
°°°~Happy Reading~°°°
" Astaghfirullah... Mas... "
Pekik Anelis saat mendapati suaminya itu sudah terkapar di lantai kamar mandi dengan mengenaskan.
" Mas... Mas... Bangun... "
Anelis mengguncang tubuh suaminya, namun suaminya itu masih tak bergeming, guncangan itu seolah tak berarti apa-apa untuk Marvell karena laki-laki itu tetap saja memejamkan matanya rapat.
Air mata Anelis semakin meluncur deras, ketakutan-ketakutan yang sedari tadi mengusik hatinya semakin jelas terasa.
Anelis segera beranjak, ia berlari keluar kamar, berteriak memanggil siapa saja yang bisa mendengar suaranya yang sudah bercampur dengan isak tangis.
" Ada apa nona? Kenapa anda berlarian? " Sahut seorang pelayan yang tak sengaja melintas di depan kamar Anelis.
" Tolong... Tolong panggil papa... Atau... Siapa saja terserah, suami saya pingsan... Tolong cepat panggil mereka... "
Pelayan itu pun segera turun ke lantai satu, sedang Anelis kembali menyusul sang suami yang masih tergeletak di kamar mandi, ia tak ingin lagi meninggalkan suaminya itu untuk yang ke sekian kalinya.
" Mas... Bangun mas... Kenapa mas seperti ini... Hiks... Mas tidak kasihan sama Ane... Ane khawatir sama mas... "
Berkali-kali kecupan hangat mendarat di wajah Marvell yang sudah memucat pasi, rengkuhan hangat pun tak lupa Anelis berikan pada tubuh Marvell yang sudah mulai dingin membeku.
Tak lama kemudian, papa Edgard dan beberapa bodyguard akhirnya sampai di kamar Anelis, sedang mama Clara memilih tetap di lantai bawah menjaga anak-anak yang sudah mulai sadar dengan apa yang tengah terjadi.
" Apa yang terjadi An... "
" Ane juga tidak tahu pah... Saat Ane masuk mas Marvell sudah pingsan... Ane takut pah... Cepat tolong mas Marvell... "
__ADS_1
" Kamu tenanglah dulu... Kita bawa saja Marvell ke rumah sakit, di sana alat-alat medis lebih lengkap dari pada hanya memanggil dokter... "
Anelis mengangguk mengiyakan.
" Kalian tolong angkat putraku... " Perintah tuan Edgard pada kedua bodyguard yang di bawanya.
Di tengah ketegangan itu, kini tampak si kecil Arsha dan Arshi yang berlari mendekati mommy nya, mereka merengkuh Anelis erat seolah berusaha menenangkan satu sama lain.
" Myh... Daddy keunnapa, daddy na Ashi mahu di bawa keumana, Ashi mau ikut myh... " Sahut Arshi dengan penuh mengiba.
" Sayang... Tenanglah... Daddy baik-baik saja, Arsha sama Arshi di rumah saja ya sayang... "
" Eundak mahu... Ashi mau ikut shama daddy shama mommy... Ashi eundak mahu di tinggal-tinggal lagi myh... "
" Kali ini menurut sama mommy ya sayang... Jadi anak mommy yang baik... "
" Iya myh... Mommy pergi saja, biar Arsha yang jagain Arshi... Tapi kalau daddy sudah sadar, mommy harus langsung telpon Arsha... " Arsha bersuara, ia cukup tahu diri bahwa kini keadaan tengah tegang dan mommy nya itu harus segera pergi menemani daddy nya.
" Eundak mahu... Ashi eundak mahu sama Asha... Ashi mau na shama daddy, hwa... " Tangis Arshi semakin kencang, membuat Anelis semakin bingung, sedang ia harus menemani sang suami yang kini perlu perawatan sesegera mungkin.
" Tidak apa... Pergilah sama papa... Biar mama di sini yang jagain mereka... "
" Makasih ma... "
" Sayang... Hanya sebentar, mommy sama daddy akan segera kembali... "
Cup... Cup...
Anelis menyempatkan untuk mengecup kening kedua anaknya sebelum benar-benar pergi untuk menemani suaminya.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Sesampainya di rumah sakit, Marvell langsung di masukkan ke ruang VVIP, jajaran para medis profesional langsung bertindak memeriksa keadaan nya.
Sedang Anelis duduk di ruang tunggu dengan hati tak tenang, sedari tadi hatinya risau tak karuan, gugup dan takut menyatu mengusik hatinya.
" Tenanglah An... Semuanya akan baik-baik saja... " Sahut tuan Edgard menenangkan.
" Aamiin... Semoga saja pa... "
Tak berselang lama, pintu ruangan Marvell terbuka, menampilkan sosok dokter Richard dengan jubah putih nya.
" Bagaimana... Dengan kondisi suami saya dok? "
" Tuan Marvell mengalami dehidrasi berat... Banyak cairan yang terbuang saat tuan Marvell mengalami mual, jadi saya harus meng-infus beliau untuk beberapa hari kedepan... " Papak dokter Richard.
" Sebenarnya kenapa dia mual-mual seperti itu? Apa itu... Berbahaya? " Sahut tuan Edgard ragu-ragu, karena ia tahu betul menantu nya itu tengah dirundung ketakutan.
" Untuk penyebabnya sendiri kami belum bisa memastikan tuan, kami harus melakukan pemeriksaan lanjutan, mungkin satu dua hari baru kami bisa melaporkan nya pada anda... "
" Baiklah... "
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Daddy kenapa tuh ya
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja💕💕💕