik krik...
Tak terdengar lagi sahutan dari Anelis, wanita itu mati kutu mendengar kata keramat itu.
" Sayang... Ini malam Jum'at loh... kamu ngga inget, hmmm... " Sahut Marvell sekali lagi, membuat Anelis seketika itu membuka selimut yang menutupi kepalanya.
" Alhamdulillah, kamu sudah ingat sayang... Mas kira kamu amnesia tadi... " Canda Marvell dengan senyum lebarnya, namun itu tak sedikitpun mampu membuat wanita itu mengembangkan senyumnya, Anelis terlalu kalut dalam permasalahannya.
Anelis memejamkan bola matanya, berusaha meredam segala rasa yang kini bergejolak dalam dada, wanita itu menghela nafas dalam-dalam, membuka matanya, di tatapnya wajah sang suami dengan segala perasaan cinta yang membara.
" Mas... Boleh Ane tanya sesuatu... " Lirihnya, membuat Marvell seketika itu mengerutkan dahi, pembicaraan itu sepertinya akan serius.
" Tadi siang... " Anelis menjeda kalimatnya, kenapa ini terasa begitu berat untuknya ya Allah...
" Tadi siang... Ada perempuan yang cium mas... " Suaranya bergetar, air matanya sudah mendobrak ingin melepaskan diri dari pelupuk matanya.
" Perempuan itu siapa mas... "
Seketika itu Marvell mengerutkan dahinya, ia terdiam cukup lama sebelum akhirnya kembali membuka suara.
__ADS_1
" Alexa... " Jawabnya tanpa ragu.
" Dia Alexa... Dia sudah besar rupanya, tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan menawan... " Ungkap Marvell dengan wajah berseri, senyum lebar pun tak henti mengembang dari bibirnya.
Mendengar penuturan dari suaminya itu, sontak saja air mata itu menetes membasah wajah cantiknya, air mata yang sedari tadi di tahan nya kini luruh bersamaan dengan rasa sakit hati yang terasa begitu menyesakkan.
Bagaimana bisa suaminya itu secara terang-terangan memuji wanita lain di depannya yang jelas-jelas adalah istri sah nya? Apa selama ini suaminya itu bahkan telah berkhianat tanpa sepengetahuan nya?
Astaghfirullah Anelis, mengapa ini begitu menyesakkan...
" Mas jahat... " Lirihnya dalam derai air mata yang tak lagi dapat di bendung, membuat Marvell seketika itu tersentak, tak tau mengapa sang istri kini tiba-tiba menangis tanpa sebab.
Tanpa sebab? Sadarlah wahai tuan Marvell...
" Sayang... Kenapa kamu menangis, hmmm... " Tangannya mengulur mengusap wajah sang istri yang sudah basah dengan isaknya, namun secepat kilat Anelis menepisnya.
" Jangan sentuh Ane... " Tangisnya semakin menjadi, bahkan suaranya sudah serak dan tersendat.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
__ADS_1
Happy Reading
Saranghaja💕💕💕